Limbah Rumah Pemotongan Ayam Pada Pembesaran Ikan Lele Dumbo

Posted by

Ikan lele dumbo Clarias sp. merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat saat ini. Hal ini ditunjukkan permintaan ikan lele untuk daerah Jabodetabek saja mencapai 150 ton ikan lele per harinya. Berdasarkan informasi di atas, kebutuhan ikan lele di masa yang akan datang cenderung meningkat, hal ini mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menargetkan peningkatkan produksi lele pada tahun 2014 sebesar 450%, yakni dari 200.000 ton per tahun menjadi 900.000 ton per tahun (Muhammad, 2011).

Ikan lele banyak dipilih oleh pembudidaya sebagai ikan yang dibudidayakan karena ikan lele dapat dibudidayakan di lahan yang sempit. Selain itu ikan lele dapat hidup di perairan yang memiliki kandungan oksigen yang rendah, hal itu disebabkan ikan lele memiliki organ pernafasan tambahan berupa arborescent organ.Meskipun produksi ikan lele tinggi, namun pembudidaya belum menikmati hasil yang maksimal. Hal ini disebabkan karena harga pakan komersil yang relatif mahal yaitu sebesar Rp 7000/kg (Anonim, 2010).

Usus ayam sebagai limbah rumah pemotongan ayam
Pakan merupakan komponen biaya produksi yang cukup besar, yaitu hampir 40-89% dari total biaya produksi (Suprayudi, 2010). Harga pakan ikan yang tidak sebanding dengan harga ikan air tawar menyebabkan keuntungan yang diperoleh pembudidaya menjadi rendah (Khairuman dan Amri, 2008). Berdasarkan hal di atas, saat ini banyak pembudidaya yang memanfaatkan limbah rumah pemotongan ayam (RPA) berupa usus ayam, darah ayam, dan daging giling dijadikan sebagai pakan pengganti dari pakan buatan selama beberapa hari sebelum panen untuk menekan biaya produksi. Selain memiliki harga yang lebih murah dibandingkan pakan buatan, pakan limbah RPA juga memiliki kandungan protein sebesar 26,31% yang diharapkan mampu mencukupi kebutuhan protein ikan lele yaitu 25-32% (NRC, 1993).


Harga pakan limbah rumah pemotongan ayam ini yaitu berkisar Rp 1.200-Rp 1.500 per kg (Anonim, 2010). Limbah jeroan dapat dihasilkan dari peternak ayam dan rumah pemotongan ayam. Sebuah perusahaan pemotongan ayam di desa Jabon Mekar, Bogor dapat menghasilkan limbah usus, darah dan bulu ayam sekitar 5 ton/hari (Sandjojo, 2011).


Anonim. 2010. Pemanfaatan limbah untuk mengatasi pakan mahal. [http://www.indonesianaquaculture.com]. [9 April 2011].
Khairul, Amri. 2008. Peluang Usaha dan Teknik Budidaya Lele Sangkuriang. Jakarta: Penebar Swadaya.
Muhammad, F. 2010. Festival Lele. [http://www.kkp.go.id]. [ 9 April 2011].
National Research Council. 1993. Nutrient requirement of fish. National academy press, Washington DC.
Sandjojo, E.P. 2011. Rumah potong terbesar akan tingkatkan produksi. [http://bisniskeuangan.kompas.com]. [8 Agustus 2011].
Suprayudi, M.A. 2010. Bahan baku lokal: Tantangan dan harapan akuakultur masa depan. Abstrak. Simposium Nasional Bioteknologi Akuakultur III. IPB Convention Center, Bogor, Oktober 2010. p. 31.
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 22:39

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...