Hubungan Antara Suhu dan Ayam Broiler

Posted by

Suhu udara melukiskan lingkungan termal, karena pancaran panas sensibel hewan merupakan fungsi dari perbedaan antara suhu tubuh dan suhu lingkungan. Hewan juga memancarkan sebagian panas metabolik dalam bentuk uap air atau panas laten yang dipengaruhi oleh kelembaban (RH).

Hewan memiliki sifat homeothermis yaitu kecenderungan untuk mempertahankan suhu tubuh yang konstan melalui suatu keseimbangan antara produksi dan pancaran panas.
Ciri-ciri dari hewan yang memiliki sifat homeothermis antara lain:
a. Berdarah panas
b. Pada vertebrata tingkat tinggi
c. Lingkungan internal diatur secara tepat
d. Tubuh mempertahankan suhu hampir konstan dengan pengaturan gula darah, elektrolit, dan bahan lain

Gambar 1. Zonasi hubungan suhu lingkungan terhadap hewan (Bianca, dalam Silanikove 2000)


Dalam hubungan dengan suhu lingkungan, dikenal istilah zona nyaman (comfort zone) bagi hewan. Zona nyaman bagi hewan tercapai jika:
a. Pembuluh darah tidak mengembang ataupun mengkerut.
b. Evaporasi dari kulit dan saluran nafas terjadi pada tingkat yang minimum.
c. Rambut atau bulu tidak tegang.
d. Respon tingkah laku terhadap panas atau dingin tidak terlihat.


Bila suhu turun di bawah A, maka akan terjadi mengkerutnya pembuluh darah dan tegangnya rambut atau bulu. Tujuan dari hal itu adalah mengurangi aliran darah, meminimisasi terjadinya pindah panas, menurunkan konduktivitas termal, dan meningkatkan ketebalan kulit.

Bila suhu turun di bawah B hewan akan meningkatkan konsumsi pakan untuk meningkatkan metabolisme sebagai kompensasi kehilangan panas. Pada titik C, sifat homeothermi pada hewan mulai gagal berfungsi. Sehingga produksi panas tidak dapat mengimbangi kehilangan panas dari tubuh hewan. Suhu tubuh ayam relatif stabil pada kisaran tertentu yaitu 40-41oC. Namun saat berumur 0-5 hari, ayam masih belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri. Ayam baru bisa mengatur suhu tubuhnya secara optimal sejak umur 2 minggu.

Tabel 2. Suhu dan kelembaban udara yang nyaman bagi ayam
Umur (hari)
Suhu (oC)
Kelembaban (%)
1
29-32
60-70
3
27-30
60-70
6
25-28
60-70
9
25-27
60-70
12
25-26
60-70
≥ 15
24-25
60-70

Untuk menyesuaikan diri dengan suhu lingkungannya, ternak unggas jenis ayam akan melakukan sesuatu untuk membantu mempertahankan suhu tubuhnya pada batas normal. Pada suhu yang tinggi, unggas akan cenderung jarang untuk berkumpul. Dalam kandang dengan suhu yang tinggi, ayam akan menjauh satu sama lain, napas terengah-engah, dan mengepakkan sayapnya untuk memaksimalkan panas sensibel yang keluar. Pada suhu rendah, kondisi sebaliknya terjadi. Ayam akan lebih sering berkumpul, dan aktivitas akan berkurang (Mech dalam Daghir, 1998).

Daftar Pustaka

Silanikove N. 2000. Effects of heat stress on the welfare of extensively managed domestic ruminants. Livestock Production Science 67 (2000) 1 –18.
Daghir NJ. 1998. Poultry Production in Hot Climates. CAB International, New York.


loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 17:40

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...