<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173</id><updated>2012-02-16T18:44:03.968+07:00</updated><category term='Ayam'/><category term='Penyakit Anthrax'/><category term='Mutasi'/><category term='Seri Budidaya'/><category term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><category term='Ternak Perah'/><category term='Sosial Ekonomi Peternakan'/><category term='Ternak Unggas'/><category term='Sosiologi Pedesaan dan Perkotaan'/><category term='Sapi Perah'/><category term='Ternak Potong'/><category term='Reproduksi Ternak'/><category term='Rumen'/><category term='Hukum Hardy-Weinberg'/><category term='Produksi Ternak'/><category term='Inseminasi Buatan'/><category term='Ilmu Pemuliaan Ternak'/><category term='histologi ternak'/><category term='siklus estrus'/><category term='Ebook'/><category term='Biokimia'/><category term='Ransum'/><category term='Bahan Pakan'/><category term='Sapi Potong'/><category term='ASUH'/><category term='Nutrisi Ternak'/><category term='Itik'/><category term='Mikrobiologi'/><category term='Susu'/><category term='Teknologi Hasil Ternak'/><category term='fisiologi ternak'/><category term='Leguminosa'/><category term='Ayam Petelur'/><category term='Seleksi'/><category term='ins'/><category term='Kesehatan Ternak'/><category term='Frekuensi Gen'/><category term='Produk Peternakan'/><category term='karkas'/><category term='Hijauan'/><category term='Pakan Alternative'/><category term='Penyakit Brucellosis'/><title type='text'>Kami Cinta Peternakan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-7076482305355082591</id><published>2010-08-29T00:02:00.000+07:00</published><updated>2010-08-31T14:10:47.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pakan Alternative'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ternak Unggas'/><title type='text'>Alternative Pakan Ternak – Rumen Sapi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_lvv8xci_C80/THyq4vowGjI/AAAAAAAABIo/rg9VlN4dlfQ/s1600-h/image3.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; margin: 5px 5px 0px 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/_lvv8xci_C80/THyq850-pDI/AAAAAAAABIs/WmUUoNkHbbQ/image_thumb1.png?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;Isi rumen merupakan salah satu limbah rumah potong hewan yang belum dimanfaatkan secara optimal&amp;#160; bahkan ada yang dibuang begitu saja sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah ini sebenarnya sangat potensial bila dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak karena isi rumen disamping merupakan bahan pakan yang belum tercerna juga terdapat organisme rumen yang merupakan sumber vitamin B.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kandungan zat makanan yang terdapat pada isi rumen sapi meliputi: air (8,8%), protein kasar (9,63%), lemak (1,81%), serat kasar (24,60%), BETN (38,40%), Abu (16,76%), kalsium (1,22%) dan posfor (0,29%) dan pada domba meliputi: air (8,28%), protein kasar (14,41%), lemak (3,59%), serat kasar (24,38%), Abu (16,37%), kalsium (0,68%) dan posfor (1,08%) (Suhermiyati, 1984). Widodo (2002) menyatakan zat makanan yang terkandung dalam rumen meliputi protein sebesar 8,86%, lemak 2,60%, serat kasar 28,78%, fosfor 0,55%, abu 18,54% dan air 10,92%. Berdasarkan komposisi zat yang terkandung didalamnya maka isi rumen dalam batas tertentu tidak akan menimbulkan akibat yang merugikan bila dijadikan bahan pencampur ransum berbagai ternak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di dalam rumen ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Cairan rumen mengandung bakteri dan protozoa. Konsentrasi bakteri sekitar 10 pangkat 9 setiap cc isi rumen, sedangkan protozoa bervariasi sekitar 10 pangkat 5 - 10 pangkat 6 setiap cc isi rumen (Tillman, 1991). Beberapa jenis bakteri/mikroba yang terdapat dalam isi rumen adalah (a) bakteri/mikroba lipolitik, (b) bakteri/mikroba pembentuk asam, (c) bakteri/mikroba amilolitik, (d) bakteri/mikroba selulolitik, (e) bakteri/mikroba proteolitik Sutrisno dkk, 1994)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jumlah mikroba di dalam isi rumen sapi bervariasi meliputi: mikroba proteolitik 2,5 x 10 pangkat 9 sel/gram isi rumen, mikroba selulolitik 8,1 x 10 pangkat 4 sel/gram isi rumen, amilolitik 4,9 x 10 pangkat 9 sel/gram isi, mikroba pembentuk asam 5,6 x 10 pangkat 9 sel/gram isi, mikroba lipolitik 2,1 x 10 pangkat 10 sel/gram isi dan fungi lipolitik 1,7 x 10 pangkat 3 sel/gram isi (Sutrisno dkk, 1994). Mikroorganisme tersebut mencerna pati, gula, lemak, protein dan nitrogen bukan proein untuk membentuk mikrobial dan vitamin B.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berdasarkan hasil penelitian Sanjaya (1995), penggunaan isi rumen sapi sampai 12% mampu meningkatkan pertambahan bobot badan dan konsumsi pakan ayam pedaging dan mampu menekan konversi pakan ayam pedaging.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-7076482305355082591?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/7076482305355082591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/alternative-pakan-ternak-rumen-sapi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7076482305355082591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7076482305355082591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/alternative-pakan-ternak-rumen-sapi.html' title='Alternative Pakan Ternak – Rumen Sapi'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_lvv8xci_C80/THyq850-pDI/AAAAAAAABIs/WmUUoNkHbbQ/s72-c/image_thumb1.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-3172777655869359119</id><published>2010-08-28T23:55:00.000+07:00</published><updated>2010-08-31T14:09:34.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit Anthrax'/><title type='text'>Penyakit Anthrax</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Anthrax merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh bakter Bacillus Antracis bersifat ganas dan menyerang ternak sapi, kerbau, domba, kambing, kuda, babi,burung unta serta hewan lainnya seperti tikus, marmut, mencit dll.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anthrax sangat ditakuti karena :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bersifat zoonosa artinya penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Terjadi angka kematian yang tinggi pada hewan/ternak penderita anthrax dan juga menyebabkan kematian pada manusia.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bakteri anthrax dapat membentuk spora yang tahan hidup bertahun-tahun di dalam tanah sehngga sulit diberantas.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sumber penularan Anthrax adalah :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Hewan/ternak penderita anthrax.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bahan makanan pada hewan yang tercemar spora atau kuman anthrax.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Tanah, tanaman dan air serta media lainnya yang tercemar spora atau kuman anthrax.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Cara Penularan Anthrax pada hewan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Hewan memakan rumput yang mengandung tanah yang tercemar spora Anthrax. Tanah mengandung spora karena tercemar darah dan kotoran penderita anthrax.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Kontak langsung dengan hewan penderita anthrax tidak biasa terjadi.        &lt;br /&gt;Penularan Anthrax pada manusia&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Kontak langsung dengan kuman penyakit yang ada ditanah/rumput, hewan yang sakit maupun bahan-bahan yang berasal dari hewan sakit seperti kulit, daging/tulang dan darah.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bibit penyakit terhirup orang yang mengerjakan bulu hewan (domba dll.) pada waktu menyortir. Penyakit dapat ditularkan melalui pernafasan bila seseorang menghirup spora anthrax tersebut.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Memakan daging hewan yang sakit atau produk bahan hewan seperti sate, dendeng, abon.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Gigitan vektor atau pembawa kuman Anthrax, misalnya lalat piteuk (Tabanus sp.)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanda-tanda Anthrax pada hewan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Demam, gelisah, lemah, paha gemetar, nafsu makan hilang dan rubuh.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Keluar darah dari dubur, mulut dan lubang hidung. Darah berwarna merah tua seperti kecap atau ter, agak berbau amis dan busukserta sulit membeku.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pembengkakan di daerah leher, dada dan sisi lambung, pinggang dan alat kelamin luar.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Kematian dalam waktu singkat tanpa disertai tanda-tanda sebelumnya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jika terlihat tanda-tanda di atas maka :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Laporkan secepatnya ke Petugas Peternakan setempat.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dilaksanakan pengujian secara laboratorik untuk kepastian diagnosa penyakit.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Hewan/ternak penderita Anthrax dilarang keras disembelih dan harus diisolasi di di kandang sehingga tidak kontak dengan ternak lainnya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Hewan/ternak yang mati akibat Anthrax harus cepat di musnahkan dengan cara dibakar dan dikubur di dalam lubang sedalam 2,5 meter,diberi kapur dan ditimbun kembali dengan tanah.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Kandang, peralatan dan bahan lainnya yang tercemar spora atau kuman Anthrax harus didesinfeksi dan dibakar.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Vaksinasi Anthrax terhadap hewan rentan di sekitar lokasi tertular Anthrax.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Penertiban pemotongan liar di Rumah Pemotongan Hewan(RPH).