Populasi Sapi Potong di Indonesia

Posted by

Sapi Bali merupakan sapi potong asli Indonesia dan merupakan hasil domestikasi dari Banteng (Bos bibos) (Hardjosubroto, 1994), dan merupakan sapi asli pulau Bali (Sutan, 1988).Sapi Bali menjadi primadona sapi potong di Indonesia karena mempunyai persentase karkas tinggi dengan daging tanpa lemak (Pane, 1990).

Sapi potong (pedaging) merupakan salah satu penghasil daging yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan penting artinya di dalam kehidupan masyarakat.Ternak sapi potong sebagai salah satu sumber protein berupa daging, produktivitasnya masih sangat memprihatinkan karena volumenya masih jauh dari target yang diperlukan konsumen.Permasalahan ini disebabkan oleh produksi daging masih rendah. Beberapa faktor yang menyebabkan volume produksi daging masih rendah antara lain populasi dan produksi rendah (Sugeng, 2007).


Kebutuhan daging sapi didalam negeri belum mampu dicukupi oleh peternak di Indonesia sebagai produsen lokal. Produksi daging sapi di Indonesia hingga tahun 2012 mencapai 485.330 ton, sedangkan populasi sapi potong di Indonesia hingga tahun 2012 hanya mencapai 14.824.370 ekor (Departemen Pertanian, 2012). Kondisi ini menyebabkan Indonesia melakukan impor daging sapi maupun ternak sapi, selain itu banyak terjadi pemotongan ternak produktif untuk memenuhi permintaan daging sapi, yang akhirnya dapat menyebabkan populasi ternak sapi semakin menurun, oleh karena itu peningkatan populasi sapi potong perlu dilakukan (Yuliati, dkk., 2014).

Populasi sapi dan kerbau pada 1 Mei 2013 mencapai 14,2 juta ekor atau mengalami penurunan yang cukup drastis dibandingkan dengan hasil pendataan sapi potong, sapi perah, dan kerbau (Badan Pusat Statistika, 2013).

Populasi sapi dan kerbau hasil sensus ternak mencapai 16,7 juta ekor. Populasi mengalami penurunan pada tahun ini mencapai 2,5 juta ekor atau sekitar 15% bila dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2011. Penyebab utama penurunan populasi sapi potong adalah maraknya pemotongan sapi dalam beberapa tahun terakhir sebagai dampak naiknya harga di pasaran tanpa diimbangai dengan upaya pemerintah meningkatkan populasi sapi potong di dalam negeri secara berkelanjutan (Badan Pusat Stastika, 2011).

Pemotongan sapi betina produktif yang keberadaannya penting untuk meningkatkan populasi.Hal ini dapat dicegah melalui monitoring yang ketat dengan memanfaatkan data hasil sensus ternak.Pemotongan sapi di Indonesia 68 persen dari populasi sapi potong adalah sapi betina produktif.Untuk mencegah pemotongan sapi betina produktif, Undang - undang No. 18 Tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan yang mengatur mengenai larangan pemotongan sapi betina produktif serta sanksi hukumnya mestinya juga ditegakkan (Sudarjat, 2003).

Konsekuensinya, swasembada daging pada 2014 belum dapat dicapai.berdasarkan terminologi FAO (Food and Agriculture Organization), suatu negara dianggap telah mencapai swasembada jika impor daging maksimal hanya 10% dari kebutuhan nasional. Kebutuhan daging nasional saat ini ditaksir sekitar 600 ribu ton dalam setahun dengan populasi sapi potong yang menyusut, tidak dapat tercapai bila 90% dari kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dari sapi potong dalam negeri (Syamsu, 2011).

Pertumbuhan populasi sapi ditentukan oleh keseimbangan antara jumlah kelahiran dan kematian, pemotongan serta penjualan ternak sapi ke luar daerah. Jika hal ini tidak diperhatikan, akan terjadi pengurasan sumber daya ternak. Pemotongan dan pengiriman ternak bibit atau sapi potong yang tidak terkendali hanya untuk memenuhi tuntutan pemenuhan kebutuhan konsumsi daging semata dengan mengabaikan perkembangan populasinya.Dampaknya adalah menurunnya mutu ternak, karena ternak berkualitas baik tidak tersisakan untuk pembibitan.Selain itu, terjadinya pemotongan sapi betina produktif sehingga mengakibatkan tingkat kelahiran ternak menurun pada populasi ternak sapi (Syamsu, 2011).


Download Artikel Lengkap (sumber)
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 08:22

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...