Sejarah Usaha Peternakan Ayam Broiler di Indonesia

Posted by

Ayam broiler sama dengan ayam pedaging dan ayam potong. Ayam broiler diternakkan hanya bertujuan untuk diambil dagingnya. Menurut North dan Bell (1990) dalam Zulkarnaen (2013), ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, masa panen pendek, dan menghasilkan daging berserat lunak, timbunan daging baik, dada lebih besar dan kulit licin.

Pada akhir tahun 1980-an pemerintah menggalakkan konsumsi daging ayam broiler karena masyarakat Indonesia masih banyak yang antipati terhadap ayam broiler karena terbiasa dengan daging ayam kampung. Kelebihan dan kekurangan antara ayam kampung dan ayam broiler ternyata saling melengkapi, terlihat dari beberapa masakan khas daerah di Indonesia yang memerlukan waktu memasak yang cukup lama tetap membutuhkan ayam kampung yang mempunyai tekstur daging yang lebih keras. Sementara untuk makanan sehari-hari ayam broiler sudah menjadi menu rutin (Pribadi, 2013).
Perkembangan ayam broiler di Indonesia dimulai pada pertengahan dasawarsa 1970-an dan terkenal pada awal tahun 1980-an. Laju perkembangan usaha peternakan ayam broiler sejalan dengan pertumbuhan populasi penduduk, pergeseran gaya hidup, tingkat pendapatan, perkembangan situasi ekonomi dan politik, serta kondisi keamanan (Fadilah, 2004).

Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Dengan jangka waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka hal ini menjadi pendorong peternak baru bermunculan di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, bersamaan dengan diterimanya daging ayam oleh konsumen. Usaha peternakan ayam broiler banyak dikuasai oleh pengusaha besar, keadaan ini membuat peternak kecil semakin sulit dalam melakukan usaha peternakan ayam broiler (Pribadi, 2013).

Usaha peternakan ayam broiler dapat digolongkan menjadi tiga kategori, menurut Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 472/Kpts/TN.330/6/96 yaitu peternakan rakyat, pengusaha kecil peternakan dan pengusaha peternakan. Peternakan rakyat adalah peternak yang mengusahakan budidaya ayam dengan jumlah populasi maksimal 15 000 ekor per periode. Pengusaha kecil peternakan adalah peternak yang membudidayakan ayam dengan jumlah populasi maksimal 65 000 ekor per periode. Sedangkan untuk pengusaha peternakan adalah peternak yang membudidayakan ayam dengan jumlah populasi melebihi 65 000 ekor per periode. Khusus untuk pengusaha peternakan, dapat menerima bimbingan dan pengawasan dari pemerintah. Hal tersebut ditegaskan dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 16 Tahun 1977 tentang usaha peternakan. Peraturan pemerintah ini menjelaskan bahwa Menteri bertanggung jawab dalam bidang peternakan atau pejabat yang ditunjuk olehnya berkewajiban melakukan bimbingan dan pengawasan atas pelaksanaan perusahaan-perusahaan peternakan.

Download Artikel Lengkap

loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 13:45

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...