Kapang sebagai Inokulum Fermentasi

Posted by

Inokulum adalah kultur mikroba yang diinolasikan kedalam media fermentasi pada saat kultur mikroba tersebut berada pada fase pertumbuhan eksponensial. Kriteria penting kultur mikroba untuk dapat digunakan dalam proses fermentasi adalah sehat dan berada dalam keadaan aktif sehingga mempersingkat fase adaptasi, tersedia cukup sehingga menghasilkan inokulum dalam takaran yang optimum, berada dalam bentuk morfologis yang sesuai dan bebas kontaminasi (Rachman, 1989). Kapang adalah fungi multiseluler yang mempunyai filamen. Kapang terdiri dari miselium dan hifa serta memproduksi enzim sebagai biokatalis.



Pertumbuhannya mudah dilihat karena penampakannya yang berserabut. Pertumbuhan mula-mula berwarna putih, tetapi jika spora telah timbul akan terbentuk warna sesuai dengan jenis kapang (Fardiaz,1992). Menurut Winarno (1993) fermentasi kapang membutuhkan waktu dua sampai lima hari. Fermentasi kapang selama tiga hari akan menghasilkan enzim yang paling optimum (Frazier dan Westhoff, 1997). Keterbatasan penggunaan kapang sebagai inokulum fermentasi adalah memiliki kadar protein lebih rendah dari mikroorganisme lainnya yaitu 31-50% dan sifatnya yang membutuhkan suatu lingkungan pertumbuhan benar-benar steril. Meskipun demikian kapang memiliki beberapa keuntungan yaitu pertumbuhannya yang relatif mudah dan cepat, kadar asam nukleat kapang yang relatif rendah dibandingkan bakteri, ganggang dan khamir, tekstur flavor lebih mudah diterima konsumen
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 17:13

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...