Manajemen Budidaya Ayam Broiler

Posted by

Pemeliharaan ayam broiler dilakukan dengan menggunakan sistem pemeliharaan all in all out, yaitu sistem pemeliharaan yang memasukkan dan memelihara DOC (Day Old Chick) dalam kandang dengan umur yang sama dan dapat dipanen dalam umur yang sama. Sistem pemeliharaan ini dapat mempermudah dalam proses pengelolaan produksi dan dapat mengurangi stres pada ayam. Cara pemeliharaan yang dilakukan menggunakan program pemeliharaan intensif, yaitu ayam dipelihara di dalam kandang hingga masa panen. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi cekaman pada ayam. Manajemen budidaya ayam broiler merupakan tanggung jawab bagi peternak dalam mengelola dari segi teknis untuk dapat mengoptimalkan produksi. Tatalaksana manajemen yang diterapkan dibedakan menjadi 4 bagian yaitu: 1) Masa kosong kandang atau persiapan kandang, 2) persiapan DOC tiba, 3) pemeliharaan ayam broiler sampai dengan umur panen, 4) masa panen. Hal ini ditujukan agar memudahkan manajemen dalam setiap periode.

Masa Kosong Kandang
Tatalaksana pemeliharaan ayam broiler diawali dengan pembersihan dan desinfektan ruangan kandang besarta peralatannya. Pembersihan awal dilakukan membersihkan lantai kandang dengan cara disapu terlebih dahulu, kemudian pencucian kandang dilakukan dengan cara menyikat semua unit kandang dengan menggunakan air biasa kemudian dikeringkan. Pembersihan kedua dilakukan dengan mencuci ulang semua unit kandang dengan menggunakan campuran air dan Lysol, kemudian dibilas dengan air sampai bersih. Setelah semua dalam keadaan kering dilakukan pengapuran. Pemasangan alas sekam dilakukan setelah bagian dalam kandang mengering seutuhnya. Setelah itu kandang ditaburi sekam dengan ketinggian sekitar 7-8 cm. Desinfeksi kandang dilakukan dengan menggunakan campuran air dan Formalin dengan cara disemprotkan dan kemudian dikeringkan. Kegiatan penyemprotan kandang dengan desinfektan bertujuan untuk membunuh kuman penyakit yang masih menempel di dalam kandang. Fumigasi dengan gas lebih efektif jika dibandingkan dengan penyemprotan cairan, karena daya tembus gas lebih dalam dari pada cairan untuk membunuh kuman penyakit. Kondisi di lapang untuk mencari bahan kimia KMNO4 ternyata sangat sulit untuk didapatkan, sehingga dalam penelitian ini desinfeksi kandang hanya dilakukan dengan penyemprotan formalin.

Sterilisasi peralatan berupa tempat pakan dan minum dilakukan dengan cara mengangkat semua peralatan tersebut dari kandang, kemudian dicuci dan disikat dengan menggunakan campuran air dan deterjen. Setelah itu dibilas dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan. Sterilisasi tempat pakan dan minum juga dilakukan dengan menggunakan campuran air dan biocid, kemudian dibiarkan kering. Fadilah (2004) menjelaskan bahwa proses pencucian ini harus meliputi semua bagian, jangan sampai ada bagian yang terlewatkan, serta menaburkan atau menyemprotkan kapur tohor ke bagian dalam, lantai, dan sekeliling luar kandang. Rasyaf (2008) menjelaskan lebih lanjut bahwa kandang harus sudah dibersihkan dengan air bersih yang telah dicampur dengan pembunuh kuman/desinfektan. Semua peralatan, termasuk tempat ransum dan tempat minum. Setelah itu semua unit kandang dan peralatan diistirahatkan hingga DOC (Day Old Chick) siap untuk masuk. Pembersihan lingkungan kandang juga dilakukan untuk meminimalisir sumber kontaminan dan penyakit yang dapat mengganggu kesehatan ayam broiler.

Persiapan DOC Masuk
Sebelum DOC tiba, kandang dan peralatannya harus sudah disiapkan dan diatur tata letaknya, sehingga ketika DOC telah tiba, kandang dan semua peralatan serta suhu lingkungan kandang telah siap pakai dan sesuai untuk DOC. Pemanas buatan sudah dinyalakan kira-kira 6-8 jam sebelum DOC masuk. Koran dipasang di atas sekam dengan tujuan menghindarkan luka pada kaki-kaki DOC akibat tekstur sekam yang tajam. Tempat pakan, tempat minum, pemanas, pakan telah dalam kondisi siap untuk digunakan. Letak tempat pakan dan minum diatur sedemikian rupa agar DOC tidak kesulitan dalam menjangkau dan mengkonsumsi makanan. Pemanas yang digunakan adalah lampu pijar 60 watt yang sekaligus digunakan sebagai penerangan di dalam kandang. Begitu DOC tiba, langsung dilakukan seleksi untuk dilihat kondisi dan kesehatannya kemudian dilakukan penimbangan awal. Awal penerimaan DOC ini sangatlah penting dan membutuhkan pengamatan dan perhatian yang jeli dikarenakan sangat menentukan hasil produksi ayam broiler nantinya.

Jika DOC yang diterima ini kondisinya lemah dan kesehatannya kurang baik atau cacat seperti pincang, biasanya ukuran badan tidak akan seragam besarnya dan pada minggu awal pemeliharaan mortalitasnya cukup tinggi. Setelah DOC yang diterima diperiksa kondisi dan ditimbang, DOC dimasukkan dan ditebar di dalam kandang yang sudah disesuaikan kondisinya, selanjutnya DOC diberi air minum yang dicampur dengan gula untuk memulihkan kondisi dan daya tahan tubuh DOC selama perjalanan dalam pengiriman. Pemberian pakan diberikan dengan cara disebarkan di atas baki untuk memudahkan DOC makan.

