Sapi Bali

Posted by

Sapi Bali adalah salah satu sapi potong plasma nutfah di Indonesia yang dikenal dengan nama Balinese cow dan kadang-kadang disebut juga dengan nama Bibos javanicus, meskipun sapi Bali bukan satu subgenus dengan bangsa sapi Bos taurus atau Bos indicus. Berdasarkan hubungan silsilah famili Bovidae, kedudukan sapi Bali diklasifikasikan ke dalam subgenus Bibovine tetapi masih termasuk genus bos (Wawang, 2010).

Sapi Bali merupakan hasil domestikasi dari banteng (bibos banteng) yang memiliki klasifikasi taksonomi sebagai berikut; Phylum: Chordata, Sub-phylum: Vertebrata, Class: Mamalia, Ordo: Artiodactyla, Sub-ordo: Ruminantia, Family: Bovidae, Genus: Bos, Spesies: Bos indicus. Sapi Bali mempunyai ciri-ciri khusus antara lain: warna bulu merah bata, tetapi yang jantan dewasa berubah menjadi hitam. Satu karakter lain dari sapi Bali adalah perubahan warna sapi jantan kebiri dari hitam kembali menjadi warna semula yakni coklat muda keemasan yang diduga karena makin tersedianya hormon testosterone sebagai hasil produk testes (Chamdi, 2004).


Karakteristik lain dari sapi Bali murni yaitu warna putih pada bagian belakang paha, pinggir bibir atas, dan pada paha kaki bawah mulai tarsus dan carpus sampai batas pinggir atas kuku, bulu pada ujung ekor hitam, bulu pada bagaian dalam telinga putih, terdapat garis hitam yang jelas pada bagian atas punggung, bentuk tanduk silak congklok yaitu jalannya pertumbuhan tanduk mula-mula dari dasar sedikit keluar lalu membengkok ke atas, kemudian pada ujungnya membengkok sedikit keluar. Sapi Bali betina mempunyai bentuk tanduk ideal yang disebut manggul gangsa yaitu jalannya pertumbuhan tanduk satu garis dengan dahi arah ke belakang sedikit melengkung ke bawah dan pada ujungnya sedikit mengarah ke bawah dan dalam, tanduk ini berwarna hitam (Hardjosubroto, 1994).

Habitat asli sapi Bali bertempat di Pulau Bali. Populasinya saat ini ditaksir sekitar 526.031 ekor. Saat ini Sapi Bali masih hidup liar di Taman Nasional Bali Barat, Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Ujung Kulon dan sekarang sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, sapi Bali telah mengalami proses domestikasi yang terjadi sebelum 3.500 SM di wilayah Pulau Jawa atau Bali dan Lombok. Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa sampai saat ini masih dijumpai banteng yang hidup liar di beberapa lokasi di Pulau Jawa, seperti di Ujung Kulon serta Pulau Bali yang menjadi pusat gen sapi Bali (Wawang, 2010). Dari Pulau Bali yang dipandang sebagai pusat perkembangan sekaligus pusat bibit, sapi Bali menyebar dan berkembang hampir ke seluruh pelosok nusantara. Penyebaran sapi Bali di luar Pulau Bali yaitu ke Sulawesi Selatan pada tahun 1920 dan 1927, ke Lombok pada abad ke-19, ke Pulau Timor pada tahun 1912 dan 1920. Selanjutnya sapi Bali berkembang sampai ke Malaysia, Philipina dan Ausatralia bagian Utara (Wawang, 2010).

Keunggulan sapi Bali adalah subur mudah beradaptasi dengan lingkungannya, dapat hidup di lahan kritis, mempunyai daya cerna yang baik terhadap pakan, persentase karkas yang tinggi serta kandungan lemak karkas rendah. (Wawang, 2010).

loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 07:47

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...