Antibiotik Pada Ternak Unggas

Posted by

Antibiotik adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh berbagai spesies mikroorganisme dan bersifat toksik terhadap spesies mikroorganisme lain. Sifat toksik senyawa-senyawa yang dihasilkan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan (bakteriostatik) dan ada yang langsung membunuh (bakteriosidal) mikroba lain yang kontak dengan antibiotik tersebut. Saat ini telah diketahui macam-macam antibiotik serta pemakaiannya dalam bidang kedokteran, peternakan, pertanian, dan beberapa bidang lain. Walaupun demikian, tidak semua antibiotik dikenal oleh masyarakat umum. Hanya antibiotik-antibiotik yang penting dan banyak digunakan yang dikenal oleh masyarakat. Penelitian para ahli membuktikan bahwa antibiotik berbeda kemampuan dalam menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik tidak dapat memengaruhi semua mikroorganisme patogen, tetapi mempunyai spektrum tertentu (Sumardjo 2006).

Menurut Kee dan Hayes (1996) obat-obatan antibakterial dapat mempunyai spektrum sempit atau spektrum luas. Antibiotik berspektrum sempit terutama efektif untuk melawan satu jenis organisme. Contohnya penisilin dan eritromisin dipakai untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh Gram positif. Antibiotik spektrum luas seperti tetrasiklin dan sefalosporin efektif terhadap organisme baik Gram positif maupun Gram negatif. Antibiotik yang berspektrum sempit lebih aktif dalam melawan organisme tunggal dibandingkan dengan antibiotik berspektrum luas.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 2406/Menkes/PER/XII/ 2011 tentang pedoman umum penggunaan antibiotik (DEPKESRI 2011), agar dapat menunjukkan aktivitas sebagai sida (membunuh) ataupun ostatik (menghambat), antibiotik harus memiliki beberapa sifat berikut ini:
1. Aktivitas mikrobiologi. Antibiotik harus terikat pada tempat ikatan spesifiknya (misalnya ribosom atau ikatan penisilin pada protein).
2. Kadar antibiotik pada tempat infeksi harus cukup tinggi. Semakin tinggi kadar antibiotik semakin banyak tempat ikatannya pada sel.
3. Antibiotik harus tetap berada pada tempat ikatannya untuk waktu yang cukup memadai agar diperoleh efek yang kuat.
4. Kadar hambat minimal. Kadar ini menggambarkan jumlah minimal obat yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

Antibiotik telah digunakan pada unggas sejak tahun 1940-an, pada saat itu ditemukan juga produk sampingan dari antibiotik tersebut. Antibiotik menghasilkan vitamin B12 yang tinggi dengan membantu proses pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan pemakaian vitamin B12 secara tunggal. Mekanismenya adalah dengan menekan bakteri jahat pada usus yang dapat mengakibatkan peradangan dan mendukung bakteri baik. Tujuan sebagai promotor pertumbuhan sama dengan probiotik (Kompiang 2009).

Daftar Pustaka

Kee JL, Hayes ER. 1996. Farmakologi, Pendekatan Proses Keperawatan. Anugerah P, penerjemah; Asih Y, editor. Jakarta (ID): Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kompiang IP.2009.Pemanfaatan Mikrorganisme sebagi Probiotik Untuk Meningkatkan Produksi Ternak Unggas Di Indonesia.Pengembangan Inovasi Pertanian. 2(3): 177-191
Sumardjo D. 2006.Pengantar Kimia. Jakarta (ID): Penerbit Buku Kedokteran EGC.


loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 23:08

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...