Fakto yang Mempengaruhi Karkas Ayam Broiler

Posted by

Karkas merupakan daging bersama tulang hasil pemotongan setelah dipisahkan kepala sampai batas pangkal leher, kaki sampai batas lutut, tanpa isi rongga bagian dalam sel darah dan bulu (Rasyaf, 1992).

Kualitas karkas dan daging dipengaruhi oleh faktor sebelum pemotongan antara lain genetik, spesies, bangsa, tipe ternak, jenis kelamin, umur dan pakan serta proses setelah pemotongan, diantaranya adalah metode pelayuan, stimulasi  listrik, metode pemasakan, pH karkas, bahan tambahan termasuk enzim pengempuk daging, hormon, antibiotik, lemak intramuskular atau marbling, metode penyimpanan serta macam otot daging (Abubakar et al., 1991). Soeparno (2005), menyatakan produksi karkas erat hubungannya dengan bobot hidup, peningkatan bobot hidup akan di ikuti dengan peningkatan bobot karkas. Hasil dari komponen tubuh broiler berubah dengan meningkatnya umur dan bobot badan (Brake et al., 1993).

Untuk ayam broiler rata-rata berat karkasnya antara 65-75% (Murtidjo, 1987) dan menurut Siregar (1980) adalah 60-75% dan hasil penelitian Simanjuntak (1997), bobot karkas yang diperoleh adalah sebesar 868,50 atau sekitar 63,13%. Ukuran karkas ditentukan berdasarkan bobot, dimana bobot individual ditentukan oleh bobot karkas itu sendiri, berdasarkan pembagiannya adalah : ukuran kecil 0,8 kg-1,0 kg, ukuran sedang 1,0 kg-1,2 kg, ukuran besar 1,2 kg-1,5 kg (Sembiring, 1993).


Karkas yang baik berbentuk padat, tidak kurus, tidak terdapat kerusakan kulit ataupun dagingnya. Sedangkan untuk karkas yang tidak baik mempunyai daging yang kurang padat pada bagian dada sehingga kelihatan panjang dan kurus. Pada dasarnya mutu dan konversi karkas dipengaruhi oleh galur murni, jenis kelamin, umur, bobot dan kualitas maupun kuantitas makanan yang diberikan (Siregar, 1983).
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 12:57

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...