Masalah dan Solusi Pemanfaatan Limbah Jagung Untuk Pakan Ternak Domba

Posted by

Pengembangan penyediaan protein hewani yang berasal dari ternak pedaging perlu mendapat perhatian mengingat permintaan daging sampai saat ini belum dapat dipenuhi dalam negeri. Kendala yang sering dijumpai antara lain masih rendahnya produktivitas ternak akibat rendahnya ketersediaan pakan. Salah satu sumber pasokan daging untuk kebutuhan masyarakat berasal dari domba. Saat ini potensi untuk mengembangkan peternakan domba mulai terbuka, berdasarkan data statistik tahun 2008 populasi ternak domba di Indonesia mencapai 10.392.849 ekor. Jawa Barat merupakan provinsi yang berpotensi sebagai tempat pengembangan peternakan domba, hal ini didukung oleh populasi domba yang mencapai 4.926.803 ekor yang merupakan provinsi dengan populasi domba tertinggi di Indonesia. Domba ekor tipis merupakan ternak domba yang paling banyak populasinya dan paling luas penyebarannya di Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai ternak penghasil daging.

Peningkatan produksi ternak domba harus diikuti oleh penyediaan hijauan pakan yang cukup baik dalam jumlah maupun kualitas karena hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia Rumput lapang merupakan pakan hijauan yang sudah umum digunakan oleh para peternak sebagai pakan utama ternak ruminansia untuk memenuhi kebutuhan serat kasar. Ketersediaan hijauan pakan dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan pada musim hujan terjadi kelebihan hijauan pakan. Salah satu cara untuk mengatasi kekurangan hijauan pakan ternak adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan (Syamsu et al., 2003).

Limbah tanaman jagung memiliki potensi untuk pakan ternak sebagai salah satu pakan lokal yang ketersediaannya cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kendala utama yang dihadapi dalam penggunaan limbah tanaman jagung sebagai pakan ternak yaitu protein, kecernaan dan palatabilitas yang rendah, selain itu, sifatnya yang mudah busuk dan voluminous menyulitkan dalam penanganan baik pada saat transportasi maupun penyimpanan, sehingga memerlukan teknologi dalam pemanfaatannya (Mathius dan Sinurat, 2001). Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam rangka meningkatkan manfaat limbah tanaman jagung adalah dengan memanfaatkannya sebagai sumber serat dalam bentuk biskuit hijauan pakan yang memiliki bentuk kompak sehingga diharapkan dapat langsung diberikan kepada ternak dan dapat mengatasi kelangkaan hijauan pakan ternak domba.

Biskuit hijauan pakan merupakan pakan alternatif untuk mengganti hijauan pakan pada saat musim kemarau. Biskuit hijauan pakan dibuat dengan menggunakan bantuan panas dan tekanan.

Sumber :
Mathius, I. W. & A. P. Sinurat. 2001. Pemanfaatan pakan inkonvensional untuk ternak. Wartazoa 11(2): 20-29.
Syamsu, J. A., K. Mudikdjo, & E. G. Sa’id. 2003. Daya dukung limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak ruminansia di Indonesia. Wartazoa 13(1): 30-37.


loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 17:52

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...