Zeolit dan Pemanfaatannya di Bidang Peternakan

Posted by

Zeolit merupakan salah satu mineral yang terdiri dari kristal aluminosilikat terhidrasi yang mengandung kation alkali atau alkali tanah dalam kerangka tiga dimensi. Zeolit akan berbuih bila dipanaskan pada 100 oC. Kerangka dasar struktur zeolit terdiri dari unit-unit tetrahedral AIO4 dan SiO4 yang saling berhubungan dengan atom O didalam struktur tersebut Si4+ dapat diganti dengan Ai3+ sehingga rumus empiris zeolit menjadi M2nO. AlO3 .x SiO2 .yH2O. Zeolit terdiri dari tiga komponen yaitu kation yang dipertukarkan, kerangka aluminosilikat, dan fase air (Leung et al., 2006).


Zeolit berwarna hijau tua keabu-abuan, kekuningan, merah muda, cokelat kemerahan, hijau atau cokelat kekuningan (Gambar). Warna yang berbeda dipengaruhi oleh kadar air dan jenis mineral pengotor yaitu liat, kuarsa, dan feldspar didalam zeolit. Zeolit merupakan kelompok senyawa berbagai jenis mineral aluminosilikat hidrat dengan logam alkali. Mineral-mineral yang termasuk dalam kelompok zeolit umumnya dijumpai dalam batuan tufa, terbentuk dari hasil sedimentasi abu vulkanik. Agar dapat dimanfaatkan, zeolit harus mempunyai spesifikasi tertentu. Berkaitan dengan hal tersebut, kualifikasi zeolit ditentukan oleh daya serap dan daya tukar kation (KTK) maupun daya katalis.


Zeolit mempunyai struktur berongga yang biasanya rongga ini diisi oleh air dan kation yang bisa dipertukarkan dan memiliki ukuran pori tertentu. Zeolit dapat dimanfaatkan sebagai penyaring molekuler, penukar ion, penyerap bahan dan katalisator. Dibidang peternakan, zeolit digunakan untuk penggemukan ternak, kesehatan kandang, penambahan ketahanan terhadap penyakit, dan penyerap kontaminan (Harben dan Kuzvart, 1996). Rohmah (2009) menyatakan bahwa kristal zeolit yang terdehidrasi merupakan absorben yang selektif dan mempunyai efektivitas absorpsi yang tinggi. Di samping sebagai feed additive dalam ransum untuk meningkatkan produksi ternak, juga ditaburkan dikandang untuk mengurangi kandungan air, ammonia dan asam belerang dari kotoran ternak (Leung et al., 2006). Garraway dan Evans (1984) menyatakan bahwa dalam proses fermentasi urea akan diurai menjadi amonia dan karbondioksida. Kecepatan perubahan amonia menjadi sel tubuh mikroorganisme empat kali lebih lambat dari perubahan urea menjadi amonia maka digunakanlah zeolit yang berperan menjaga konsentrasi amonia selama fermentasi.
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 15:47

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...