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pengawasan lalu lintas ternak dan bahan asal hewan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Penutupan daerah oleh Bupati atau Walikota selama 14 hari sampai dengan 3 bulan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber Artikel :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.disnak.jabarprov.go.id/index.php?mod=penyakitHewan&amp;amp;idMenuKiri=551&amp;amp;idMenu=666"&gt;disnak.jabarprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-3172777655869359119?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/3172777655869359119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/penyakit-anthrax.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/3172777655869359119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/3172777655869359119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/penyakit-anthrax.html' title='Penyakit Anthrax'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-9014784422538406617</id><published>2010-08-27T14:40:00.000+07:00</published><updated>2010-08-27T14:41:55.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASUH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karkas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam'/><title type='text'>Pedoman Daging Ayam Asuh</title><content type='html'>&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_lvv8xci_C80/THdnPHSZ9ZI/AAAAAAAABIc/-blVHj3PLlM/s1600-h/image7.png"&gt;&lt;img align="left" alt="image" border="0" height="139" src="http://lh4.ggpht.com/_lvv8xci_C80/THdnUhUmLyI/AAAAAAAABIk/XRD8qak5kjg/image_thumb5.png?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline; margin: 5px 5px 5px 0px;" title="image" width="183" /&gt;&lt;/a&gt;Daging ayam merupakan daging yang relatif lebih murah dibandingkan dengan daging yang lain seperti daging sapi, kerbau dan kambing/domba, sehingga lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat konsumen dari berbagai tingkat ekonomi. Daging ayam yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) adalah daging yang diharapkan oleh semua konsumen, karena terjamin jika dikonsumsi oleh manusia. Pengertian ASUH yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;AMAN&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Tidak mengandung bibit penyakit dan residu bahan kimia ataupun obat-obatan yang dapat mengganggu kesehatan . &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SEHAT&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Memiliki zat-zat yang bergizi dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;UTUH&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan lain. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;HALAL&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Dipotong dan ditangani sesuai dengan syariat Agama Islam. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pelaku bisnis yang terlibat dalam proses pemotongan ayam hingga perdagangan daging ayam sangat banyak dan beragam dalam tingkat pendidikannya, sehingga sering terjadi banyak penyimpangan dalam penanganan dan perdagangan daging ayam di pasar atau di Tempat Pemotongan Ayam (TPA). Penyimpangan-penyimpangan tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penjualan bangkai ayam sebagai ayam potong, sering disebut ayam TIREN (mati kemaren) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemakaian formalin sebagai bahan pengawet karkas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyuntikan karkas ayam dengan air atau udara agar terlihat gemuk &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberian warna kuning pada karkas atau daging ayam &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Untuk mengetahui karkas atau daging ayam yang akan dibeli sehat dan tidak mengalami penyimpangan adalah dengan cara mengenali ciri-ciri karkas/daging ayam yang sehat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kulit berwarna putih bersih, mengkilat dan tidak dijumpai adanya memar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bau spesifik/khas daging ayam &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuluh darah di seluruh tubuh tidak terlihat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serabut otot agak pucat, bekas pemotongan regangannya besar dan tidak merata &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konformasi sempurna, tidak ada cacat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dijual pada tempat yang memiliki pendingin dan penutup &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersih dari kotoran &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak dijumpai bulu jarum pada karkas/daging ayam &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Daging ayam bangkai atau disebut TIREN, ayam mati yang dipotong selain tidak halal juga berbahaya bagi konsumen karena dapat mengandung penyakit yang dapat menular kepada manusia. Darah merupakan media yang baik untuk berkembangbiaknya kuman/bibit penyakit. Pada ayam yang disembelih darah dikeluarkan sebanyak mungkin, sehingga karkas tidak mudah busuk. Sementara pada daging ayam TIREN darah tidak dikeluarkan sehingga menjadi media yang baik untuk pertumbuhan kuman, dan daging akan cepat busuk. Ciri-ciri karkas ayam bangkai adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kulit bercak-bercak merah, pada bagian kepala dan leher berdarah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian dalam karkas berwarna merah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baunya anyir, tidak seperti karkas ayam normal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otot pada dada agak lembek &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serabut otot berwarna kemerahan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuluh darah di leher penuh dengan darah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bekas pemotongan di leher regangannya kecil dan rata &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bercak kemerahan lama-kelamaan menjadi biru lebam &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Formalin atau formaldehid adalah bahan kimia berbentuk cair yang digunakan untuk mengawetkan mayat atau spesimen biologi untuk penelitian, disinfektan anti fungal (jamur) dan juga bahan kimia industri. Formalin berbau tajam khas, menyebabkan iritasi pada kulit, selaput lendir hidung dan mata dan bersifat karsinogenik (pemicu tumbuhnya kanker pada jaringan hidup). Karena itu formalin tidak layak dan memang tidak diperuntukkan sebagai bahan pengawet makanan. Sering ditemukan kasus pemakaian formalin untuk daging ayam. Ciri-ciri daging ayam yang diawetkan dengan formalin yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kulit ayam terasa agak peret &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lalat tidak mau hinggap pada karkas/daging &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bau formalin yang khas kadang dapat tercium &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging/karkas dijual tanpa didinginkan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging terlihal pucat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Karkas/daging ayam yang disuntik merupakan daging yag tidak sehat karena air yang disuntikkan mengandung kuman, selain itu dipastikan suntikan yang dipakai pun tidak bebas dari kuman. Dan kuman akan berkembangbiak didalam daging. Praktek ini merupakan tindak penipuan terhadap konsumen. Ciri-ciri daging ayam yang disuntik adala sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Daging/karkas terlihat kekar/gemuk secara tidak lazim &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsistensi seperti balon berisi air/angin &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika dipotong akan kempes dan keluar angin/air &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika digoreng seperti menggoreng air &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Karkas/daging ayam yang sehat adalah yang tidak diberi pewarna. Praktek pemberian warna kuning pada karkas ayam sering dilakukan agar daging ayam yang dijual tampak seperti daging ayam kampung. Pewarnaan pada daging ayam juga dapat digunakan untuk menyamarkan ciri-ciri daging ayam bangkai. Hal ini jelas merupakan suatu tindak penipuan terhadap konsumen, lebih-lebih jika pewarna yang digunakan bukan pewarna pangan melainkan pewarna untuk tekstil yang berbahaya bagi kesehatan manusia jika termakan. Walaupun razia sering dilakukan, masih sering terjadi kasus penipuan terhadap konsumen dan pemalsuan daging ayam. Untuk itu konsumen diminta waspada dalam membeli karkas/daging ayam.&lt;br /&gt;Dewasa ini marak terjadi penularan flu burung/Avian Influenza(AI) dari unggas ke manusia. Masyarakat khawatir mengenai penularan AI melalui daging atau telur ayam/unggas. AI bukanlah Foodborne Disease (penyakit yang menular melalui makanan). Masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi daging/telur ayam selama daging/telur tersebut dimasak hingga matang dan melaksanakan perilaku hidup sehat. Virus Avian Influenza jika terdapat pada daging ayam akan mati dalam suhu 80oC selama 1 menit, sedangkan pada telur ayam&amp;nbsp; virus tersebut akan mati pada suhu 64oC selama 4,5 menit.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;sumber : &lt;/i&gt;&lt;b&gt;Disnak dan Keswan Prov. Jateng&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-9014784422538406617?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/9014784422538406617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/pedoman-daging-ayam-asuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/9014784422538406617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/9014784422538406617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/pedoman-daging-ayam-asuh.html' title='Pedoman Daging Ayam Asuh'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_lvv8xci_C80/THdnUhUmLyI/AAAAAAAABIk/XRD8qak5kjg/s72-c/image_thumb5.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-6862442803131448064</id><published>2010-08-24T10:33:00.001+07:00</published><updated>2010-08-24T10:33:48.