Evaluasi Program SMD

Posted by

Evaluasi internal tahun 2009, dengan ruang lingkup 1) SMD tahun 2007-2008, 2) kriteria penilaian berdasarkan pertambahan populasi, pengembangan modal, dan pengembangan SDM serta kelembagaan. Hasil evaluasinya : 1) SMD tahun 2007, penambahan populasi 3,71% dan induk bunting 11,80%, perputaran usaha menunjukkan angka cukup tinggi, dari populasi awal 415 ekor, dapat dilakukan penjualan mencapai 517 ekor atau 124,57% dari populasi awal; 2) SMD tahun 2008, penambahan populasi 9,85% dan induk bunting 8,71%, perputaran usaha melalui penjualan ternak dapat direalisasikan 1430 ekor dari populasi awal 6370 ekor atau 22,44%.(luthan, 2013).

Evaluasi tahun 2011 secara internal, ruang lingkup SMD 2007 s.d 2010, dengan kriteria penilaian meliputi empat tingkatan : 1) grade A (sangat berkembang), indikatornya adalah produksi dan produktivitas usaha meningkat, skala usaha meningkat, asset kelompok bertambah, manajemen usaha baik, dinamika kelompok berkembang, dan administrasi usaha tertib; 2) grade B (berkembang), indikatornya adalah produksi dan produktivitas baik, skala usaha tetap, asset kelompok tetap, manajemen usaha baik, dinamika kelompok belum berjalan, dan administrasi usaha ada; 3) grade C (kurang berkembang) indikatornya adalah produksi dan produktivitas turun, skala usaha turun, asset kelompok berkurang, manajemen usaha kurang baik, dinamika kelompok tidak berjalan, dan administrasi usaha tidak tertib; 4) grade D (tidak berkembang) indikatornya adalah populasi ternak berkurang, usaha tidak berjalan, asset kelompok berkurang, manajemen usaha tidak baik, dinamika kelompok tidak harmonis, dan administrasi usaha tidak ada. Kesimpulan evaluasinya adalah 1) 70,91% adalah SMD yang berkembang usahanya, 14,71% diantaranya berkembang sangat baik, nilai aset bertambah, akses terhadap permodalan dapat direalisasikan, diversifikasi usaha berhasil dilakukan dan jaringan bisnis sesama SMD maupun pihak lain dapat diwujudkan, 2) sebanyak 24,79% belum memperlihatkan kemajuan, ada kecenderungan nilai asset berkurang, sehingga kelompok ini diperlukan pembinaan dan pengawasan intensif agar dapat dilakukan perbaikan, dan 3) 4,30% usaha tidak jalan dan cenderung bermasalah.

Evaluasi SMD Nasional tahun 2012 yang dilakukan Ditjen PKH, dengan ruang lingkup program SMD 2007 sampai dengan 2010. Tingkat keberhasilan SMD adalah 58,85%, dengan tingkat keberhasilan propinsi Jawa Barat 77%. Kesimpulan evaluasi nasional tersebut memberikan gambaran bahwa 1) program SMD memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penyebaran dan peningkatan populasi ternak, 2) peran SMD, Kelompok ternak, dan dinas cukup tinggi, 3) adanya peningkatan kreativitas anggota kelompok dan transfer ilmu pengetahuan dari SMD, hal ini ditunjukkan dengan penerapan teknologi yang dilakukan seperti fermentasi jerami, pengolahan kompos, dan pengolahan hasil ternak. Selain itu, kelompok semakin aktif dalam mengakses modal baik dari anggaran pemerintah, swasta (Bank dan BUMN), maupun dengan pendanaan secara mandiri (Ditjen PKH, 2012).

Penelitian tentang permasalahan yang dihadapi kelompok tani binaan SMD di Kota Padang, Sumatera Barat, dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. Kondisi kekinian dari kelompok tani Longkaran dinyatakan buruk karena tidak terjadinya dinamika usaha yang baik. Terlihat dari jumlah anggota yang terus berkurang dan jumlah ternak sapi yang berkurang; 2. Penyebab permasalahan yang dihadapi kelompok tani Longkaran adalah kurangnya peran SMD dalam membina kelompok tani; minimnya pengetahuan anggota kelompok tani terhadap ilmu tentang pemeliharaan ternak sapi yang baik dan benar; aspek teknis pemeliharaan ternak sapi yang tidak baik; aspek usaha yang dijalankan kelompok tani tidak berjalan sesuai keinginan kelompok; 3. Implementasi kebijakan pemerintah, dalam hal ini seharusnya lebih selektif dan bijak dalam menentukan jenis ternak sapi potong yang akan masuk ke Indonesia, sehingga kelompok tani tidak salah memilih ternak yang akan dijadikan komoditas usaha. Dinas Peternakan belum tegas dalam mengambil tindakan dan menjalankan perannya terhadap program SMD dan kelompok tani yang belum bisa ataupun gagal dalam menjalankan program SMD belum ada sanksi yang diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat (Jayadi, 2011).


Kinerja SMD dalam program percepatan pencapaian swasembada daging sapi. Data penelitian ini diambil menggunakan metode wawancara, studi catatan dan pelaporan reguler, pertemuan regular, pengamatan lapang, dan Forum Group Discussion (FGD). Pengamatan lapang dan studi catatan (pelaporan reguler) difokuskan kepada SMD sebanyak 21 kelompok di bawah koordinasi Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang tersebar di delapan Kabupaten. Pertemuan dan FGD dilakukan pada tingkat Kabupaten, provinsi maupun nasional dengan melibatkan dinas teknis yang membidangi fungsi-fungsi peternakan pada tingkat Kabupaten dan provinsi. Sasaran pada pada tingkat nasional adalah penentu kebijakan dan pembuat program SMD yaitu Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jenderal Peternakan, Kementerian Pertanian. Diterapkan analisis deskritif kualitatif dan kuantitatif untuk menjelaskan kinerja SMD beserta kendala pelaksanaan program. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwat: (1) Program SMD telah menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja terdidik di perdesaan, (2) SMD telah mampu melaksanakan kegiatan agribisnis sapi potong bersama dengan kelompok tani ternak binaannya dalam bentuk usaha penggemukan dan pengembangbiakan, (3) Secara umum, kondisi SMD di provinsi Jawa Tengah pada aspek budidaya secara umum telah berhasil terutama untuk penggemukan, tetapi pada usaha perkembangbiakan belum memperlihatkan hasil, (4) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program antara lain: aspek kewirausahaan belum optimal seperti kreativitas dan inovasi SMD serta semangat kewirausahaan SMD rendah, kedisiplinan pada aspek manajemen budidaya dan kelembagaan kelompok masih harus ditingkatkan untuk mencapai keberlanjutan program SMD (Sodiq, 2010)
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 09:19

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...