Escherichia coli Pada Ternak Unggas

Posted by

Menurut Barnes et al. (2003) Escherichia merupakan genus dari famili Enterobacteriaceae yang dapat tumbuh secara anaerob maupun aerob (anaerob fakultatif) menggunakan karbon sederhana dan sumber nitrogen. Terdapat banyak spesies baru dalam kelompok genus ini, tetapi E. coli yang sering menyebabkan penyakit dan merupakan mikroorganisme patogen yang paling penting. E. coli dapat ditemukan di tanah dan di air, juga pada organisme hidup, termasuk tanaman, hewan dan manusia. Bakteri ini dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak lazim, seperti sumber air panas, gunung merapi, laut, gletser, dan awan (Manning 2005).

Kondisi yang optimal untuk pertumbuhannya adalah pada suhu 98 °F dengan kisaran antara 45 sampai 114 °F. E. coli tumbuh  dengan baik pada pH 6-8, tetapi bisa saja tumbuh pada pH yang rendah yaitu 4,3 dan dapat tumbuh juga pada pH yang sangat tinggi yaitu sekitar 9 sampai 10. E. coli sensitif pada beberapa obat, diantaranya ampisilin, kloramfenikol, klortetrasiklin, neomisin, nitrofurans, gentamisin, ormetiprim-sulfadimektosin, nalidixic acid, oksitetrasiklin, polimiksin B, spektinomisin, streptomisin, dan golongan sulfa (Barnes et al. 2003). E. coli memiliki 5 galur yang menyebabkan penyakit diare yaitu E. coli enteropatogenik (EPEC), E. coli enteroinvasif (EIEC), E. coli enterotoksigenik (ETEC), E. coli enterohemoragik (EHEC), dan E. Coli enteroagregatif (EAEC) (Jawetz et al. 1996).

Collibacillosis adalah penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh Escherichia coli dengan masa inkubasi 3-5 hari (Davis 2009). Tanda klinis collibacillosis tidak spesifik dan dipengaruhi oleh umur ayam, lama infeksi, organ yang terserang dan adanya penyakit lain bersamanya. Pada ayam pedaging umur 4-8 minggu dan ayam petelur umur ± 20 minggu dapat terjadi septicaemia akut dan menimbulkan kematian, yang didahului dengan nafsu makan hilang, malas bergerak/inaktif, dan mengantuk (Barnes et al. 2003). Penyakit collibacillosis dapat dimanifestasikan dalam bentuk kelainan organ, seperti septicaemia, enteritis, granuloma, omphalitis, sinusitis, airsacculitis, arthritis/synovitis, peritonitis, perikarditis, selulitis dan swollen head syndrome (SHS), oovoritis, salpingitis, panopthalmitis, dan bursitis sternalis (Barnes dan Gross 1997).


Daftar Pustaka

Barnes HJ, Vaillancourt JP, dan Gross WB. 2003. Diseases of Poultry. 11th ed. Barnes HJ, Fadly AM, Glisson JR, McDougald LR, Swayne DE, ed. Ames. IA (US) : Iowa State University Press.
Barnes HJ, Vaillancourt JP, dan Gross WB. 2003. Diseases of Poultry. 11th ed. Barnes HJ, Fadly AM, Glisson JR, McDougald LR, Swayne DE, ed. Ames. IA (US) : Iowa State University Press.
Davis. 2009. E. coli 0157:H7 (Escherichia coli 0157:H7 infection) [internet]. [waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. [diunduh 2013 Juli 27]. Tersedia pada http://www.medicinenet.com/e_coli0157h7/article.html.
Jawetz E, Melnick JL, Adelberg EA.1996. Mikrobiologi untuk Profesi Kesehatan. Jakarta (ID): Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Manning SD. 2005.Escherichia coli Infections. (US): Chelsea House Publishers.


loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 17:34

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...