Dampak dan Akibat Pelarangan Jagung Impor

Posted by

 Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melarang penggunaan sekitar 600.000 ton jagung impor untuk dipakai pabrik pakan ternak. Larangan tersebut memicu melambungnya harga jagung lokal yang menembus Rp 7.000/kg, karena seretnya panen di awal tahun.


Ketua Umum Federasi Perunggasan Indonesia (FMPI), Don Utoyo mengungkapkan, jika masih terus berlanjut, kondisi sulit ini bakal jadi pukulan telak buat peternak ayam yang jumlahnya mencapai 12 juta keluarga.

Jumlah tersebut meliputi peternak plasma yang bekerjasama dengan perusahaan besar, dan peternak mandiri yang umumnya dikelola dengan modal pas-pasan.

"Gara-gara kebijakan yang keblinger, sekurang-kurangnya 12 juta keluarga peternak terancam bangkrut. Ini akan meningkatkan jumlah penduduk miskin di Indonesia," jelas Utoyo.

Dia melanjutkan, kondisi sulit belum termasuk dampak negatif secara langsung pada masyarakat bawah akibat kenaikan harga daging ayam dan telur.

"Sudah sangat sulit kondisinya. Nanti kalau sudah begini bukan cuma peternak yang demo, nanti rakyat pada demo karena harga-harga naik," ujar Utoyo.

Utoyo menjelaskan, untuk setiap kenaikan harga jagung Rp 100/kg, akan menaikkan harga pokok produksi (HPP) daging ayam sebesar Rp 80/kg.

"Saat ini telah terjadi kenaikan harga jagung Rp 3.300/kg, artinya telah ada kenaikan HPP ayam sebesar Rp 2.640 atau sekitar 15% hanya dalam 2 bulan. Kondisi ini akan terus berlanjut," ujar Utoyo.



Sumber :

http://finance.detik.com/read/2016/01/28/172609/3129724/4/mentan-larang-jagung-impor-12-juta-peternak-terancam-bangkrut
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 23:03

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...