Masa Pemeliharaan
Sistem budidaya ayam broiler dilakukan secara intensif, dengan sistem pemeliharaan all in all out. Tatalaksana pemeliharaan ayam broiler sampai pada umur panen juga dibedakan lagi dalam tahapan-tahapan setiap minggunya. Memasuki minggu pertama pemeliharaan, DOC harus mendapatkan perhatian ekstra. Minggu pertama yang dilakukan adalah: Pemanas dipasang dan digunakan secara terus menerus siang dan malam, diberikan air gula dan obat antistres (vitachicks) selama 3 hari pertama, dilakukan vaksinasi Newcastle Disease (ND) La Sota pada umur 3 hari dengan cara tetes mata, untuk kandang suhu lingkungan tirai belum dibuka.

Tirai ditutup selama 24 jam pada minggu pertama, dengan memperhatikan arah angin dan gerak ayam. Tata laksana penggunaan tirai yang benar selama masa brooding sangat menentukan aktivitas ayam dalam kandang. Tujuan dari pemasangan tirai adalah untuk menjaga suhu dalam kandang serta menghindari cuaca buruk. Tirai dipasang sedemikian rupa untuk mempermudah membuka dan menutup apabila terjadi perubahan cuaca atau suhu dalam kandang, sehingga suhu dalam kandang dapat terjaga sesuai dengan kenyamanan ayam (Yunus et al., 2007). Lapisan koran di atas sekam sudah mulai dibuka pada hari keempat. Penggunaan lapisan koran di atas sekam ini difungsikan untuk melindungi DOC dari sekam-sekam yang masih tajam, yang dikhawatirkan dapat melukai DOC. Minggu kedua, tirai pada kandang sudah mulai dibuka 1/3 bagian bawahnya. Pemanas masih digunakan dengan melihat kondisi dan kebutuhan ayam. Vaksinasi Gumboro B atau IBD (Infectious Bursal Disease) dilakukan saat ayam umur 10 hari dengan cara lewat air minum. Pada minggu ini dilakukan pula penimbangan bobot badan yang kedua.

Minggu ketiga, tirai pada kandang sudah dibuka 2/3 bagian bawahnya atau dibuka semua jika kondisi siang hari cuaca cukup panas. Pemanas mulai diangkat dari tiap-tiap sekat dan setiap unit kandang hanya diberikan satu yang berada di atas dan di tengah-tengah kandang. Pakan ditaruh pada tempat pakan yang digantung setinggi jangkauan ayam. Dilakukan penimbangan bobot badan yang ketiga. Minggu keempat, tirai pada kandang dapat dibuka seluruhnya kecuali jika kondisi cuaca dingin dan pada kondisi hujan. Dilakukan penimbangan berat badan mingguan yang keempat. Pada minggu ini dilakukan vaksinasi ND (Newcastle Disease) yang kedua yaitu diberikan pada saat ayam umur 22 hari. Vaksinasi dilakukan melalui rute intramuskular, yaitu dengan melakukan penyuntikan di bagian dada. Sekam yang sudah basah dengan bau amoniak yang menyengat diangkat sedikit-sedikit agar ayam tidak stres dan dilakukan penambahan sekam pada bagian yang diangkat tersebut. Pengamatan yang dilakukan pada minggu ini harus lebih jeli lagi sehingga dapat mempertimbangkan kondisi ayam saat itu.

Minggu terakhir masa pemeliharaan ayam broiler lebih menekankan pada perhatian dan kondisi kesehatan ayam broiler dimasa-masa sebelum panen. Sistem buka tutup tirai masih digunakan untuk disesuaikan dengan kenyamanan ayam dalam kandang. Penimbangan bobot badan ayam dilakukan sebelum pemanenan, hal ini dilakukan untuk mengetahui bobot akhir ayam pada saat panen. Kegiatan umum yang dilakukan setiap hari dari minggu pertama hingga minggu kelima secara umum meliputi peninjauan kondisi dan kesehatan ayam, mencermati tingkah laku gerak ayam, pergantian sekam yang sudah basah dan jelek kualitasnya, pemberian pakan, minum dan obat-obatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ayam, serta mengamati keseragaman pertumbuhan ayam. Selain itu, ayam yang kerdil dan sakit harus dipisahkan, dilakukan penghitungan penggunaan pakan dan mortalitas ayam. Ayam yang mati dilakukan pembedahan
pada bangkai ayam tersebut agar dapat diketahui penyebab kematiannya.

Masa Panen
Waktu pemanenan ini sebelumnya telah direncanakan pada masa awal pemeliharaan, yaitu selama lima minggu atau 35 hari pemeliharaan. Harga hasil produksi ayam broiler ditentukan oleh harga pasar yang berlaku atau dikenal dengan sebutan harga posko. Harga posko adalah harga jual di kandang atas dasar permintaan pasar yang berlaku di daerah tersebut. Harga jual ayam hidup atau harga posko ini relatif berfluktuatif. Fluktuasi harga ini tidak dapat diprediksi dari biaya produksi maupun kualitas produk yang dihasilkan. Hal tersebut merupakan ancaman serius terhadap kelancaran usaha peternakan ayam broiler, khususnya bagi peternak mandiri.



loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 12:10

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...