Organ Reproduksi Sapi Jantan

Posted by

Sistem Reproduksi jantan terdiri dari organ kelamin primer, sekunder dan assesoris. Organ kelamin primer adalah testis yang berlokasi di dalam skrotum yang menggantung secara eksternal di daerah inguinal. Organ kelamin sekunder terdiri dari jaringan-jaringan duktus sebagai transportasi spermatozoa dari testis ke bagian luar, termasuk di dalamnya duktus efferent, epididmis, vas deferens, penis dan urethra (Yusuf, 2012).

a. Testis
Testis adalah organ reproduksi primer pada ternak jantan, karena berfungsi menghasilkan gamet jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin jantan (androgen). Testes berlokasi di dekat ginjal turun melalui canalis inguinalis masuk ke dalam skrotum. Turunnya testes terjadi akibat memendeknya gubernaculum, sebuah ligamentum yang memanjang dari daerah inguinalis kemudian bertaut pada cauda epididymis. Hormon yang terlibat dalam pengaturan turunnya testes adalah gonadotropins dan androgen. Testis pada sapi mempunyai panjang berkisar 10-13 cm, lebar berkisar 5-6,5 cm dan beratnya 300-400 gr (Effriansyah, 2012). Sapi simental mempunyai volume testis yang lebih besar dari sapi Limousin dan Brahman (Kuswahyuni, 2009).

b. Skrotum
Skrotum merupakan sepasang kantung yang dipisahkan oleh septum. Scrotum terdiri dari kulit yang tidak berambut, otot tunica dartos, dan tunica vaginalis yang merupakan selaput serat putih yang mengelilingi testis. Fungsi utama skrotum adalah menahan testis, melindungi testis, dan mengatur suhu testis (Noor,1999). Sapi simental mempunya testis yang besar sehingga otomatis mempunyai lingkar Skrotum yang lebih besar pula (Kuswahyuni, 2009).

c. Epididimis
Epididimis adalah suatu pembuluh yang timbul dari bagian dorsal testis berasal dari duktus efferensia, terdiri dari 3 bagian: kepala, badan dan ekor (Salisbury dkk. 1985). Kepala (caput epididymis) membentuk suatu penonjolan dasar dan agak berbentuk mangkok yang dimulai pada ujung proximal testis. Umumnya berbentuk U, berbeda-beda dalam ukurannya dan menutupi seluas satu pertiga dari bagian-bagian testis (Toelihere, 1979).

Corpus epididimis (badan epididimis): bagian badan terentang lurus ke bawah, sejajar dengan jalannya vas deferens, menjalar terus hampir melewati testes, dibagian bawah testes epididimis membelok ke atas. Cauda epididimis (ekor epididimis): merupakan bagian epididimis yang terletak pada bagian bawah testes yang membelok ke atas. Pada hewan hidup cauda epididimis terlihat berupa benjolan di bagian ujung bawah testes dan dapat diraba (Marawali, 2001).

d. Vas Deferens
Organ ini menghubungkan epididimis dengan uretra, berwarna putih yang masuk ke rongga tubuh melalui saluran inguinal dan berakhir pada ampulla. Organ ini berkontraksi selama ejakulasi untuk mendorong sperma menuju urethra. (Noor,1999). Urethra adalah saluran tunggal yang memanjang dari persimpangan ampulla ke ujung penis. Berfungsi sebagai saluran sekresi baik urin maupun semen. Selama ejakulasi pada sapi, terdapat campuran lengkap konsentrasi spermatozoa dari vas deferens dan epididimis dengan cairan dari kelenjar aksesoris pada bagian pelvis urethra untuk membentuk semen (Yusuf, 2012).

e. Penis

Penis adalah organ kopulasi jantan, membentuk secara dorsal disekitar urethra dari titik uretra dibagian pelvis, dengan lubang urethra eksternal ujung bebas dari penis (Yusuf, 2012). Pada sapi, domba, kambing, dan babi penis mempunyai bagian yang berbentuk seperti huruf “S” (sigmoid flexure) sehingga penis dapat ditarik dan berada total dalam tubuh. Keempat jenis ternak tersebut dan kuda mempunyai musculus retractor penis, yaitu sepasang otot daging licin, jika releks memberikan kesempatan penis untuk memanjang dan jika kontraksi dapat menarik penis ke dalam tubuh kembali (Effriansyah, 2012)


Download Sumber Artikel (Klik)
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 23:08

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...