Penggunanan Antibiotik Pada Ternak

Posted by

Antibiotik adalah komponen kimia yang diproduksi secara biologi oleh organisme seperti jamur atau fungi, bakteri dan tumbuhan yang mempunyai sifat bakteriostatik atau bakteriosidal (Scanes et al., 2004). Antibiotik adalah zat kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme hidup secara sintesis kimia dengan konsentrasi rendah mempunyai kemampuan menghambat bahkan membunuh mikroorganisme lain (Cheeke, 2003). Antibiotik adalah komponen kimia yang diproduksi secara biologis oleh tumbuhan atau mikroorganisme terutama fungi, mempunyai sifat bakteriostatik atau bakteriosidal (Leeson dan Summer, 2001).

Tempat utama aktivitas antibiotika adalah dalam bagian gastrointestinal. Beberapa macam antibiotik yang dapat dicampurkan ke dalam ransum antara lain bacitracin, colistin, oxytetracycline, kitasamycin dan spiramycin. Antibiotik umumnya digunakan sebagai pengobatan terhadap infeksi bakteri, namun demikian penggunaan antibiotik dalam dosis rendah dapat menimbulkan pengaruh pemacu pertumbuhan (growth promotor). Antibiotik dengan dosis rendah juga digunakan untuk meningkatkan performa dan kesehatan saluran pencernaan misalnya bambermycin atau flavophospholipol, sedangkan antibiotik dengan konsentrasi tinggi digunakan untuk pengobatan suatu penyakit atau beberapa penyakit (Bolder et al ., 1999).

Menurut Siswandono dan Soekardjo (1995) cara kerja antibiotik adalah sebagai berikut: (1) Menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang memproduksi toksin diantaranya menghalangi atau membunuh mikroorganisme yang menimbulkan infeksi subklinis dan yang bersaing dengan induk semang dalam menyediakan nutrien. (2) Meningkatkan kapasitas daya serap usus, hal tersebut berdasarkan pada pengamatan bahwa pemberian antibiotik menyebabkan dinding usus menjadi tipis sehingga daya serap usus akan zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh semakin meningkat.

Penggunaan antibiotik memiliki efek antara lain:
(1) Antibiotik dapat mencegah penyakit terutama dalam saluran pencernaan.
(2) Antibiotik dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang menghasilkan amonia dalam
jumlah besar.
(3) Antibiotik dapat meningkatkan penyerapan nutrien (kalsium, fosfor dan magnesium) dan menghambat kerusakan nutrien (vitamin dan asam amino) oleh mikroorganisme.
(4) Antibiotik dapat meningkatkan kemampuan absorbsi zat makanan dan meningkatkan efisiensi penggunaan ransum (Leeson dan Summers, 2001). Bambermycin dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri (Parks et al., 2001). Parks et al. (2001) juga menyatakan bahwa penggunaan bambermycin dapat meningkatkan bobot badan kalkun umur 12 minggu. Penggunaan flavomycin (bambermycin) sebagai feed additive dapat mengurangi terjadinya peningkatan bakteri patogen dalam saluran pencernaan pada ayam broiler (Bolder et al., 1999).



loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 15:22

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...