Mekanisme Kerja Prebiotik Pada Unggas

Posted by

Penelitian untuk memanipulasi komposisi mikrobiota kolon dalam upaya memperoleh aspek potensial yang menguntungkan induk semang sudah banyak dilakukan saat ini. Pendekatan melalui prebiotik, suatu komponen yang tidak hidup dari makanan yang secara spesifik difermentasi di kolon oleh bakteri probiotik misalnya oleh Lactobacilli dan Bifidobacteria (Fuller, 1997). 

Sebenarnya setiap bahan makanan yang masuk ke dalam usus besar adalah kandidat prebiotik, namun demikian untuk efektivitas, selektivitas fermentasi adalah sangat esensial. Mengkonsumsi bahan prebiotik secara signifikan dapat memodulasi komposisi mikrobiota kolon yang menyebabkan bifidobakteria lebih dominan di dalam kolon dan banyak ditemukan di dalam tinja (Gibson, 1998). Mencermati manfaat penggunaan prebiotik tidak terlepas dari peranan prebiotik untuk meregulasi dan memodulasi mikro ekosistem populasi bakteri probiotik. Dengan demikian, bahan prebiotik yang diberikan harus tidak bisa diserap ketika melewati usus kecil atau harus tetap utuh hingga mencapai usus besar sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan bakteri baik yang ada di dalamnya. Dengan makin banyak bakteri baik di usus besar, daya tahan tubuh menjadi lebih baik, sebab bakteri ini  akan menghasilkan asam laktat sehingga menambah tingkat keasaman dalam usus. Tingkat keasaman yang tinggi ini akan membuat bakteri jahat menjadi tidak tahan dan banyak yang mati (Jenie, 2003).

Asupan prebiotik dari konsumsi harian tidak dapat memenuhi jumlah kebutuhan prebiotik yang berkhasiat menekan infeksi penyakit, sehingga konsumsi tambahan prebiotik menjadi penting untuk dilakukan. Konsumsi prebiotik memberikan beberapa manfaat, antara lain: (1) Efek terhadap pathogen. Prebiotik mampu meningkatkan ketahanan terhadap pathogen melalui peningkatan bifidobacteria dan lactobacilli (Gibson dan Roberfroid, 1995). Asam laktat yang dieksresikan oleh bakteri tersebut diketahui memiliki sifat penghambatan. Produk akhir metabolik seperti asam yang dieksresi oleh bakteri tersebut dapat menurunkan pH hingga tingkat yang rendah dimana pathogen secara aktif berkompetisi. (2) Meningkatkan penyerapan kalsium (Gibson dan Roberfroid, 1995). Beberapa mekanisme yang dinyatakan dari efek peningkatan penyerapan kalsium yang disebabkan oleh prebiotik, meliputi fermentasi prebiotik seperti inulin secara nyata menghasilkan produk asam lemak rantai pendek, menyebabkan penurunan pH kolon luminal yang meningkatkan kelarutan kalsium dalam usus. (3) Melindungi terhadap kanker kolon. Sedikitnya ada dua mekanisme perlindungan dari prebiotik terhadap perkembangan kanker kolon yaitu: (i) produksi metabolit yang bersifat protektif, (ii) prebiotik akan menyebabkan metebolisme bacterial di dalam kolon menghasilkan produk akhir yang tidak berbahaya. (4) Efek imunologi. Bakteri asam laktat diketahui menstimulasi mekanisme inang non spesifik dan jumlah tipe sel yang terlibat dalam respon imun spesifik. Seperti bifidobacterium infantis yang diketahui merupakan imunomodulator yang digunakan untuk melawan sel-sel malignant (Gibson dan Wang, 1994).



loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 15:15

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...