Evaluation of Implementation of Artificial Insemination (AI) Program on Beef Cattle in Sawahlunto City

Posted by

JENI FEBRIANTO. Evaluation of Implementation of Artificial Insemination (AI) Program on Beef Cattle in Sawahlunto City.

Study in investigating the technical and socio-economic conditions that may affect the successful implementation of Artificial Insemination (AI) program were done in Sawahlunto July 2011 to September 2012. This study was conducted through interviews with survey methods in the form of questionnaires to 44 farmers and 16 inseminators. This study aimed to determine the factors that could affect the successful implementation of the AI program. The results of the study showed that most farmers had low level of education and experience. Raising beef cattle only as a side job, with the majority of main jobs as farmers and cattle ownership below 5 heads. Animal husbandry technique applied by most breeders was a semiintensive and a small portion was applied extensively. Experience of inseminator on duty was low and half of inseminator did not have a License in Performing  Artificial Insemination (SIMI). Working system of inseminator has been performed well, but the working capability still less. The success rate of implementation of the AI program were assessed from the number of services per conception (S/C) and conception rate (CR) had been good, but the value of calving interval (CI) still low. Factors that influence the success rate of implementation of the AI program was raising experience and farming system which in use, while the level of education and participation of farmers had no effect. Keywords: artificial insemination, beef cattle, conception rate, Sawahlunto, services per conception

DOWNLOAD FILE (klik di bawah ini)
Evaluasi Keberhasilan Pelaksanaan Program Inseminasi Buatan (IB) Pada Sapi Potong Di Kota Sawahlunto.pdf - 451 KB

Evaluasi Keberhasilan Pelaksanaan Program Inseminasi Buatan (IB) pada Sapi Potong di Kota Sawahlunto.  

Kajian untuk melihat kondisi teknis maupun sosial ekonomi yang mungkin berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan program inseminasi buatan (IB) telah dilakukan di Kota Sawahlunto pada Juli 2011 sampai September 2012. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei melalui wawancara berupa kuisioner terhadap 44 peternak dan 16 inseminator. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan pelaksanaan program IB. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar peternak memiliki tingkat pendidikan dan tingkat pengalaman yang rendah. Berternak sapi potong hanya sebagai usaha sampingan, dengan mayoritas pekerjaan utama sebagai petani dan kepemilikan ternak dibawah 5 ekor. Teknik pemeliharaan ternak yang diterapkan sebagian besar peternak adalah secara semi intensif dan sebagian kecil masih menerapkan secara ekstensif. Pengalaman bertugas inseminator masih rendah dan setengah dari inseminator ini tidak memiliki Surat Izin Melakukan Inseminasi Buatan (SIMI). Sistem kerja inseminator sudah dilakukan dengan baik, namun kapasitas kerjanya masih kurang. Tingkat keberhasilan pelaksanaan program IB yang dinilai dari angka service per conception (S/C) dan conception rate (CR) sudah baik, namun nilai calving interval (CI) masih buruk. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan program IB ini adalah pengalaman berternak dan sistem pemeliharaan ternak yang digunakan, sedangkan tingkat pendidikan dan partisipasi peternak tidak berpengaruh.

Kata kunci: angka konsepsi, inseminasi buatan, inseminasi per kebuntingan, Sawahlunto, sapi potong




loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 12:55

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...