Komposisi Tepung Jangkrik

Posted by

Menurut Bodenheimer (1951), jangkrik termasuk salah satu jenis serangga yang biasa dikonsumsi oleh sebagian masyarakat dibeberapa negara misalnya India, Filipina, Thailand dan Indonesia. Jangkrik mempunyai potensi untuk menjadi salah satu pakan ikan, binatang peliharaan bahkan sebagai bahan pangan untuk manusia. Potensi tersebut dikarenakan tingginya kadar protein jangkrik, daya reproduksi yang tinggi dan mudah dalam pemeliharaannya (Linsemaier, 1972). Kandungan nutrisi tepung jangkrik spesies Anabrus simplex (Mormon Cricket) dan Acheta domesticus L. (House Cricket) ditampilkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi Tepung Jangkrik Spesies Anabrus simplex (Mormon Cricket) dan Acheta domesticus L. (House Cricket)


Jangkrik dapat diolah menjadi tepung seperti halnya udang, namun harga tepung jangkrik relatif lebih murah jika dibandingkan dengan tepung udang. Hal ini menyebabkan permintaan tepung jangkrik meningkat sehingga pabrik pakan tertarik untuk menggunakan bahan baku jangkrik untuk produksinya (Sukarno, 1999). Menurut De Foliart (1982), bahwa pemakaian tepung jangkrik dalam ransum ayam broiler sebagai pengganti bungkil kedelai dengan penambahan asam-asam amino memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan ayam broiler dibandingkan dengan penggunaan ransum dengan tanpa suplemen asam amino.


Beberapa organ pada seekor serangga dikenal menghasilkan hormon yang fungsi-fungsi utamanya yaitu mengontrol proses reproduksi, pergantian kulit dan metamorfosis. Zat-zat kimiawi yang serupa hormon-hormon vertebrata, temasuk androgen, estrogen dan insulin baru-baru ini telah terdeteksi pada serangga (Borror et al., 1992).
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 20:11

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...