Tujuan Crossbreeding dan Backcross Pada Ternak

Posted by

Kurnianto (2009) menjelaskan bahwa pengertian crossbreeding atau yang biasa disebut persilangan adalah perkawinan antar bangsa atau antar strain. Secara genetik, persilangan menaikkan persentase heterozigositas sehingga dengan demikian menaikkan variasi genetik (Hardjosubroto, 1994). Hardjosubroto (1994) menyatakan bahwa tujuan utama persilangan adalah menggabungkan dua atau lebih sifat yang berbeda yang semula terdapat dalam dua bangsa ternak ke dalam satu bangsa silangan. Selain itu tujuan lain dari persilangan adalah pembentukan bangsa baru, grading up dan pemanfaatan heterosis.

Silang balik (backcross) adalah perkawinan antara keturunan (F1) dengan salah satu bangsa tetua. Hasil persilangan ini diperoleh ternak dengan komposisi darah tetuanya masing-masing ¾ dan ¼ (Kurnianto, 2009). Menurut Susanti et al. (1998), salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperoleh mutu bibit yang baik secara cepat adalah kawin silang diantara itik-itik lokal di Indonesia. Upaya perbaikan produktivitas dapat dilakukan terhadap faktor-faktor genetik dan nongenetik serta upaya perbaikan genetik melalui kawin silang telah umum digunakan dalam industri peternakan sebagai metode untuk memanfaatkan heterosis. Fenotip yang dikehendaki merupakan kombinasi dari galur-galur untuk memperbaiki efisiensi produksi melalui penggunaan galur tetua jantan atau betina yang spesifik (Prasetyo dan Susanti, 1997). Susanti et al. (1998) melakukan backcross dengan tujuan awal untuk mempelajari pertumbuhan hasil persilangan. Susanti et al. (1998) melaporkan bahwa persilangan timbal balik antara itik Alabio dengan Mojosari menghasilkan keturunan itik jantan dan betina yang mempunyai rataan sifat-sifat yang lebih baik dibandingkan rataan tetuanya.

loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 08:15

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...