Cross Breeding Pada Ternak Kerbau

Posted by

Cross Breeding Pada Ternak Kerbau

Cross breeding atau kawin silang biasanya dilakukan dengan tujuan meningkatkan (memanfaatkan) heterozigositas dan mengkombinasikan sifat-sifat baik antara bangsa yang berbeda (Martojo, 1985). Tergolong kawin silang, yaitu persilangan antar galur (linecrossing), persilangan antar bangsa (breed) dan persilangan antar spesies. Persilangan antar spesies merupakan persilangan yang paling jarang dilakukan, karena ternak dari spesies berbeda sering gagal untuk disilangkan (Noor, 2004).



Cross breeding berpengaruh dalam meningkatkan proporsi gen-gen yang heterozigot dan menurunkan proporsi gen yang homozigot. Derajat heterozigositas tergantung dari hubungan kekerabatan ternak yang disilangkan. Jika ternak yang tidak memiliki hubungan keluarga disilangkan maka keturunannya cenderung menampilkan performa yang lebih baik dari rataan performa tetuanya. Fenomena ini disebut dengan hybrid vigor yang dapat diukur secara kuantitatif, disebut dengan heterosis. Heterosis dikatakan ada jika rataan performa hasil persilangan melebihi rataan tetua yang purebred (Noor, 2004).

Martojo (1985) menyatakan heterosis timbul sebagai akibat adanya heterozigositas pada keturunan silangan yang tampak antara lain dari meningkatnya sifat produksi bila dibandingkan terhadap rataan produksi kedua bangsa tetua yang disilangkan.

Daftar Pustaka

Martojo, H. 1985. Peningkatan Mutu Genetik Ternak. PAU Bioteknologi. Laboratorium Genetika Terapan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Noor, R. R. 2004. Genetika Ternak. Penerbit Swadaya, Bogor.


loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 12:04

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...