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit Brucellosis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Ternak'/><title type='text'>Penyakit Brucellosis Pada Ternak</title><content type='html'>&lt;p&gt;Penyakit Keluron Menular (Brucellosis) adalah infeksi kronis (menahun), terutama pada sapi dan kerbau yang menyerang organ reproduksi dan menyebabkan keguguran. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;b&gt;Penyebab Brucellosis :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Pada Sapi&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; : Kuman Brucella Abortus&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Pada Domba/Kambing : Kuman Brucella Militensis&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Pada Babi&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; : Kuman Brucella Suis&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;b&gt;Cara Penularan : &lt;/b&gt;Penularan pada hewan terjadi melalui : &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;- Saluran Pencernaan &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;- Saluran Kelamin&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;- Saluran Selaput Lendir&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;- Kulit yang Luka &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sumber Penularan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Kotoran dan air seni hewan yang terinfeksi &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Reruntuhan cairan sisa-sisa abortus dari hewan terinfeksi&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Gejala Klinis &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada sapi tanda-tanda klinis utama ialah : &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Keluron menular yang dapat diikuti dengan kemajiran temporer atau permanen, keluron terjadi&amp;#160;&amp;#160; pada kebuntingan 5-8 bulan&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Produksi air susu turun&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Mengeluarkan cairan vaginal yang bersifat infeksius dan berwarna keruh&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Pada kelenjar susu tidak menunjukkan gejala klinis meski di dalam air susu terdapat kuman Brucella. Hal ini dapat menyebabkan penularan pada manusia (menyebabkan demam undulan), meskipun tidak sampai menyebabkan keguguran pada ibu hamil. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Hewan jantan memperlihatkan gejala epididimis dan orchitis (infeksi pada epididimis dan testis)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kelainan Pasca Mati :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perubahan yang terlihat adalah : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Perubahan pada placenta dengan bercak-bercak pada lapisan permukaan chorion.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Cairan janin terlihat keruh berwarna kuning coklat dan kadang bercampur nanah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Pada hewan jantan ditemukan proses pernanahan pada testikelnya, diikuti dengan nekrose.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Diagnosa&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dugaan adanya Brucellosis timnbul apabila ditemukan apabila ditemukan keluron dalam kelompok ternak yang diikuti menghilangnya penyakit itu. Diagnosa pada hewan berdasarkan pada :usu &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Gejala klinis dan uji serologis &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Isolasi dan identifikasi kuman brucella&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Diagnosa Banding &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada sapi Keluron yang disebabkan oleh kuman dikelirukan dengan Campylobacter fetus atau Trichomonas Fetus.&amp;#160; Keluron Campylobacter fetus terjadi setiap waktu, Trichomonas Fetus terjadi pada kebuntingan dini sedangkan oleh Brucella terjadi pada lebih dari 6 bulan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pencegahan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Usaha-usaha pencegahan terutama ditujukan kepada tindakan sanitasi dan tata laksana :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Tindakan sanitasi, antara lain : sisa abortus dihapus hamakan, fetus dan placenta dibakar, hindarkan perkawinan antara pejantan dengan betina yang mengalami keluron, anak-anak hewan yang lahir dari induk menderita brucellosis sebaiknya diberi susu dari induk yang bebas brucellosis, hewan penderita pada sapi perah dilaksanakan pemotongan bersyarat, dan peralatannya harus dicuci dan dihapushamakan, ternak pengganti jangan segera di masukkan. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Ternak pengganti yang tidak punya sertifikat bebas brucellosis dapat dimasukkan bila setelah diuji serologis negatif. Sedangkan yang mempunyai sertifikat bebas brucellosis dilakukan uji serologis dalam selang waktu 60 sampai 120 hari setelah dimasukkan dalam kelompok ternak. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Pengawasan lalu lintas ternak dilakukan secara seksama. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Pelaksanaan perkawinan secara Inseminasi Buatan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pengendalian dan Pemberantasan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada kelompok sapi tertular ringan : &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Dilakukan uji serologis untuk penentuan reaktor&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Reaktos-reaktor harus dikeluarkan dan dipotong (Test and Slaughter)&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;&amp;#160;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pengobatan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Belum ada obat efektif untuk Brucellosis&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11351282/PenyakitBrucellosisPadaTernak.pdf.html"&gt;selengkapnya dapat didownload disini&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-6862442803131448064?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/6862442803131448064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/penyakit-brucellosis-pada-ternak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6862442803131448064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6862442803131448064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/penyakit-brucellosis-pada-ternak.html' title='Penyakit Brucellosis Pada Ternak'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-6080803604556837187</id><published>2010-08-21T17:51:00.001+07:00</published><updated>2010-08-21T17:51:34.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inseminasi Buatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ins'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reproduksi Ternak'/><title type='text'>Sejarah Inseminasi Buatan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_lvv8xci_C80/TG-vsJ8IM1I/AAAAAAAABIU/RyMqz0Dogok/s1600-h/untitled3.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="untitled" border="0" alt="untitled" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_lvv8xci_C80/TG-vtBKHW8I/AAAAAAAABIY/-P_AF7AK3iI/untitled_thumb1.jpg?imgmax=800" width="244" height="170" /&gt;&lt;/a&gt; Inseminasi Buatan pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 1950-an oleh Prof. B. Seit dari Denmark di Fakultas Hewan dan Lembaga Penelitian Peternakan Bogor. Dalam rangka rencana kesejahteraan istimewa (RKI) didirikanlah beberpa satsiun IB di beberapa daerah di awa Tenggah (Ungaran dan Mirit/Kedu Selatan), Jawa Timur (Pakong dan Grati), Jawa Barat (Cikole/Sukabumi) dan Bali (Baturati). Juga FKH dan LPP Bogor, difungsikan sebagai stasiun IB untuk melayani daerah Bogor dan sekitarnya, Aktivitas dan pelayanan IB waktu itu bersifat hilang, timbul sehingga dapat mengurangi kepercayaan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kekurang berhasilan program IB antara tahun 1960-1970, banyak disebabkan karena semen yang digunakan semen cair, dengan masa simpan terbatas dan perlu adanya alat simpan sehingga sangat sulit pelaksanaanya di lapangan. Disamping itu kondisi perekonomian saat itu sangat kritis sehingga pembangunan bidang peternakan kurang dapat perhatian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan adanya program pemerintah yang berupa Rencana Pembangunan Lima Tahun yang dimulai tahun 1969, maka bidang peternakan pun ikut dibangun. Tersedianya dana dan fasilitas pemerintah akan sangat menunjang peternakan di Indonesia, termasuk program IB. Pada awal tahun 1973 pemerintah measukan semen beku ke Indonesia. Dengan adanya semen beku inilah perkembangan IB mulai maju dengan pesat, sehingga hampir menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semen beku yang digunakan selama ini merupakan pemberian gratis pemerintah Inggris dan Selandia Baru. Selanjutnya pada tahun 1976 pemerintah Selandia Baru membantu mendirikan Balai Inseminasi Buatan, dengan spesialisasi memproduksi semen beku yang terletak di daerah Lembang Jawa Barat. Setahun kemudian didirikan pula pabrik semen beku kedua yakni di Wonocolo Suranaya yang perkembangan berikutnya dipindahkan ke Singosari Malang Jawa Timur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hasil evaluasi pelaksanaan IB di Jawa, tahun 1972-1974 menunjukkan angka konsepsi yang dicapai selama dua tahun tersebut sangat rendah yaitu antara 21,3 – 38,92 persen. Dari survei ini disimpulkan juga bahwa titik lemah pelaksaan IB, tidak terletakpada kualitas semen, tidak pula pada keterampilan inseminator, melainkan sebagian besar terletak pada ketidak suburan ternak-ternak betina itu sendiri. Ketidak suburan ini banyak disebabkan oleh kekurangan pakan, kelainan fisiologi anatomi dan kelainan patologik alat kelamin betina serta merajalelanya penyakit kelamin menular. Dengan adanya evaluasi terebut maka perlu pula adanya penyemopurnaan bidang organisasi IB, perbaikan sarana, intensifikasi dan perhatian aspek pakan, manajemen, pengendalian penyakit, sarana, intensifikasi dan perhatian aspek pakan, manajemen, pengendalian penyakit, pada kualitas semen, tidak pula pada keterampilan inseminator, melainkan sebagian besar terletak pada ketidak suburan ternak-ternak betina itu sendiri. Ketidak suburan ini banyak disebabkan oleh kekurangan pakan, kelainan fisiologi anatomi dan kelainan patologik alat kelamin betina serta merajalelanya penyakit kelamin menular. Dengan adanya evaluasi terebut maka perlu pula adanya penyemopurnaan bidang organisasi IB, perbaikan sarana, intensifikasi dan perhatian aspek pakan, manajemen, pengendalian penyakit dengan dipergunakannya nitrogen cair sebagai bahan pembeku, yang menghasilkan daya simpan yang lebih lama dan lebih praktis, dengan suhu penyimpanan -169 0C.