Pengertian Hidrogen Sulfida (H2S)

Posted by

Hidrogen sulfida dibentuk dari reduksi bakteri sulfat dan dekomposisi kandungan sulfur organik pada kotoran dalam kondisi anaerob. Gas H2S merupakan gas yang berwana lebih ringan dari pada udara, mudah larut dalam air dan mempunyai bau seperti telur busuk (Casey et al., 2006). Baku mutu udara ambien untuk H2S 42 μg/m3 atau 0,03 ppm selama 30 menit (KLH, 1988). Gas ini tidak berwarna dan dapat dideteksi pada konsentrasi yang sangat rendah yaitu 0,002 ppm (Soemirat, 2002).



Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh kotoran ayam merupakan masalah lingkungan yang cukup mengganggu. Gas H2S yang dihasilkan dari proses penguraian zat makanan sisa pencernaan dilakukan oleh mikroba perombak protein (Usri, 1988). Gas tersebut toksik bagi manusia dan hewan serta dapat meningkatkan kerentanan penyakit dan dapat mengganggu efisiensi aktivitas para pekerja yang berada di sekitar peternakan karena bau yg ditimbulkan (Martin et al., 2004). Hal tersebut merupakan suatu permasalahan yang cukup nyata pada industri peternakan (Praja, 2006).

Batas rataan konsentrasi gas H2S yang diperbolehkan pada peternakan tempat bekerja selama paparan 8 jam adalah 10 ppm dan batas rata-rata bagi senyawa berbau dalam air terdeteksi adalah 0,00018 mg/L (Ariens et al., 1986). Gas H2S banyak ditemukan di dataran rendah yang tertutup dan memiliki ventilasi yang buruk. Gas H2S pada konsentrasi yang rendah dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, sesak nafas, iritasi hidung, dan tenggorokan. Gas H2S pada konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan pusing, mual, muntah, pingsan, koma bahkan kematian (OSHA, 2005). Pengaruh gas hidrogen sulfida pada manusia disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Pengaruh Paparan Gas Hidrogen Sulfida (H2S) pada Manusia
Kadar Gas H2S (ppm)
Pengaruh pada Manusia
10
20
50-100
200
500 per menit
600 per menit
Iritasi mata
Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan Mual, muntah, diare
Pusing, depresi, rentan pneumonia Mual, muntah, pingsan
Kematian
Sumber : Pauzenga (1991)


Daftar Pustaka

Ariens, E., J. Enni, & A. M. M Simonis. 1986. Toksikologi Umum: Suatu Pengantar. Gajah Mada Univ. Press, Yogyakarta.
Casey, K. D., J. R. Bicudo, D. R Schimidt, A. Singh, S. W. Gay, R. S. Gates, L. D. Jacobson, & S.J Haff. 2006. Air quality and emission from livestock and poultry production waste management system in animal agriculture and the environment. National Centre for Manure and Animal Waste Management White Paper. Pp 1-40.
Kementrian Lingkungan Hidup. 1988. Baku Mutu Udara Ambien. http://www.menlh.go.id. [18 April 2010].
Martin, R. W., J. R. Mihelcic, & J. C. Crittenden. 2004. Design and performance characterization strategy using modeling for biofiltration control of odorous hydrogen sulfide. J. Air Waste Manage. Assoc. 54: 834.
Occupational Safety and Health Administration. 2005. Hydrogen Sulfide. U.S. Department of Labour. www.osha.gov. [ 28 April 2010].
Praja, M. 2006. Gas Penyebab Emisi Udara. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Soemirat, J. S. 2002. Kesehatan Lingkungan. UGM Press, Yogyakarta.
Usri, R. S. 1988. Alteration of the morphology and neurochemistry of the developing nervous system by hydrogen sulfide. J. Pharmacol Physiol 22: 379-380.


loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 17:38

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...