Size, Shape and Prediction of Body Weight Garut Sheep, Thin-Tailed Sheep and Fat-Tailed Sheep

Posted by

Size, Shape and Prediction of Body Weight Garut Sheep, Thin-Tailed Sheep and Fat-Tailed Sheep

Garut sheep, Thin-Tailed sheep and Fat-Tailed sheep are breeds of sheep that have the potential to be bred in Indonesia. This research is carried out to measure the size and shape of sheep by using Principal Component Analysis (PCA) and to estimate the body of Garut sheep, Thin-tailed sheep and Fat-tailed sheep by using Principal Component Regression Analysis (PCRA). T2-Hotelling results showed that sheeps observed were significantly different between breeds. This is due to differences in groups of sheeps. Principal Component Analysis results showed that size of Garut sheep more higher than Thin-Tailed sheep and Fat-Tailed sheep. The differences of shape was indicates the differences genetics of sheep were observed. Slices of crowd chart of Garut sheep and Thin-Tailed sheep higher than Garut sheep and Fat-Tailed sheep. That was suitable with the origin of Garut sheep are cross by Merino sheep, Kaapstad sheep and Thin-Tailed sheep so that Garut sheep and Thin-Tailed sheep have more kindsip than Garut sheep and Fat-Tailed sheep. Principal Component Regression Analysis results showed that the primary identity for body measurements of Garut sheep, Thin-Tailed sheep and Fat-Tailed sheep were chest girth (X9) and it was the most influential variable to predict body weight of Garut sheep, Thin-Tailed sheep and Fat-Tailed sheep. That was showed by highest elasticity values of chest girth (X9), which each gained at 0,344; 0,420; 0.414 for rams of Garut sheep, Thin-Tailed sheep and Fat-Tailed sheep and ewes at 0,446; 0,220; 0,739. Elasticity obtained showed that each increase in one cm in chest girth (X9) in rams of Garut sheep, Thin-Tailed sheep and Fat-Tailed sheep will each increase body weight 190,96 g; 187,58 g; 163,37 g; while ewes will increase the body weight of 169,47 g; 75,56 g; 254,93 g. Beside chest girth (X9), rump width (X7) and cannon circumference (X10) has considerable effect on body weight of Garut sheep, Thin-Tailed sheep and Fat-Tailed sheep. That was indicates increase of one cm rump width (X7) and cannon circumference (X10) rams of Garut sheep, Thin-Tailed sheep and Fat-Tailed sheep will increase body weight 486,65 g; 425,99 g; 457,98 g and 1.364,87 g; 1.137,01 g; 679,58 g; while ewes will increase body weight amounted to 680,61 g; 298,67 g; 690,05 g and 934,55 g; 116,59 g; 586,51 g.


Keywords: Sheep, T2-Hotelling, Principal Component Analysis, Principal Component Regression Analysis, Elasticity



Download Full Article


Ukuran dan Bentuk Tubuh serta Pendugaan Bobot Badan Domba Garut, Domba Ekor Tipis dan Domba Ekor Gemuk.

Domba merupakan ternak yang bermanfaat bagi kepentingan manusia yaitu sebagai bahan pangan sumber protein hewani. Domba Garut, domba Ekor Tipis dan domba Ekor Gemuk sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik morfometrik berdasarkan ukuran (size) dan bentuk (shape) tubuh pada domba Garut, domba Ekor Tipis dan domba Ekor Gemuk serta menduga bobot badan berdasarkan ukuranukuran linear tubuh.

Penelitian ini dilaksanakan di kandang domba CV. Mitra Tani Farm dan Tawakkal Farm. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur variabel-variabel linear tubuh domba yang meliputi tinggi pundak (X1), tinggi pinggul (X2), panjang badan (X3), lebar dada (X4), dalam dada (X5), lebar pinggul (X6), lebar kelangkang (X7), panjang kelangkang (X8), lingkar dada (X9) dan lingkar kanon (X10). Pengukuran bobot badan juga dilakukan untuk diduga berdasarkan ukuran-ukuran linear tubuh. Jumlah ternak yang diamati sebanyak 163 ekor terdiri atas 65 ekor domba Garut (32 jantan dan 33 betina), 66 ekor domba Ekor Tipis (33 jantan dan 33 betina) dan 32 ekor domba Ekor Gemuk (10 jantan dan 22 betina). Domba yang diamati merupakan domba dewasa tubuh umur satu tahun (I1) baik jantan maupun betina.