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-6080803604556837187?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/6080803604556837187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/sejarah-inseminasi-buatan-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6080803604556837187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6080803604556837187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/sejarah-inseminasi-buatan-di-indonesia.html' title='Sejarah Inseminasi Buatan di Indonesia'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_lvv8xci_C80/TG-vtBKHW8I/AAAAAAAABIY/-P_AF7AK3iI/s72-c/untitled_thumb1.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-8365318818823322986</id><published>2010-08-21T17:50:00.001+07:00</published><updated>2010-08-21T17:50:23.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siklus estrus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sapi Perah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sapi Potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reproduksi Ternak'/><title type='text'>Siklus Estrus pada Sapi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_lvv8xci_C80/TG-vab5USSI/AAAAAAAABIM/v_gTUOMYpFM/s1600-h/DSC0050134.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="DSC00501(3)" border="0" alt="DSC00501(3)" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/_lvv8xci_C80/TG-vbQGTcXI/AAAAAAAABIQ/SN1DS3ehAhc/DSC005013_thumb2.jpg?imgmax=800" width="240" height="180" /&gt;&lt;/a&gt; Pada sapi pubertas bervariasi menurut bangsa dan tingkat nutrisi. Sapi Holstein memperlihatkan birahi pertama pada umur rata-rata 37 minggu apabila tingkat nutrisi baik, dan 49 minggu bila nutrisinya sedang, serta 72 minggu bila tingkat nutrisi rendah. Panjang siklus estrus rata-rata 20 hari, dan 21 sampai 22 hari untuk sapi dewasa. Periode estrus pada sapi dapat dinyatakan saat dimana sapi betina siap sedia dinaiki baik oleh betina lain atau pejantan. Periode ini rata-ratanya adalah 18 jam untuk sapi perah ataupun sapi pedaging dan sedikit lebih pendek untuk sapi heifer sekitar 12-24 jam. Ovulasi normal terjadi kira-kira 10-15 jam setelah birahi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat perkawinan. Konsepsi masih dapat terjadi pada sapi yang dikawinkan mulai dari 34 jam sebelum ovulasi sampai menjelang 14 jam menjelang ovulasi. Disarankan bahwa spermatozoa harus hadir sekurangnya 6 jam di dalam uteruys sebelum mampu membuahi sebuah ovum. Perdarahan dari vulva sering terjadi pada heifer dan dewasa, satu sampai tiga hari setelah berakhirnya estrus.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sapi Bali betina rata-rata mencapai dewasa kelamin pada umur 18 bulan, dengan siklus estrus rata-rata 18 hari. Sedang pada usia muda berkisar antara 20-21 hari dan 16-23 hari pada sapi bali betina dewasa. Lama masa birahi sangat panjang, yaitu sekitar 16-23 jam dengan masa subur 18-27 jam (Pane, 1977 dalam Murtidjo, 1990). Lama keuntungan sapi bali berkisar 280 – 294 hari, sedang prosentase kebuntingan sebesar 86,56 persen. Tingkat kematian pada saat melahirkan tergolong kecil, yaitu berkisar 3,65 persen. Selain itu persentase kelahiran dari jumlah sapi Bali yang dikawinkan mencapai 83,4 persen.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada dasarnya tidak banyak jauh berbeda siklus estrus antara sapi eropa dengan sapi lokal indonesia,yang berbeda hanya proses pertumbuhannya yaitu pertambahan berat badan dengan Berat badan sapi janatan dewasa bisa mencapai 1–1,2 ton, dengan tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, yaitu rata-rata pertambahan berat badan per hari dapat mencapai 1 -1,2 Kg/ekor/hari. panjang siklus estrus sekitar 21 hari&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-8365318818823322986?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/8365318818823322986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/siklus-estrus-pada-sapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/8365318818823322986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/8365318818823322986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/siklus-estrus-pada-sapi.html' title='Siklus Estrus pada Sapi'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_lvv8xci_C80/TG-vbQGTcXI/AAAAAAAABIQ/SN1DS3ehAhc/s72-c/DSC005013_thumb2.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-7404952043477982225</id><published>2010-08-19T04:54:00.004+07:00</published><updated>2010-08-21T00:07:10.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ternak Potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inseminasi Buatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reproduksi Ternak'/><title type='text'>Sejarah Inseminasi Buatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;IB pada hewan peliharaan telah lama dilakukan sejak berabad-abad yang lampau. Seorang pangeran arab yang sedang berperang pada abad ke-14 dan dalam keadaan tersebut kuda tunggangannya sedang mengalami birahi. Kemudian dengan akar cerdiknya, sang pangeran dengan menggunakan suatu tampon kapas, sang pangeran mencuri semen dalam vagina seekor kuda musuhnya yang baru saja dikawinkan dengan pejantan yang dikenal cepat larinya.Tampon tersebut kemudian dimasukan ke dalam vagina kuda betinanya sendiri yang sedang birahi. Alhasil ternyata kuda betina tersebut menjadi bunting dan lahirlah kuda baru yang dikenal tampan dan cepat larinya. Inilah kisah awal tentang IB, dan setelah itu tidak lagi ditemukan catatan mengenai pelaksanaan IB atau penelitian ke arah pengunaan teknik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Penelitian ilmiah pertama dalam bidang inseminasi buatan pada hewan piarann dialkukan oleh ahli fisiologi dan anatomi terkenal Italia, yaitu Lazzaro Spallanzani pada tahun 1780. Dia berhasil menginseminasi amphibia, yang kemudian memutuskan untuk melakukan percobaan pada anjing. Anjing yang dipelihara di rumahnya setelah muncul tanda-tanda birahi dilakukan inseminasi dengan semen yang dideposisikan langsung ke dalam uterus dengan sebuah spuit lancip. Enam puluh hari setelah inseminasi, induk anjing tersebut melahirkan anak tiga yang kesemuanya mirip dengan induk dan jantan yang dipakai semennya. Dua tahun kemudian (1782) penelitian spallanzani tersebut diulangi oleh P. Rossi dengan hasil yang memuaskan. Semua percobaan ini membuktikan bahwa kebuntingan dapat terjadi dengan mengunakan inseminasi dan menghasilkan keturunan normal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Spallanzani juga membuktikan bahwa daya membuahi semen terletak pada spermatozoa, bukan pada cairan semen. Dia membuktikannya dengan menyaring semen yang baru ditampung. Cairan yang tertinggal di atas filter mempunyai daya fertilisasi tinggi. Peneliti yang sama pada tahun 1803, menyumbangkan pengetahuannya mengenai pengaruh pendinginan terhadap perpanjangan hidup spermatozoa. Dia mengamati bahwa semen kuda yang dibekukan dalam salju atau hawa dimusim dingin tidak selamanya membunuh spermatozoatozoa tetapi mempertahankannya dalam keadaaan tidak bergerak sampai dikenai panas dan setelah itu tetap bergerak selama tujuh setengah jam. Hasil penemuannya mengilhami peneliti lain untuk lebih mengadakan penelitian yang mendalam terhadap sel-sel kelamin dan fisiologi pembuahan. Dengan jasa yang ditanamkannya kemudian masyarakat memberikan gelar kehormatan kepada dia sebagai Bapak Inseminasi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkenalan pertama IB pada peternakan kuda di Eropa, dilakukan oleh seorang dokter hewan Perancis, Repiquet (1890). Dia menasehatkan pemakaian teknik tersebut sebagai suatu cara untuk mengatasi kemajiran. Hasil yang diperoleh masih kurang memuaskan, masih banyak dilakukan penelitian untuk mengatasinya, salah satu usaha mengatasi kegagalan itu, Prof. Hoffman dari Stuttgart, Jerman, menganjurkan agar dilakukan IB setelah perkawinan alam. Caranya vagina kuda yang telah dikawinkan dikuakkan dan dengan spuit diambil semennya. Semen dicampur dengan susu sapi dan kembali diinsemiasikan pada uterus hewan tersebut. Namun diakui cara ini kurang praktis untuk dilaksanakan. Pada tahun 1902, Sand dan Stribold dari Denmark, berhasil memperoleh empat konsepsi dari delapan kuda betina yang di IB. Mereka menganjurkan IB sebagai suatu cara yang ekonomis dalam pengunaan dan penyebaran semen dari kuda jantan yang berharga dan memajukan peternakan pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemajuan pesat dibidang IB, sangat dipercepat dengan adanya penemuan teknologi pembekuan semen sapi yang disponsori oleh C. Polge, A.U. Smith dan A.S. Parkes dari Inggris pada tahun 1949. Mereka berhasil menyimpan semen untuk waktu panjang dengan membekukan sampai -79 0C dengan mengunakan CO2 pada (&lt;i&gt;dry ice&lt;/i&gt;) sebagai pembeku dan gliserol sebagai pengawet. Pembekuan ini disempurnakan lagi dengan dipergunakannya nitrogen cair sebagai bahan pembeku, yang menghasilkan daya simpan yang lebih lama dan lebih praktis, dengan suhu penyimpanan -169 0C.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-7404952043477982225?