Pemanfaatan Limbah Udang Sebagai Pakan Ternak

Posted by

Udang (Litopenaeus vannamei) termasuk filum Arthopoda, kelas Crustacea, ordo Decapoda, dan sub ordo Natania. Tubuh udang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian kepala, perut dan ekor. Bagian kepala dapat mencapai 36-49%, bagian daging mencapai 24-41% dan bagian kulit dan ekor mencapai 17-23%. Proses pengolahan udang menghasilkan limbah padat, antara lain kepala, limbah udang, kaki, dan ekor. Limbah tersebut mudah sekali busuk akibat mikroba, sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah udang memerlukan penanganan yang tepat agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan (Dinas Perikanan, 2009).

Cangkang udang merupakan salah satu limbah dari proses pengolahan produk perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak dengan kandungan protein yang cukup tinggi. Selain dimanfaatkan sebagai bahan campuran ransum ternak, limbah udangpun dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam pembuatan terasi, petis, atau kerupuk udang, sehingga memiliki nilai ekonomis yang relatif rendah (Dinas Perikanan, 2009).

Komposisi kimia limbah udang dan kulit udang dapat dilihat pada Tabel 2.


Proses pengolahan lanjut mampu mengubah limbah kulit udang dan cangkang kepiting menjadi khitin dan khitosan. Produk bernilai ekonomis tinggi itu bisa dimanfaatkan sebagai obat antikolesterol, obat pelangsing tubuh, perban penghenti pendarahan, dan bahan kaus yang mampu menyerap keringat. Perban berkhasiat yang mampu menahan rapat-rapat aliran darah dibuat dari bahan khitosan. Khitosan merupakan hasil olahan dari limbah kulit udang, kulit lobster, dan cangkang kepiting.

Serat dari khitosan ini bisa pula dipakai untuk bahan pakaian dalam seperti kaus singlet, kaus oblong, dan kaus kaki bermutu tinggi. Kaus dari serat bahan khitosan ini mampu menyerap keringat dan menyerap bau badan secara maksimal. Disamping itu, daya serap serat khitosan tadi amat cocok sebagai materi tambahan untuk pembuatan kain tekstil. Berdasarkan riset, serat khitosan mampu mempertahankan warna dari kain tekstil agar tetap cerah walaupun sudah dicuci berkali- kali. Serat dari khitosan ini bagus pula dipakai sebagai bahan penyaring, serta bisa pula dipakai untuk membunuh bakteri dan organisme alami yang muncul (Dinas Perikanan, 2009).

Sumber :

Dinas Perikanan Propinsi DKI Jakarta. 2009. Brosur informasi proyek peningkatan diversifikasi usaha perikanan. www.forum.o-fish.com.
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 12:05

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...