Deskripsi Mycoplasma gallinarum

Posted by

Mycoplasma termasuk ke dalam kelas Mollicutes yang memiliki dinding sel yang tipis dan merupakan keturunan filogenetik dari Lactobacillus-Clostridium yang kehilangan dinding selnya (Coles 2007). Habitat utama pada hewan adalah permukaan saluran pernapasan dan mata, kelenjar mamari dan sendi pada beberapa hewan (Wan et al. 2010).

Unggas yang mengalami infeksi saluran pernapasan akan menunjukkan gejala seperti batuk, gangguan pernapasan, pertumbuhan yang buruk dan penurunan produksi yang menyebabkan kerugian ekonomi tinggi (Pang et al. 2002). Mycoplasmosis dapat ditularkan secara vertikal melalui telur. Infeksi Mycoplasma sp. penting untuk diperhatikan karena dapat mengakibatkan penurunan produksi telur, meningkatkan tingkat mortalitas embrio atau ayam, dan konversi pakan yang buruk. Infeksi kronis dan yang tak terlihat lebih umum terjadi dan sangat mengancam kesehatan ayam (Nascimento et al. 2005). Menurut Cumpanasoiu (2008) penyakit mikoplasmosis pada burung ditandai dengan gejala pernapasan yang kronis seperti ngorok, batuk, gangguan pertumbuhan, penurunan bobot badan, penurunan produksi telur, dan terkadang menyebabkan kaheksia. M. gallinarum telah diidentifikasi sebagai komensal pada berbagai inang vertebrata termasuk unggas, sapi, babi, dan domba (Rimaviciute et al. 2012).

Spesies ini merupakan salah satu spesies yang paling sering terisolasi dari unggas dan dapat menyebabkan Mycoplasmosis dengan masa inkubasi 6-20 hari (CFSPH 2007). Umumnya kolonisasi ini pada saluran pernapasan unggas tidak menimbulkan kelainan secara patologi atau penyakit. M. gallinarum pernah dilaporkan menyebabkan air sacculitis sementara pada ayam yang terinfeksi secara inhalasi atau inokulasi air sac dengan kombinasi dari infectious bronchitis virus (IBV) atau vaksin untuk IBV dan Newcastle disease(ND). M. Gallinarum tidak menginduksi respon antibodi yang kuat dari IgG dan IgM hampir tidak terdeteksi (Wan et al. 2004).

Daftar Pustaka

Coles BH. 2007. Essensial of Avian Medicine & Surgery. Ames. IA (US): Blackwell Publishing Ltd.
Cumpanasoiu C. 2008. The development of avian respiratory Mycoplasmosis in a poultry farm.Lucrac Stiintif Medec Vet. 41: 583-586.
Davis. 2009. E. coli 0157:H7 (Escherichia coli 0157:H7 infection) [internet]. [waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. [diunduh 2013 Juli 27]. Tersedia pada http://www.medicinenet.com/e_coli0157h7/article.htm
Nascimento ER, Pereira VLA, Nascimento MGF, Barreto ML. 2005. Avian Mycoplasmosis update. Brazil J Poult Scien. 7(1): 1-9.
Pang Y, Wang H, Girshick T, Xie Z, Khan MI.2002.Development and application of a Multiplex Chain Reaction for Avian Respiratory Agents. Avian Dis. 46:691-699.
The Center for Food Security and Public Health.2007. Avian Mycoplasmosis (Mycoplasma gallisepticum)[internet]. [waktu dan tempat tidak diketahui]. [diunduh 2013 Juli 27]. Tersedia pada http://www.cfsph.iastate.edu/Factsheets/pdfs/avian_mycoplasmosis_mycopl asma_gallisepticum.pdf
Wan X,Branton SL, Collier SD, Evans JD, Leigh SA, dan Pharr GT.2010.Proteomics inference of genes involved in host adaptation of Mycoplasma gallinarum.Vet Microbial. 145(2010): 177-184
Wan X,Branton SL, Hanson LA, Pharr GT. 2004.Identification and initial Characterization of a Putative Mycoplasma gallinarum leucine aminopeptidase gene.Curr Microbiol Internation J. 48: 32-38.


loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 17:30

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...