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/7404952043477982225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/sejarah-inseminasi-buatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7404952043477982225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7404952043477982225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2010/08/sejarah-inseminasi-buatan.html' title='Sejarah Inseminasi Buatan'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-8584434525162231343</id><published>2009-11-02T14:24:00.000+07:00</published><updated>2009-11-02T14:24:11.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ransum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Pakan'/><title type='text'>Anti Kualitas</title><content type='html'>Di dalam bahan pakan terdapat suatu zat yang dapat menggangu kesehatan ternak bahkan dapat mematikan. Zat tersebut disebut anti kualitas atau disebut juga anti nutrien.&lt;br /&gt;Anti kualitas atau anti nutrient pakan dapat dibagi menjadi:&lt;br /&gt;1.    Zat glukosida,&lt;br /&gt;2.    Zat alkaloid,&lt;br /&gt;3.    Asam-asam,&lt;br /&gt;4.    Asam amino,&lt;br /&gt;5.    Protein,&lt;br /&gt;oleh karena itu cara pengurangan atau bahkan bila mungkin peniadaannya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;1.    Zat glukosida&lt;br /&gt;Peracun berupa glikosida yang mengandung HCN (asam prusi). Glukosida yang mengandung glukosida disebut glucosida cyanogenetik.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;a.    Phaseolunatin, terdapat pada Phaseolus lunatus (koro).&lt;br /&gt;b.    Monocrotalin, terdapat pada crotalaria (orok-orok).&lt;br /&gt;c.    Dhurrin, terdapat pada sorghum, cynodon.&lt;br /&gt;d.    Linamarin, terdapat pada ketela pohon.&lt;br /&gt;Bila glukosida yang mengandung HCN dimakan  dalam usus dihirolisis  ion CN lepas masuk peredaran darah  masuk jaringan di paru-paru  dieliminir.&lt;br /&gt;-- pada syaraf  sel-sel terganggu  menghambat pernafasan  sel syaraf kekurangan O2 (anoksia).&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena kerja cytochromosidase untuk pernafasan terganggu. Apabila konsentrasi HCN dalam darah rendah  ion CN dapat didetoksikasi menjadi cyanat.&lt;br /&gt;Ion CN + thiosulfat   thiocyanat (tidak beracun)  keluar lewat urine.&lt;br /&gt;Apabila konsentrasi HCN dalam darah tinggi  ion CN tak mampu dinetralisir tubuh  keracunan, sehingga perlu tindakan medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Zat alkaloida &lt;br /&gt;Peracun alkaloida ini berupa:&lt;br /&gt;a.    Hypericin, terdapat pada Brachiaria brizantha, Medicago sativa (alfalfa).&lt;br /&gt;b.    Hepatoxin, terdapat pada Panicum.&lt;br /&gt;c.    Solanine, terdapat pada kentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkaloid  masuk ke tubuh ternak  &lt;br /&gt;dideposisikan di kulit  &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;  kulit meradang (nekrosa). Apabila kena mata (kelopak) dapat menyebakan buta Solanine terutama terdapat pada tunas, dapat menurunkan nafsu makan, mengakibatkan haus, konstipasi atau diarrhea. Solanine akan rusak bila direbus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Asam-asam&lt;br /&gt;Anti kualitas berupa asam antara lain:&lt;br /&gt;3.1.  Asam phytat&lt;br /&gt;Asam phytat mi terdapat pada kedele mentah. Cara menghilangkan asam phytat dengan jalan dipanaskan 125 o C selama 1 jam.&lt;br /&gt;Asam phytat dengan mineral akan membentuk garam phytat yang sukar dicerna oleh enzim pencernaan.&lt;br /&gt;Pada ternak non ruminansia sering mengalami kekurangan mineral: P, Zn, Mn, dan Cu, karena mineral tersebut terikat sebagai garam phytat.&lt;br /&gt;Pada ternak ruminansia tidak masalah, karena ada mikroorganisme rumen yang menghasilkan enzim phytase, yang mampu menghidrolisis asam phytat. Kandungan asam phytat dapat dikurangi dengan jalan difermentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.  Asam Oxalat&lt;br /&gt;Asam oxalat merupakan iritan penyebab distress, terdapat pada:&lt;br /&gt;a.    Setaria muda&lt;br /&gt;b.    Rumput raja muda&lt;br /&gt;c.    Jerami padi&lt;br /&gt;Asam oxalat dengan mineral akan membentuk garam yang sukar larut yaitu Calsiumoxalat, sehingga dapat menyebabkan ternak kekurangan Ca, sedangkan bentuk garam yang lain (Naoxalat dan Koxalat) mudah larut.&lt;br /&gt;Kandungan asam oxsalat dapat dikurangi dengan jalan dibuat silage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Asam amino&lt;br /&gt;Asam amino non esesial berupa mimosin = Leucaenine = Leucaenol terdapat pada lamtoro.&lt;br /&gt;Rumus bangun leucaenine mirip dengan AA-tyrosin&lt;br /&gt;mimosin&lt;br /&gt;tyrosin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyrosin membentuk hormon thyroxin yang mempengaruhi metabolisme sel, mitosis sel, terutama sel rambut.&lt;br /&gt;Apabila konsentrasi mimosin dalam tubuh tinggi  akan mendesak/menggeser kedudukan molekul tyrosin  pembelahan sel terhambat (kematian sel) terjadi kerontokan bulu/rambut (alopaecia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembuhan&lt;br /&gt;Untuk penyembuhan alopaecia tambahkan:&lt;br /&gt;a.    Tyrosin atau&lt;br /&gt;b.    Phenylalanine atau&lt;br /&gt;c.    Ferro suhfat.  &lt;br /&gt;Pada ruminansia dewasa, berkat bantuan mikroorganisme rumen dapat menetralkan efek mimosine menjadi tak beracun.&lt;br /&gt;Cara mengurangi kandungan mimosine dengan jalan dilayukan atau dijemur pada sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Protein&lt;br /&gt;Biasanya terdapat dalam bahan pakan dalam bentuk enzim &lt;br /&gt;Contoh :  urease dalam kedele mentah&lt;br /&gt;thiaminase pada ikan mentah&lt;br /&gt;Adanya enzim urease akan mempercepat penguraian urea, oleh karenanya pemberian urea sebagai sumber N sebaiknya jangan bersamaan dengan kedele mentah.&lt;br /&gt;Adanya thiaminase akan merusak atau menghirolisis thiamine, sehingga pengkonsumsi ikan mentah yang berkepanjangan dapat defisiensi thiamine. Cara mengurangi atau meniadakan anti kualitas berupa protein ini dengan jalan dipanaskan (direbus), karena dengan jalan dipanaskan protein akan mengalami koagolasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-8584434525162231343?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/8584434525162231343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/11/anti-kualitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/8584434525162231343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/8584434525162231343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/11/anti-kualitas.html' title='Anti Kualitas'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-5850721888482047359</id><published>2009-09-24T21:11:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T14:59:37.318+07:00</updated><title type='text'>Kata Kunci Peternakan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;klasifikasi bahan pakan , pembuatan sosis , ransum , reproduksi ternak , beternak sapi itik ayam bebek babi , ebook peternakan , budidaya ternak pengolahan kulit sel karbohidrat protein asam amino serat kasar abu rumput gajah legum leguminosa pakan ternak konsentrat uji van hoest bioteknologi sapi potong sapi perah manajemen ternak perah zat anti nutrisi pada pakan ternak konsentrat budidaya ternak perah unggas ayam potong broiler siklus estrus domestikasi tepung tulang tepung darah tepung panci gamal kaliandra turi leguminosa air bahan pakan dan formulasi ransunm hukum hardy weindberg heritabilitas palatabilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-5850721888482047359?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/5850721888482047359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/09/kata-kunci-peternakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/5850721888482047359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/5850721888482047359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/09/kata-kunci-peternakan.html' title='Kata Kunci Peternakan'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-9195942751222289084</id><published>2009-09-04T16:27:00.002+07:00</published><updated>2009-09-04T16:33:08.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Pakan'/><title type='text'>Komposisi Kimia Bahan Pakan</title><content type='html'>Untuk mengetahui komposisi susunan kimia dan kegunaannya suatu bahan pakan dilakukan analisis kimia yang disebut analisis proksimat. Cara ini dikembangkan dan Weende Experiment Station di Jerman oleh Henneberg dan Stokman pada tahun 1865, dengan menggolongkan komponen yang ada pada makanan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Bahan kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahan kering diperoleh dengan jalan memanaskan bahan pakan 105 selama beberapa jam sehingga semua air yang ada menguap. Kondisi ini disebut juga kering mutlak, kering oven, kering mutlak atau dry matter. Hijauan pakan segar berkadar air sangat tinggi, setelah dikeringkan 550 C sampai beratnya tetap diperoleh bahan pakan dalam kondisi kering udara, disebut juga berat kering, kering angin atau dry weight.&lt;br /&gt;Bahan pakan konsentrat pada umumnya berada pada kondisi ini dan sering disebut kondisi as fed (keadaan apa adanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Abu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu atau mineral diperoleh dengan jalan membakar sempurna bahan pakan pada temperatur 5500 C sampai semua bahan oganik terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Ekstrak ether (EE)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua bahan organik yang larut dalam pelarut lemak termasuk lipida dan zat yang tidak berlemak. Dengan demikian bukan gambaran lemak yang sebenarnya (gliserol dan 3 asam lemak). Energi lemak adalah 9 kcal/g, bagaimana dengan EE?, apakah juga menghasilkan kalori sebesar 9 kcal/g.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Serat kasar (SK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Serat kasar (SK) : adalah bahan organik yang tahan terhadap hidrolisis asam dan basa lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Protein kasar (PK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Protein kasar diperoleh dan hasil penetapan N X 6,25 (protein rata-rata mengandung N 16 %). Protein merupakan kumpulan asam amino yang saling diikatkan dengan ikatan peptida.