Analisis Usahaternak Ayam Broiler selama 35 Hari Pemeliharaan

Posted by

Jumlah penduduk dan tingkat pendapatan masyarakat yang selalu meningkat, akan menyebabkan meningkatnya permintaan akan pangan hewani. Perlu adanya peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Salah satu komoditas ternak yang cukup potensial dalam mencapai tujuan tersebut adalah ayam broiler. Usaha peternakan ayam broiler menjadi salah satu alternatif usaha yang bisa dijalankan dan cepat menghasilkan produk. Pemeliharaan usahaternak ayam broiler di kandang Blok B Fakultas Peternakan IPB, merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk belajar mengenai usahaternak bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan pasar global. Usahaternak ayam broiler harus berorientasi pada bisnis yang sustainable atau berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemeliharaan ayam broiler, dan menganalisa pemeliharaan ayam broiler tersebut dengan menggunakan analisis pendapatan dan analisis harga pokok produksi untuk mengetahui kondisi usahaternak yang dijalankan. Analisis harga pokok produksi digunakan untuk informasi dalam penentuan harga jual usahaternak ayam broiler yang dihasilkan, sedangkan analisis pendapatan digunakan untuk menganalisa kondisi usahaternak ayam broiler yang dijalankan. Penelitian dilakukan di Kandang Unggas (kandang blok B) Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, yang beralamat di Desa Babakan RT 05 RW 10 Dramaga, Bogor. Penelitian dilakukan selama tiga bulan yang dimulai dari bulan Juli sampai dengan September 2009. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dengan ikut melakukan proses manajerial, teknis maupun pengawasan terhadap usahaternak yang dipelihara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.
Pemeliharaan ayam broiler dilakukan dengan menggunakan sistem pemeliharaan all in all out secara intensif. Tata laksana manajemen yang diterapkan dibedakan menjadi 4 bagian yaitu : 1) masa kosong kandang atau persiapan kandang, 2) persiapan DOC masuk, 3) pemeliharaan ayam broiler sampai dengan umur panen, 4) masa panen. Pembagian tata laksana ini ditujukan agar memudahkan manajemen dalam setiap periode. Hasil analisis menunjukkan bahwa komponen biaya produksi terbesar adalah biaya pakan yang mencapai 75,55%, biaya pakan merupakan komponen utama dalam pemeliharaan ayam broiler. Komponen biaya produksi terbesar berikutnya yaitu biaya bibit atau DOC, yaitu sebesar 19,07%. Pakan dan bibit merupakan komponen biaya produksi terbesar yang dikeluarkan di suatu peternakan. Pendapatan bersih yang didapatkan dalam usahaternak ini bernilai  negatif, artinya usahaternak yang dijalankan dalam keadaan rugi, sebesar Rp927.531,3. Kerugian ini dikarenakan tidak tercapainya efisiensi ekonomi. Jumlah ayam yang dipelihara tidak efisien, dalam hal ini belum mencapai skala usaha ekonomis. Nilai harga pokok produksi yang ditentukan dengan metode full costing dalam usahaternak ayam broiler pada satu kali periode menunjukkan nilai yang tinggi yaitu Rp6.287.031,3 atau Rp27.454,28 per ekornya. Harga pokok produksi dengan metode variable costing didapatkan sebesar Rp5.348.531,3 atau Rp23.356,03 per ekornya. Biaya pokok produksi tertinggi digunakan untuk biaya pakan. Berdasarkan metode variable costing peternak harusnya menjual ayam broiler hidup per kg dengan harga Rp13.779,63 atau Rp24.356,03 per bobot hidup ayam broiler. Berdasarkan metode full costing peternak harusnya menjual ayam broiler hidup per kg dengan harga Rp16.022,05 atau Rp28.454,28 per bobot hidup ayam broiler. Namun dalam kenyataannya peternak harus mengikuti harga pasar yang nilainya di bawah dari nilai harga jual tersebut, sehingga peternak mengalam kerugian.


Kata-kata kunci : budidaya ayam broiler, analisis pendapatan usaha ternak, analisis harga pokok produksi

DOWNLOAD FILE 1


DOWNLOAD FILE 2

loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 22:38

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...