Manfaat Ekstrak Jahe di Bidang Perikanan

Posted by

Rimpang jahe terdiri dari dua komponen, yakni komponen volatil yang bertanggung jawab dalam aroma jahe dan komponen nonvolatil yang bertanggung jawab dalam memberi rasa pedas jahe. Komponen volatil pada rimpang jahe adalah (-)-zingiberene, (+)-ar-curcumene, (-)--sesquiphelandrene, -bisabolene, -pinene, bornyl acetate, borneol, camphene, -cymene, cineol, citral, cumene, -elemene, farnesene, -phelandrene, geraniol, limonene, linalol, myrcene, -pinene, dan sabinene. Komponen nonvolatil pada rimpang jahe adalah gingerol, shogaol, gingediol, gingediasetat, gingerdion, dan gingerenon (Martin et al. 1981).

Selain komponen volatil dan nonvolatil, ekstrak rimpang jahe juga mengandung komposisi lain seperti air, minyak atsiri, pati, serat kasar, abu, vitamin, dan mineral. Komposisi kimia jahe gajah segar per 100 gram bobot basah dapat dilihat pada Tabel 1.

Kandungan aktif pada jahe sebagian besar adalah gingerol yang selama penyimpanan dapat terdehidrasi menjadi shogaol, paradol (dari hidrogenasi shogaol), dan zingeron (Ravindran dan Nirmal 2004). Menurut Kimura et al. (1989b), senyawa (±)-(6)-gingerol berpotensi untuk menginduksi prostaglandin F2 (PGF2). Namun demikian, senyawa shogaol justru menghambat induksi PGF2, sedangkan (6)-dehydrogingerdione (DHG) dan S-(+)-(6)-gingerdiacetate (GDA) tidak berpengaruh apapun. Senyawa (±)-(6)-gingerol juga berpotensi dalam menginduksi prostaglandin E2 (PGE2) dan prostaglandin I2 (PGI2), namun menghambat induksi kontraksi leukotrien (LT), tromboksan A (TXA), dan prostaglandin D2 (PGD2) (Kimura et al. 1989a).

Prostaglandin merupakan derivat asam lemak tak jenuh dengan jumlah karbon 20 dan berasal dari kelenjar prostat. Prostaglandin awalnya ditemukan pada plasma seminal, namun sekarang dapat ditemukan di setiap jaringan tubuh mamalia dan memiliki peran penting dalam aktivitas fisik maupun farmatologi. Beberapa jenis prostaglandin berperan dalam proses reproduksi diantaranya PGE2 dan PGF2. PGE2 dapat menduplikat kemampuan adrenocorticotropic hormone (ACTH) untuk meningkatkan proses steroidogenesis (Martin et al 1981). PGF2 meningkatkan aktifasi enzim proteolitik yang berfungsi untuk pemecahan dinding folikel (Berndtson et al. 1989) dan merangsang kontraksi dinding folikel (Gusrina 2014).

Prostaglandin, tromboksan, leukotrien, dan lipoksin sering kali disebut sebagai eikosanoid karena sama-sama memiliki 20 karbon. Eikosanoid bekerja pada kosentrasi yang sangat rendah dan berkaitan dengan produksi rasa sakit dan demam, regulasi tekanan darah, koagulasi darah, serta reproduksi (Voet et al 2013).


Penelitian lainnya menunjukkan bahwa gingerol dapat menghambat asam arakidonat dalam menginduksi pengeluaran dan pengumpulannya melalui aktivitas enzim siklooksigenase (COX) (Koo et al. 2001). Siklooksigenase memiliki tiga bentuk yakni COX-1, COX-2, dan COX-3. COX-1 dan COX-2 terletak di pembuluh darah, perut dan ginjal, sedangkan COX-3 terletak di otak. COX-1 bertanggung jawab untuk tingkat dasar prostaglandin. COX-2 menghasilkan prostaglandin melalui stimulasi. COX-3 berkaitan dengan pemberi pesan rasa sakit. Senyawa gingerol, (8)-paradol dan shogaol memberikan efek penghambat yang kuat pada aktivitas enzim COX-2 (Tjendraputra et al. 2001). Namun, kandungan senyawa gingerol mengaktivasi siklooksigenase pada sel endothelial, meningkatkan sintesis prostaglandin, serta berpotensi dalam menginduksi PGF2 dengan mensugesti aktivasi enzim COX-1 (Ravindran dan Nirmal 2004).
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 08:49

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...