&lt;br /&gt;Energi protein 5,50 kcal/g, bila digunakan sebagai energi 1,25 kcal/g keluar sebagai urea dan setiap unit protein, tinggal 4,25 kcal/g. Oleh karena digesti protein tidak sempurna, nilai energi berkurang 0,25 kcal/g jadi tinggal 4 kcal/g.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Ekstrak tanpa nitrogen (ETN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ektrak tanpa nitrogen diperoleh dengan jalan sbb: 100 - (5K + FE + PK + Abu). Ekstrak tanpa nitrogen terdiri dan karbohidrat yang mudah larut terutama pati yang kecernaannya tinggi. Energi yang dihasilkan sekitar 3,75-4,75 kcal/g. Rata-rata karbohidrat mengandung energi 4 kcal/g.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisis proksimat (analisis Weende) diperoleh nutrien yang terbagi dalam 7 komponen.&lt;br /&gt;Zat organik :&lt;br /&gt;1. karbohidrat&lt;br /&gt;2. lemak&lt;br /&gt;3. protein&lt;br /&gt;4. vitamin&lt;br /&gt;Zat anorganik:&lt;br /&gt;5. air&lt;br /&gt;6. udara&lt;br /&gt;7. mineral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain analisis proksimat yang dikembangkan Weende, dapat pula dilakukan pemisahan komponen bahan pakan menggunakan pelarut detergent yang dikembangkan oleh Van Soest dan More. Mereka menemukan ternyata ada korelasi antara kecernaan in vivo dengan isi sel (Cell contents = neutral detergent solubies = NDS dinding sel (Cell walls = neutral detergent insoluble fiber = NDF).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5821924/bahanpakandanformulasiransum.doc.html"&gt;&lt;br /&gt;Download - Ebook Bahan Pakan dan Formulasi Ransum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-9195942751222289084?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/9195942751222289084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/09/komposisi-kimia-bahan-pakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/9195942751222289084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/9195942751222289084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/09/komposisi-kimia-bahan-pakan.html' title='Komposisi Kimia Bahan Pakan'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-3135373286468862219</id><published>2009-07-27T09:13:00.002+07:00</published><updated>2009-07-27T09:23:20.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi Hasil Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Peternakan'/><title type='text'>Pembuatan Sosis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/Sm0PYvnNYRI/AAAAAAAAA2E/xwCUb4CwBrM/s1600-h/sosis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 309px; height: 165px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/Sm0PYvnNYRI/AAAAAAAAA2E/xwCUb4CwBrM/s400/sosis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362959649040326930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosis adalah makanan yang dibuat dari daging ayam yang telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu, dimasukkan ke dalam pembungkus yang berbentuk bulat panjang yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan, dengan atau tanpa dimasak maupun diasapkan.&lt;br /&gt;Pada pemasakan sosis ada beberapa tahap yang harus dikerjakan, yaitu kyuring, pembuatan adonan, pengisian selongsong, pengasapan, dan perebusan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KYURING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daging dipotong sebesar telapak tangan (10X10X2 cm)&lt;br /&gt;Diolesi garam dan campuran gula (1%), garam kristal NaNO2 atau KNO2 (7,5 gram untuk 50 kg daging) dan sodium aritrobat sebanyak 22,5 gram untuk 50 kg daging.&lt;br /&gt;Kyuring dikerjakan pada suhu 2 – 4 0C selama sehari semalam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBUATAN ADONAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pencincangan, pemberian bumbu-bumbu meliputi : garam, gula pasir, bawang putih, merica, sendawa, masako, Sodium Tripoliphosphat (STPP), binding, dan filling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CASING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selongsong pada umumnya terdiri dari usus sapi, kambing, domba, dan babi. Selongsong dapat pula berupa bahan lain yang khusus dibuat untuk itu, seperti sellulosa, kolagen atau plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEREBUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perebusan adalah memberikan rasa dan aroma tertentu pada sosis, memberikan warna yang lebih karena terbentuknya senyawa nitrosohemokhrom daya simpan. Sosis yang telah diasapkan, direbus dalam ketel dengan suhu 70 -75 0C, lama perebusan tegantung jenis sosis yang diproduksi.&lt;br /&gt;Sagu merupakan bahan pangan dapat dimanfaatkan untuk campuran dalam pembuatan berbagai macam produk olahan pangan. Penambahan tepung ke dalam produk olahan daging berfungsi sebagai binding, shaping, dan extender serta berperan untuk mengurangi biaya produksi dalam pengolahan produk olahan daging. Bahan pengisi adalah bahan yang ditambahkan dalam proses pembuatan produk olahan daging yang harus mempunyai kemampuan mengikat sejumlah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ALAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Squit&lt;br /&gt;Panci&lt;br /&gt;Kukusan&lt;br /&gt;Kompor gas&lt;br /&gt;Baskom&lt;br /&gt;Timbangan duduk&lt;br /&gt;Blender / gilingan daging&lt;br /&gt;Pisau&lt;br /&gt;Telenan&lt;br /&gt;Benang&lt;br /&gt;Termometer&lt;br /&gt;Mika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daging ayam 1 kg&lt;br /&gt;Tepung sagu 150 gram&lt;br /&gt;Susu skim 100 gram&lt;br /&gt;Selongsong (casing) secukupnya&lt;br /&gt;Bumbu :&lt;br /&gt;Garam dapur 2,5 sdm&lt;br /&gt;Gula pasir 60 gram&lt;br /&gt;Lada/merica 15 gram&lt;br /&gt;Bawang putih 20 gram&lt;br /&gt;Sendawa 40 ml&lt;br /&gt;Lemak ayam 200 gram&lt;br /&gt;Minyak goreng 100 gram&lt;br /&gt;Cuka 40 ml&lt;br /&gt;Masako 2 bungkus&lt;br /&gt;Jahe, pala 5 gram&lt;br /&gt;STPP 0,25 sdm&lt;br /&gt;Es batu 350 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROSES PEMBUATAN SOSIS &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bersihkan daging ayam, pisahkan dari tulangnya lalu diiris halus.&lt;br /&gt;2. Giling daging, garam, setengah bagian es, sendawa, dan STPP di dalam blender.&lt;br /&gt;3. Masukkan lemak, tepung sagu, susu skim, bumbu, dan sisa es ke dalam blender, lalu giling kembali sambil ditambahkan     minyak goreng.&lt;br /&gt;4. Dinginkan adonan yang telah halus selama 10 menit, lalu masukkan ke dalam squit yang bagian ujungnya telah dipasang     casing.&lt;br /&gt;5. Masukkan adonan ke dalam casing, lalu ikat ujung casing menggunakan benang.&lt;br /&gt;6. Rebus casing berisi adonan pada suhu 60 0C selama 45 menit.&lt;br /&gt;7. Perebusan dilakukan dalam panci yang berisi air dan kontrol dengan termometer. Usahakan suhu tetap stabil selama 45     menit.&lt;br /&gt;8. Sosis yang telah masak bisa dihidangkan untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-3135373286468862219?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/3135373286468862219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/pembuatan-sosis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/3135373286468862219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/3135373286468862219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/pembuatan-sosis.html' title='Pembuatan Sosis'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/Sm0PYvnNYRI/AAAAAAAAA2E/xwCUb4CwBrM/s72-c/sosis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-2783743482569994846</id><published>2009-07-21T10:35:00.003+07:00</published><updated>2009-07-21T10:45:00.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Ekonomi Peternakan'/><title type='text'>PIE : Teori Perilaku Konsumen, Organisasi Bisnis, dan Teori Produksi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Perilaku Konsumen-Pendekatan Kurva Kepuasan Sama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indifferen Curve (IC)&lt;/span&gt; menggambarkan kombinasi barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya. Asumsi yang digunakan untuk melakukan analisis dengan menggunakan IC adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seluruh pendapatan dikonsumsikan hanya terhadap dua jenis barang;&lt;br /&gt;2. Selera konsumen tidak berubah;&lt;br /&gt;3. Terdapat kebebasan untuk memilih di antara kedua barang tersebut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IC memiliki tiga sifat dasar, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mempunyai kemiringan yang negatif atau turun dari kiri atas ke kanan bawah;&lt;br /&gt;2. IC cembung terhadap titik origin (0,0); dan&lt;br /&gt;3. IC tidak saling berpotongan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang konsumen akan mencoba untuk mencapai IC tertinggi yang mencerminkan tingkat kepuasan tertinggi pula. Tetapi seorang individu mempunyai keterbatasan dalam sumber dana untuk mencapainya, sehingga kurva IC yang dapat dicapainya pun terbatas. Keterbatasan ini terjadi karena tiap barang dan jasa mempunyai harga dan untuk dapat membayarnya diperlukan pendapatan. Garis kendala anggaran (Budget Line/BL) mencerminkan kendala pendapatan dan harga yang dihadapi oleh seorang konsumen pada tingkat pendapatan dan harga tertentu dari masing-masing barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurva kepuasan sama (IC) dan garis kendala anggaran (BL) merupakan alat untuk dapat memperlihatkan pemaksimuman kepuasan yang dilakukan oleh konsumen. Jika BL menyinggung IC tertinggi, maka seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan konsumen akan berubah jika variabel pendapatan atau harga berubah, dengan asumsi selera konsumen bersifat konstan. Jika terjadi perubahan pendapatan (naik atau turun) dengan asumsi harga barang tetap, maka IC akan bergeser. Tetapi jika harga salah satu barang berubah (naik atau turun) dengan asumsi tingkat pendapatan tetap, maka IC akan berputar. Kedua kejadian tersebut akan menyebabkan bergesernya