Mikroorganisme Rumen

Posted by

Adanya mikroba dan aktifitas fermentasi di dalam rumen merupakan salah satu karakteristik yang membedakan sistem pencernaan ternak ruminansia dengan ternak lain. Mikroba tersebut sangat berperan dalam mendegradasi pakan yang masuk ke dalam rumen menjadi produk-produk sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh mikroba maupun induk semang dimana aktifitas mikroba tersebut sangat tergantung pada ketersediaan nitrogen dan energi (Soetanto, 2011).

Mikroba rumen membantu ternak ruminansia dalam mencerna pakan yang mengandung serat tinggi menjadi asam lemak terbang (Volatile Fatty Acids = VFA) yaitu asam asetat, asam propionat, asam butirat, asam valerat serta asam isobutirat dan asam isovalerat. VFA diserap melalui dinding rumen dan dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh ternak. Sedangkan produk metabolis yang tidak dimanfaatkan oleh ternak yang pada umumnya berupa gas akan dikeluarkan dari rumen melalui proses eruktasi (Barry, Thomson dan Amstrong 1977). Namun yang lebih penting ialah mikroba rumen itu sendiri, karena biomas mikroba yang meninggalkan rumen merupakan pasokan protein bagi ternak ruminansia. 2/3 – 3/4 bagian dari protein yang diabsorbsi oleh ternak ruminansia berasal dari protein mikroba. Produk akhir fermentasi protein akan digunakan untuk pertumbuhan mikroba itu sendiri dan digunakan untuk mensintesis protein sel mikroba rumen sebagai pasok utama protein bagi ternak ruminansia

Rumen merupakan ekosistem yang mengandung komponen biotik dan abiotik. Komponen Biotik adalah mikroba rumen dengan populasi berkisar antara 1010 sampai 1012 sel/ml cairan rumen (Ogimoto dan Imai, 1981) Mikroba Rumen sangat diperlukan dalam proses pencernaan. Rumen mempunyai kondisi lingkungan yang baik untuk kehidupan mikroba.Temperatur di dalam rumen berkisar antara 38– 42O sedangkan pH rata – ratanya 6.8 atau berkisar antara 6 – 7.Mikroba yang ada di dalam rumen terdapat pada partikel makanan, dalam cairan rumen dan menempel pada dinding rumen.

Beberapa jenis bakteri yang dilaporkan oleh (Hungate 1996) adalah :
Ø  Bakteri pencerna selulosa (Bakteroidessuccinogenes, Ruminococcus flafaciens, Ruminococcus albus, Butyrifibriofibrisolvens)
Ø  Bakteri pencerna hemiselulosa (Butyrivibrio fibrisovens, Bakeroides ruminocola, Ruminococcus sp)
Ø  Bakteri pencerna apai (Bakteroides ammilophilus, Sterptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica)
Ø  Bakteri pencerna gula (Triponema bryanti, Lactobasilus ruminus)
Ø  Bakteri pencerna protein (Clostridium sporogennus, Bacillus licheniformis).


loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 20:23

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...