Penggunaan Input Produksi

Posted by

Input produksi yang digunakan dalam proses produksi pemeliharaan ayam broiler ini terdiri dari input produksi tetap dan input produksi variabel. Input produksi tetap adalah input yang jumlahnya tidak berubah-ubah dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume produksi. Input produksi variabel adalah input yang penggunaannya berubah-ubah sesuai dengan perubahan volume produksi.

Input Produksi Tetap
Input produksi tetap yang digunakan dalam pemeliharaan ayam broiler berupa sewa kandang dan peralatannya.

1. Sewa Kandang
Perkandangan merupakan salah satu sarana dan modal tetap dalam suatu pemeliharaan ayam broiler. Kandang didirikan sejajar dari Utara ke Selatan dengan bahan utama yang digunakan adalah semen. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 424/Kpts/OT.210/7/2001, yaitu kepadatan kandang merupakan banyaknya ternak ayam yang secara ideal dapat dimasukkan dalam kandang persatuan luas lantainya. Untuk ayam broiler dengan sistem litter sebanyak 10 ekor per meter persegi.

2. Perlengkapan Kandang
Perlengkapan yang digunakan dalam pemeliharaan ini berupa potongan bambu batangan, kayu ring, paku, dan kawat. Perlengkapan ini digunakan untuk pembuatan sekat yang bertujuan dapat memudahkan dalam manajemen hariannya. Selain itu perlengkapan untuk penerangan yang sekaligus juga sebagai pemanas kandang juga sangat dibutuhkan.

Input Produksi Variabel
Input produksi variabel yang digunakan dalam pemeliharaan ayam broiler terdiri dari penggunaan pakan, DOC (Day Old Cick), obat-obatan dan vaksin, sekam, dan biaya tenaga kerja tidak tetap.

1. DOC
Menurut Fadilah (2004), menyatakan bahwa ada beberapa ciri bibit ayam broiler yang berkualitas yaitu, (1) anak ayam yang sehat dan bebas dari penyakit; (2) berasal dari induk yang matang umur; (3) anak ayam terlihat aktif, mata cerah dan lincah; (4) anak ayam memiliki kekebalan dari
induk yang tinggi; (5) bulu cerah, tidak kusam dan penuh; (6) anus bersih, tidak ada kotoran atau pasta putih; (7) keadaan ayam normal; (8) berat anak ayam sesuai dengan standar strain, biasanya di atas 37 g.

2. Ransum
Berdasarkan Cahyono (2004), bahwa dalam hal ransum yang harus diberikan untuk anak ayam sampai umur empat minggu, pakan harus mengandung protein sebanyak 21 sampai 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium 1%, phosphor 0,7 sampai 0,9% energi (ME) 2800-3500 kkal.

3. Obat-obatan dan Vaksin
Vaksin ND (Newcastle Disease) La Sota dan Vaksin IBD (Infectious Bursal Disease). Vaksin ND (Newcastle Disease) La Sota di gunakan untuk mencegah penyakit tetelo, sedangkan vaksin IBD (Infectious Bursal Disease) digunakan untuk mencegah penyakit Gumboro. Vaksin ND diberikan pada ayam umur 3 hari dan 22 hari, sedangkan vaksin IBD (Infectious Bursal Disease) diberikan pada umur 10 hari. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rasyaf (2004) bahwa pada peternakan ayam broiler, jenis vaksin yang sering dipakai hanya ND (Newcastle Desease) atau tetelo dan gumboro. Selain itu, untuk menunjang kesehatan dan kondisi ayam diberikan pula air gula sebagai tambahan energi untuk ayam.
4. Tenaga Kerja Tidak Tetap
Kesibukan utama pegawai kandang dalam pemeliharaan ayam broiler ini terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti pada saat pemberian pakan, vaksinasi, dan penimbangan bobot badan. Selebihnya hanya menjalankan fungsi pengawasan dan pencegahan penyakit saja. Kebutuhan tenaga kerja ini didasarkan pada kapasitas produksi atau jumlah ternak yang dipelihara.

5. Litter
Litter berfungsi sebagai penghisap kotoran ayam. Fadilah (2004) menyatakan bahwa sekam berperan penting dalam pemeliharaan broiler, terutama ayam yang dipelihara di dalam kandang postal. Sekam berfungsi sebagai tempat tidur, tempat istirahat, dan tempat beraktivitas ayam serta tempat menampung kotoran yang dikeluarkan ayam (Fadilah, 2004). Selanjutnya Fadilah (2004) juga menyatakan bahwa sekam harus dijaga tetap kering dan tidak menggumpal. Bahan dasar yang digunakan sebagai litter adalah sekam padi. Penggunaan sekam padi sebagai bahan dasar litter karena sekam padi tidak menimbulkan debu, mudah menghisap air dan harganya terjangkau.

6. Lain-lain

Penggunaan input-input variabel yang lainnya yaitu seperti pembelian alat-alat penunjang yang diperlukan. Alat-alat tersebut meliputi; kardus dan koran bekas, liter air, isolasi, baterai, kapur serangga dan tali rafia.
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 12:14

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...