keseimbangan konsumen dalam mencapai kepuasan maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya perubahan harga salah satu barang sementara harga barang lainnya tetap, akan menyebabkan terjadinya perputaran garis kendala anggaran (BL), sehingga keseimbangan konsumen akan berubah. Terjadinya perubahan keseimbangan ini akan memberikan kombinasi dari kedua jenis barang yang berbeda. Perbedaan yang terjadi ini terdiri dari efek substitusi dan efek pendapatan akibat dari perubahan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Organisasi Bisnis dan Teori Produksi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi bisnis diperlukan dalam peranannya menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan, sehingga kita bisa mendapatkannya dengan mudah, murah dan berkualitas. Hal ini terjadi karena organisasi bisnis melakukan produksi barang dengan lebih teratur dan dalam skala produksi yang besar, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien. Selain itu, kemampuan dalam mengembangkan teknologi proses dan penghimpunan dana menjadi lebih mudah dilakukan akibat dari spesialisasi yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi usaha yang memproduksi barang dan jasa dapat dikategorikan dalam tiga bentuk utama yaitu:&lt;br /&gt;Perusahaan perseorangan&lt;br /&gt;Firma&lt;br /&gt;Perseroan Terbatas (PT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap produk dihasilkan melalui suatu proses produksi. Input produksi yang terdiri dari tenaga kerja (L), modal (K), sumber daya (R), teknologi (T), dan lainnya, akan diproses menjadi suatu output (Q) berupa barang atau jasa. Hubungan yang terjadi antara jumlah input produksi yang diperlukan dengan jumlah output yang dihasilkan disebut dengan fungsi produksi (production function). Fungsi produksi akan memberi gambaran kepada kita tentang jumlah maksimum output yang dapat dihasilkan, atas penggunaan sejumlah tertentu dari input-input produksi. Melalui fungsi produksi kita juga bisa melihat bagaimana komposisi dari berbagai kombinasi input, untuk menghasilkan jumlah tertentu dari output. Isocost dan Isoquant merupakan dua pendekatan yang memungkinkan untuk melakukan analisis optimasi faktor produksi, untuk menghasilkan output maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori produksi ada tiga konsep penting, yaitu Produksi Total (Total Production/TP), yang menggambarkan jumlah keseluruhan produksi yang dihasilkan. Produksi Rata-rata (Average Product/AP) yaitu jumlah produksi dibagi dengan jumlah input produksi, dan Produksi Marginal (Marginal Product/MP) yang merupakan tambahan hasil produksi dari setiap penambahan satu unit input.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep biaya produksi menggambarkan bagaimana suatu perusahaan akan mencari tingkat output optimal dalam mencapai tingkat keuntungan maksimum. Menurut Sadono Sukirno, definisi dari biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya produksi dapat dibedakan menjadi: pertama, biaya produksi jangka pendek yang diartikan bahwa sebagian faktor produksi yang digunakan adalah tetap atau tidak dapat ditambah jumlahnya. Kedua, biaya produksi panjang yang mempunyai pengertian bahwa semua biaya dapat berubah, sehingga tidak ada lagi biaya tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jangka pendek, total biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Sedangkan untuk jangka panjang semua biaya merupakan biaya variabel. Pada jangka panjang terjadi perubahan pada semua komponen biaya, sehingga total biaya hanya terdiri dari biaya variabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi PIE selanjutnya dapat didownload disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5694433/PengantarIlmuEkonomi.doc.html"&gt;download - pengantar ilmu ekonomi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-2783743482569994846?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/2783743482569994846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/pie-teori-perilaku-konsumen-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/2783743482569994846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/2783743482569994846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/pie-teori-perilaku-konsumen-organisasi.html' title='PIE : Teori Perilaku Konsumen, Organisasi Bisnis, dan Teori Produksi'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-7754394898895834531</id><published>2009-07-21T10:18:00.005+07:00</published><updated>2009-07-21T10:30:14.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Ekonomi Peternakan'/><title type='text'>PIE : Defenisi Ilmu Ekonomi, Sistem Ekonomi, Pasar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi dan Metode Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk mengyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi&lt;/span&gt;. Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan sistem ekonomi, ada tiga bentuk sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sistem ekonomi pasar (Laissez-Faire Economy)&lt;/span&gt;, merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti konsumsi dan produksi. Perekonomian akan menentukan titik keseimbangan dengan mengandalkan kemampuan pada sistem harga, yaitu tarik menarik antara permintaan dan penawaran. Keseimbangan harga serta jumlah barang dan jasa dalam perekonomian dibimbing oleh sesuatu yang tidak kelihatan (invisible hand).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sistem ekonomi terpusat (sistem ekonomi sosialis) atau disebut Command Economy&lt;/span&gt;, yaitu sistem ekonomi dimana pemerintah membuat semua kebijakan menyangkut produksi, distribusi, dan konsumsi. Dengan kata lain, dalam sistem ekonomi sosial yang murni, pemerintah mengatur semua aspek kegiatan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sistem ekonomi campuran&lt;/span&gt; yaitu gabungan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi campuran, kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan kegiatan ekonomi masih diakui, tetapi pemerintah ikut campur dalam perekonomian sebagai stabilisator ekonomi dengan memberlakukan berbagai kebijakan fiskal dan moneter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasar dan Pemerintah dalam Ekonomi Modern &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomian pasar merupakan sistem perekonomian yang mengandalkan harga sebagai variabel yang menentukan keseimbangan ekonomi. Berbagai keputusan ekonomi untuk menentukan barang dan jasa apa yang akan dibuat (What), bagaimana menghasilkannya (How) dan siapa saja yang akan mengkonsumsi barang dan jasa tersebut (for Whom), ditentukan oleh mekanisme pasar dengan bimbingan tangan gaib (invisible hand).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum&lt;span style="font-style: italic;"&gt; pasar didefinisikan sebagai suatu mekanisme di mana penjual dan pembeli dapat menentukan harga secara bersama-sama untuk melakukan pertukaran&lt;/span&gt;. Pasar menentukan harga tiap barang dan jasa dalam perekonomian. Pasar dapat dikategorikan ke dalam dua besar, yaitu pasar barang dan jasa serta pasar faktor. Pasar faktor merupakan tempat interaksi antara penjual faktor produksi (sektor rumah tangga) yang memiliki tanah, modal, keterampilan dan lainnya, dengan yang meminta faktor produksi yaitu pihak perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar yang terjadi dalam perekonomian merupakan akumulasi dari berbagai pasar barang dan jasa serta pasar faktor produksi. Banyaknya jenis barang/jasa tersebut akan menimbulkan diversifikasi pekerjaan. Selanjutnya, diversifikasi pekerjaan akan menghasilkan spesialisasi, yang akan mendorong timbulnya teknologi atau cara menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang serendah-rendahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, tidak semua barang dan jasa bisa dihasilkan melalui mekanisme pasar dengan ‘tangan gaibnya’. Namun terjadi persaingan yang tidak sempurna, yang akhirnya menimbulkan inefisiensi, sehingga harga yang terjadi menjadi demikian mahal atau bahkan sebaliknya dimana barang dan jasa menjadi tidak berharga. Kegagalan sistem ekonomi pasar akan menghasilkan pengaruh yang dapat merugikan perekonomian itu sendiri. Di samping akan menimbulkan pemusatan faktor produksi pada satu pihak tertentu dan mengakibatkan ketimpangan dalam pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inefisiensi pasar ini memerlukan intervensi dari pemerintah. Pemerintah dalam aktivitasnya dalam perekonomian pasar dibatasi hanya pada beberapa kegiatan yang memang tidak bisa dilakukan oleh individu, seperti misalnya bidang keamanan dan pertahanan. Tetapi jika harus campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan mengembalikan efisiensi, maka pemerintah melakukan regulasi atau membuat kebijakan-kebijakan yang berfungsi mengatur jalannya perekonomian agar tetap efisien. P.A. Samuelson mengatakan bahwa pemerintah mempunyai tiga fungsi perekonomian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengoreksi kegagalan pasar demi efisiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat program untuk melakukan pemerataan pendapatan dengan menggunakan instrumen pajak dan pengeluaran pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membuat kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5694433/PengantarIlmuEkonomi.doc.html"&gt;&lt;br /&gt;Download - Pengantar Ilmu Ekonomi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-7754394898895834531?