Sifat Kualitatif Kerbau Rawa

Posted by

Kerbau rawa memiliki kulit coklat kehitam-hitaman, berkembang di Asia Tenggara diantaranya Vietnam, Kamboja, Thailand, Philipina, Malaysia dan Indonesia (Siregar et al., 1996). Fahimuddin (1975) menyatakan bahwa kerbau rawa biasanya berwarna abu-abu dengan warna yang lebih cerah di bagian kaki. Warna yang lebih terang dan menyerupai garis kalung juga terdapat di bawah dagu dan leher.

Sumber : http://kalsel.litbang.pertanian.go.id/
Penelitian Robbani (2009) melaporkan bahwa kerbau rawa di Kabupaten Bogor sebagian besar memiliki tanduk melingkar ke belakang, warna kulit abu-abu gelap, warna kaki domina putih, unyeng-unyeng terdapat di kepala dan memiliki garis kalung Double. Erdiansyah (2008) melaporkan bahwa kerbau rawa di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat memiliki tanduk melingkar ke atas, garis kalung Double, warna kaki putih, unyengunyeng terdapat di pinggang dan jenis teracak mangkok. Kampas (2008) melaporkan bahwa kerbau rawa di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara memiliki warna kulit abu-abu gelap, tanduk melingkar ke atas, garis kalung Double, unyeng-unyeng terdapat di pinggang dan kaki memiliki Stocking.


Daftar Pustaka

Erdiansyah. E. 2008. Studi keragaman fenotipe dan pendugaan jarak genetik antar kerbau lokal di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Fahimudin, M. 1975. Domestic Water Buffalo. Oxford and I. B. H. Publishing Co. New Delhi.
Kampas, R. 2008. Keragaman fenotipik morfometrik tubuh dan pendugaan jarak genetic kerbau rawa di Kabupaten Tapanuli Selatan Propinsi Sumatera Utara. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Robbani, A. R. 2009. Karakteristik fenotipik kerbau rawa di Kabupaten Bogor. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 22:10

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...