Sarjana Membangun Desa

Posted by

SMD adalah sarjana lulusan perguruan/kekolah tinggi bidang ilmu–ilmu peternakan dan kedokteran hewan dengan kualifikasi S-2, S-1, D-4 dan D-3, dan mempunyai minat yang tinggi untuk mengembangkan usaha agribisnis peternakan di perdesaaan bersama kelompok. Kelompok adalah kelompok tani yang bergerak dalam usaha budidaya ternak yang memerlukan penguatan modal dan bimbingan untuk pengembangan usahanya. Perguruan Tinggi adalah Universitas Negeri atau Swasta dan Sekolah Tinggi yang memiliki Fakultas atau Jurusan Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan ataupun Fakultas yang membidangi Jurusan Ilmu-ilmu Peternakan dan Kedokteran Hewan di setiap Provinsi yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.


Usaha budidaya ternak adalah usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan ternak, yang dipelihara sesuai dengan perlakuan teknis yang telah ditetapkan, guna menghasilkan ternak dan produk ternak yang berkualitas. SMD terpilih adalah SMD yang sudah lulus dari proses seleksi dan ditetapkan melalui keputusan Menteri Pertanian. Pemberdayaan kelompok peternak adalah upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan peternak sehingga secara mandiri mampu mengembangkan usaha budidaya ternak secara berkelanjutan. Penguatan kelembagaan ekonomi peternak melalui SMD adalah upaya pemanfaatan potensi sumber daya lokal yang dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah melalui program budidaya atau perbibitan ternak sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan SMD, Kelompok peternak dan masyarakat sekitarnya. Dana bantuan sosial penguatan ekonomi petani melalui SMD adalah stimulasi dana untuk mengatasi kendala modal dan kemampuan dalam usaha budidaya ternak agar selanjutnya mampu mengakses modal dari lembaga permodalan secara mandiri. Tim Teknis adalah petugas teknis dari Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi peternakan Kabupaten/Kota yang mendampingi dan membina pelaksanaan SMD.


Indikator keberhasilan pelaksanaan program SMD, dapat dilihat dari aspek ekonomis, teknis dan kelembagaan. Aspek ekonomis, dengan indikasi adanya pertambahan modal usaha dari hasil usaha peternakan yang dilaksanakan, dan adanya diversifikasi usaha. Aspek teknis, dengan indikasi berupa pertambahan populasi ternak dari hasil usaha yang dilaksanakan, adanya peningkatan produktivitas ternak yang diusahakan, dan diterapkannya teknologi budidaya peternakan (pakan,reproduksi, keswan, pengolahan limbah dll). Sedangkan pada aspek kelembagaan, dilihat dari berkembangnya kelembagaan usaha dan kelompok dijadikan sebagai tempat magang/pelatihan bagi masyarakat sekitar.
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 09:15

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...