Potensi Kulit Buah Kopi Untuk Pakan Ternak

Posted by

Perkebunan kopi yang dikelola oleh rakyat sampai saat ini terus berkembang di Indonesia sehingga perluasannya terus meningkat. Produksi buah kopi di Indonesia menempati urutan ke empat terbesar di dunia. Kulit luar kopi yang merupakan limbah hasil pengolahan buah kopi memiliki proporsi 40 – 45%, sehingga jumlah limbah tersebut adalah sebanyak 752,6 –846,7 ton/hari (Kompas, 2008). Kulit buah kopi cukup potensial untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia termasuk kambing. Kandungan zat nutrisi yang terdapat pada kulit buah kopi seperti; protein kasar sebesar 10,4%, serat kasar sebesar 17,2% dan energi metabolis 14,34 MJ/kg (Zainuddin dan Murtisari, 1995). 


Simanihuruk (2010) menyatakan bahwa kulit kopi merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif. Kulit kopi sebelum fermentasi mengandung protein kasar sebesar 6,67%, lemak 1,04%, kalsium 0,21% dan fosfor 0,03% (Londra dkk. 2009), sedangkan menurut Guntoro dan Yasa, (2005) mengandung protein kasar sebesar 8,80%, lemak 1,07%, kalsium 0,23% dan fosfor 0,02%. Penggunaan limbah kopi sebanyak 200 g/ekor/hari dan enzim philazim sebanyak 2,5 g/ekor/hari dapat meningkatnya produksi susu kambing Peranakan Etawah (PE atau Etawah grade goats). Penggunaan limbah kopi terfermentasi untuk pakan penguat mampu memberikan peningkatan berat badan dari rata-rata 68,41 g/ekor/hari menjadi 102.92 g/ekor/hari (Guntoro dkk., 2005).


Tepung kulit kopi dapat ditambahkan dalam 2-3 kg konsentrat yang akan diberikan untuk pakan ternak sapi dara dan ternak sapi bunting umur tua (Mariyono dan Romjali, 2007). Hernaman dkk., (2005) menambahkan bahwa penggunaan kulit kopi sebesar 6% pada pakan ternak sapi potong tidak mempengaruhi kecernaan bahan kering dan organik.

loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 21:47

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...