Tingkah Laku Ayam Ras Petelur yang Dipelihara Secara Free-Range

Posted by

Sistem free-range memberikan kebebasan kepada ayam untuk mengekspresikan tingkah laku mereka secara alami dengan mengutamakan kebebasan untuk bergerak, memilih posisi sarang dan ruang untuk bergerak dan memilih ayam lain dalam proses sosialnya (Armstrong dan Cermak, 1989). Horning, et al., (2001) memperkirakan bahwa kondisi perkandangan dari 63 kandang ayam yang menggunakan sistem litter mencapai nilai yang lebih rendah (kemampuan ayam untuk makan, minum, bertengger, bersarang, dan berjalan). Peternakan yang memiliki tempat khusus bergerak yang telah terlindungi dan menggunakan sistem free-range itu menghasilkan nilai yang lebih tinggi. Pada sistem ini ayam memiliki kemampuan untuk memperoleh makanan, minuman, tempat tenggeran, sarang, tempat pengumbaran, wilayah untuk mematuk.


a. Merumput (Foraging)
Data tingkah laku merumput hingga saat ini masih sangat terbatas. Sebuah studi yang dilakukan pada musim kemarau kering di Australia Selatan menunjukan bahwa ayam sangat aktif didalam paddock selama kondisi cuaca yang mendung dan juga ketika terjadi hujan gerimis. Hal tersebut sangat jelas terlihat pada ayam yang tertarik pada serangga yang lebih aktif selama periode tersebut. Ayam merumput sekitar 30-40 meter dari tempat berteduhnya, selain itu ayam juga merumput di dalam paddock khususnya ketika ayam berada di sekitar paddock. Ayam akan bergerak lebih jauh kedalam paddock, dan cenderung untuk meninggalkan rumput yang diberikan oleh peternak dan lebih menyukai rumput yang berada di padang rumput Keppler dan Folsch (2000).
Pada saat merumput ayam-ayam membutuhkan 7-25% dari seluruh aktifitasnya (Appleby, et al., 1989). Ayam memiliki kemampuan yang besar untuk mengkonsumsi rumput-rumput liar, biji-bijian, dan hama tumbuhan yang akan memberi keuntungan yang besar dalam sistem rotasi.

b. Makan (Feeding)
Secara alami pemberian pakan pada ayam terdiri dari beberapa bahan makanan antara lain, biji-bijian, buah-buahan, daun-daunan, dan binatang intervertebrata (McBride, et al., 1969). Ayam mencari dedaunan dan merumput dengan mengais-ngais dan menyeleksi partikel makanan yang terkecil. Pada anak ayam makanan sebagian besar terdiri dari hewan-hewan invertebrata karena ayam yang sedang mengalami pertumbuhan membutuhkan protein yang lebih tinggi, sedangkan ayam-ayam dewasa mengkonsumsi biji-bijian dimusim gugur dan dingin, rerumputan dan dedaunan dimusim semi dan panas (Savory, et al., 1978).
Sebagian besar spesies unggas akan mengkomsumsi pakan ketika berumur 2 minggu, sedangkan ketika berumur 8 minggu sebagian besar lebih banyak mengkonsumsi bagian-bagian dari tanaman (Savory, 1989). Ketika pemeliharaan dengan menggunakan sistem free-range ayam akan dimungkinkan untuk memilih makanan-makanan yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya (Hughes, 1984).

c. Minum (Drinking)
Perilaku minum pada ayam biasanya dilakukan sambil menenggelamkan paruh kedalam tempat minum, kemudian dalam selang beberapa detik ketika ayam meminum air biasanya ayam tersebut mengangkat kepala sambil membuka paruhnya (Mishra, et al., 2005).

d. Istirahat (Resting)
Menurut Mishra et al. (2005) tingkah laku ini biasa dilakukan ayam ketika dalam situasi yang sepi dan ayam biasanya istirahat lebih dari 2 menit.

e. Berjalan (Walking)
Ayam memiliki kemampuan berjalan melebihi dari 3 langkah. Hal ini sering ditemukan pada ayam yang di pelihara secara bebas dan ketika sedang merumput di suatu area (Mishra, et al., 2005).

f. Bersarang (Nesting)
Ayam menunjukan perilaku bersarang ketika akan bertelur, dan apabila menjelang waktu malam ayam akan naik ke sarang (Mishra, et al., 2005).

g. Bertengger (Perching)
Umumnya ayam menyukai duduk dan berdiri di dekat tenggerannya. Hubungan performa dengan tingkah laku bertengger biasanya tidak saling mempengaruhi satu sama lain (Mishra, et al., 2005).

Download Sumber Artikel Lengkap
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 22:01

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...