Tiga Komponen Biosekuriti

Posted by

Biosekuriti adalah keamanan dari transmisi penyakit menular, parasit dan hama. Biosekuriti telah fokus pada mempertahankan atau meningkatkan status kesehatan hewan dan mencegah masuknya penyakit baru patogen dengan menilai semua resiko yang mungkin terjadi pada Kesehatan hewan ( Satyanarayana 2008, Zavala, 2011). Biosekuriti memiliki tiga komponen utama : isolasi, kontrol lalu lintas dan sanitasi.

Menurut Anonim 2007 dalam tesis Rusny (2013) bahwa penerapan biosekuriti sangat penting sebagai salah satu aspek dasar program keamanan pangan di industri dan penerapan biosecuriti dapat meningkatkan kesehatan ternak dan menjadikannya lebih produktif. WHO (2008) bahwa tindakan biosekuriti meliputi sekumpulan penerapan manajemen yang dilakukan bersamaan untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit, misalnya virus flu burung pada hewan atau manusia.

a. Biosekuriti konseptual merupakan biosekuriti tingkat pertama dan menjadi basis dari seluruh program pencegahan penyakit meliputi pemilihan lokasi kandang, pemisahan umur unggas, kontrol kepadatan dan kontak dengan unggas liar serta penetapan lokasi khusus untuk gudang pakan atau tempat mencampur pakan.
b. Biosekuriti struktural merupakan biosekuriti tingkat kedua, meliputi hal-hal yang berhubungan dengan tata letak peternakan (farm), pembuatan pagar yangbenar, pembuatan saluran pembuangan, penyediaan peralatan dekontaminasi,instalasi penyimpanan pakan, ruang ganti pakaian dan peralatan kandang.
c. Biosekuriti operasional merupakan biosekuriti tingkat ketiga terdiri atas prosedur manajemen untuk mencegah kejadian dan penyebaran infeksi dalam suatu peternakan. Biosekuriti operasional tediri atas tiga hal pokok yakni,

a) pengaturan traffic control, b) pengaturan dalam farm dan c) desinfeksi

loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 14:15

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...