Uji T2-Hotelling digunakan untuk mengetahui perbedaan ukuran-ukuran linear tubuh domba yang diamati. Hasil uji T2-Hotelling menunjukkan bahwa domba yang diamati sangat berbeda satu dengan yang lain (P<0 aku="" analisis="" asal="" bahwa="" bentuk="" berbeda="" besar="" dan="" data="" dengan="" diagram="" diamati.="" diamati="" dibandingkan="" digunakan="" dikarenakan="" domba="" ekor="" garut.="" garut="" gemuk="" genetik.="" hal="" irisan="" jantan="" jenis="" juga="" kaapstad="" kekerabatan="" kerumunan="" ketiga="" komponen="" lain="" lebih="" mengetahui="" mengindikasikan="" menunjukkan="" merino="" merupakan="" o:p="" pada="" penciri="" perbedaan="" persilangan="" sama="" satu="" secara="" sedangkan="" sehingga="" sesuai="" tampak="" terhadap="" tersebut="" tinggi.="" tinggi="" tingkat="" tipis="" ukuran="" untuk="" usul="" utama="" yang="">

Analisis Regresi Komponen Utama (ARKU) digunakan untuk menduga bobot badan berdasarkan ukuran-ukuran linear tubuh domba yang diamati. ARKU menunjukkan bahwa lingkar dada merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap bobot badan pada domba Garut, domba Ekor Tipis dan domba Ekor Gemuk baik pada jantan maupun betina. Hal ini dikarenakan nilai elastisitas tertinggi yang  diperoleh pada domba yang diamati adalah lingkar dada; yang masing-masing diperoleh sebesar 0,344; 0,420; 0,414 pada jantan domba Garut, domba Ekor tipis dan domba Ekor Gemuk, sedangkan pada betina sebesar 0,446; 0,220; 0,739. Elastisitas yang diperoleh menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu cm lingkar dada pada jantan domba Garut, domba Ekor Tipis dan domba Ekor Gemuk masing-masing akan meningkatkan bobot badan sebesar 190,96; 187,58; 163,37 g; sedangkan pada betina domba Garut, domba Ekor Tipis dan domba Ekor Gemuk masing-masing akan meningkatkan bobot badan sebesar 169,47; 75,56; 254,93 g. Variabel lain yang mempengaruhi bobot badan adalah lebar kelangkang dan lingkar kanon. Setiap peningkatan satu cm lebar kelangkang dan lingkar kanon pada jantan domba Garut, domba Ekor Tipis dan domba Ekor Gemuk akan meningkatkan bobot badan masing-masing sebesar 486,65; 425,99; 457,98 g dan 1.364,87; 1.137,01; 679,58 g; sedangkan pada betina domba Garut, domba Ekor Tipis dan domba Ekor Gemuk akan meningkatkan bobot badan masing-masing sebesar 680,61; 298,67; 690,05 g dan 934,55; 116,59; 586,51 g. Lebar kelangkang dan lingkar kanon
merupakan variabel yang paling besar berpengaruh terhadap peningkatan bobot badan, apabila variabel tersebut meningkat setiap satu cm.


Kata-kata Kunci: Domba, T2-Hotelling, Analisis Komponen Utama, Analisis Regresi Komponen Utama, Elastisitas

Download File
Ukuran Dan Bentuk Tubuh Serta Pendugaan Bobot Badan Domba Garut, Domba Ekor Tipis Dan Domba Ekor Gemuk.pdf - 1.2 MB
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 12:45

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...