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/7754394898895834531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/pie-defenisi-ilmu-ekonomi-sistem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7754394898895834531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7754394898895834531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/pie-defenisi-ilmu-ekonomi-sistem.html' title='PIE : Defenisi Ilmu Ekonomi, Sistem Ekonomi, Pasar'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-204562636422769058</id><published>2009-07-20T21:54:00.001+07:00</published><updated>2009-07-20T21:55:24.434+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ransum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Pakan'/><title type='text'>Ransum</title><content type='html'>Ransum merupakan campuran bahan pakan yang mengandung nutrisi bagi ternak, diberikan kepada ternak untuk kebutuhan selama 24 jam. Pakan adalah campuran berbagai macam bahan organik dan bahan anorganik yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Suprijatna et al., 2005)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bahan pakan ternak adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak baik dalam bentuk dapat dimakan seluruhnya atau sebagian dan tidak mengganggu kesehatan ternak yang bersangkutan. Bahan ternak ini dapat berupa butiran (jagung, sorghum, beras, kedelai), hijauan (kangkung, daun lamtoro, turi, rumput-rumputan) dan sisa industri pengolahan (ampas kecap, ampas tahu, bungkil, dedak) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Wahju, 1997)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh pakan dengan harga yang rendah tetapi dengan kualitas yang tinggi serta sesuai dengan kebutuhan unggas maka diperlukan penyusunan ransum. Makanan untuk ternak unggas terdiri dari bahan organik dan anorganik yang diberikan sebagian atau seluruhnya dan dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Tillman et al., 1994).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-204562636422769058?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/204562636422769058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/ransum.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/204562636422769058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/204562636422769058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/ransum.html' title='Ransum'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-4351939001249358994</id><published>2009-07-20T21:20:00.002+07:00</published><updated>2009-07-20T21:27:19.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biokimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mikrobiologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='histologi ternak'/><title type='text'>Anatomi, Fisiologi Dan Reproduksi Sel</title><content type='html'>Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong", setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje; menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel,Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).&lt;br /&gt;2. Sitoplasma dan Organel Sel.&lt;br /&gt;3. Inti Sel (Nukleus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Selaput Plasma (Plasmalemma)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:&lt;br /&gt;Protein - Lipid - Protein ----&gt; Trilaminer Layer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.&lt;br /&gt;Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).&lt;br /&gt;Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi selanjutnya dapat langsung didownload, disini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5694126/AnatomiFisiologiSel.doc.html"&gt;Download - Anatomi Fisologi Sel&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-4351939001249358994?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/4351939001249358994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/anatomi-fisiologi-dan-reproduksi-sel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/4351939001249358994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/4351939001249358994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/anatomi-fisiologi-dan-reproduksi-sel.html' title='Anatomi, Fisiologi Dan Reproduksi Sel'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-5062813331497284879</id><published>2009-07-14T16:15:00.002+07:00</published><updated>2009-07-14T16:22:48.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ternak Perah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Susu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi Hasil Ternak'/><title type='text'>Sifat - Sifat Susu</title><content type='html'>Sifat susu terutama sifat fisiknya dipengrauhi oleh komposisi susu yang terbanyak mengandung air. Selain itu juga mengandung lemak, protein, mineral, dan laktosa. Protein pada susu misalnya casein, whey protein. Sedangkan lemak biasanya dalam bentuk trigliserida yang terikat dalam susu rantai pendek.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Sifat Pembentukan Krem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila susu dibiarkan dalam gelas beberapa waktu, terlihat selapis krem di permukaan susu karena butir-butir lemak mengapung di atas. Susu permulaan masa laktasi mengandung butir-butir lemak yang besar sehingga lebih cepat mengapung dari pada susu akhir masa laktasi yang mengandung butir-butir lemak lebih kecil. Kecepatan mengapung krem diatas permukaan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu :&lt;br /&gt;a. Jumlah lemak&lt;br /&gt;b. Ukuran atau diameter butir-butir lemak&lt;br /&gt;c. Suhu atau pemanasan&lt;br /&gt;Susu segar yang didinginkan pada suhu 4 derajat celcius akan memberikan lapisan krem yang maksimal dan paling jelas. Homogenisasi akan merusak sifat-sifat pembentukan krem. Sedangkan susu yang dipasteurisasi pada temperature 71,7 derajat celcius akan memperlihatkan kehilangan sifst-sifat pembentukan krem sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Warna Susu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Warna normal susu adalah putih kekuningan atau keemasan tergantung pada macam makanan, jenis, bangsa sapi, jumlah lemak dan bahan padat yang terkandung dalam susu. Dalam jumlah susu yang banyak maka susu akan terlihat keruh, sedangkan pada jumlah yang sedikit susu akan terlihat transparan atau tembus cahaya. Pada susu yang telah diambil lemaknya atau rendah lemaknya akan berwarna kebiru-biruan.&lt;br /&gt;Warna putih susu karena dispersi cahaya atau refleksi cahaya oleh butir-butir lemak, calcium caseinat dan calcium phosphate koloidal. Warna kuning susu karena substansi karoten yang berasal dari tanaman hijau sebagai pakannya. Warna susu sapi Guersey dan Jersey lebih kuning jika dibandingkan dengan sapi Airsey maupun Holstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Rasa dan Bau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasa susu sedikit manis tidak begitu mencolok, rasa manis ini berasal dari laktosa, sedangkan rasa asin berasal dari garam-garam mineral flourida dan sitrat. Bau yang normal seperti bau sapi. Sedangkan bau yang menyimpang dari susu normal dapat berasal dari :&lt;br /&gt;a. Penyebab fisiologis : bau dari badan sapi yang dipindahkan ke dalam susu.&lt;br /&gt;b. Penyebab enzimatis : menghasilkan bau tengik karena enzim lipase pada lemak susu&lt;br /&gt;c. Penyebab bakteri : terjadinya fermentasi lactosa menjadi asam laktat dan hasil-hasil metbaolisme yang erasal dan bersifat volatile.&lt;br /&gt;d. Penyebab kimia : karena oksidasi lemak susu&lt;br /&gt;e. Penyebab mekanis : karena absorbsi bau-bauan yang berasal dari lingkungan seperti sabun, cat, larutan clorida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Reaksi Amfoter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kertas lakmus merah jika dimasukkan kedalam susu segar akan berubah warna menjadi biru. Sedangkan lakmus biru akan berubah warna menjadi merah. Keadaan ini dinamakan keadaan amfoter. Hal ini disebabkan karena protein dari asam amino yang mempunyai gugus amin yang bersifat basa dan gugus karboksil yang bersifat asam sehingga bersifat asam dan basa sehingga pH nya normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. BJ Susu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bj susu normal antara1,027 – 1,034 pada suhu 20 derajat celcius. Variasi ini karena adanya perbedaan kadar lemak dan bahan kering tanpa lemak, solid padat yang terkandung di dalam susu. Lama-kelamaan Bj nya akan meningkat dari pemerahan dan akan mencapai angka maksimal sampai 12 jam setelah pemerahan. Kenaikan Bj ini terutama terjadi karena pembebasan gas CO2 dan N2 yang terdapat dalam susu segar sebanyak 4-5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. pH Susu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Susu segar mempunyai sifat sedikit asam mendekati netral antara 6,5-6,7. Sedangkan kolostrum agak lebih asam dari susu normal setelah 5 hari sesudah beranak pH akan normal kembali. Ph kolostrum 6,1-6,4. Pada akhir masa laktasi pada umumnya akan meningkatkan pH, sedangkan pH diatas 6,8 menunjukkan pH yang abnormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Titik Beku Susu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Air membeku pada suhu 0 derajat celcius, 32 derajat Fahrenheit. Sedangkan susu membeku pada suhu -55 derajat celcius sampai 0,61 derajat celcius. Titik beku susu dipengaruhi oleh zat-zat terlarut di dalamnya termasuk laktosa dan flourida. Alat yang digunakan untuk mengukur titik beku adalah prescope dari Corfet dan temperature Beckman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Titik Didih Susu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Susu dengan gas-gas terlarut di dalamnya akan mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari air murni. Bahan yang larut dalam air akan menurunkan titik didih air, sedangkan bahan yang tidak larut air akan meningkatkan titik didih air susu. Titik didih air murni 100 derajat celcius sedangkan titik didih susu 100,11 derajat celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Viscositas atau Kekentalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Susu lebih kental dari air karena mengandung protein dan lemak. Oleh karena itu susu lebih kental dari pada skim milk yang tidak mengandung lemak. Temperatur juga mempengaruhi kekentalan susu sehingga susu yang dingin lebih kental bila dibandingkan dengan susu yang baru diperah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABNORMALITAS PADA SUSU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abnormalitas warna pada susu dijumpai pada susu yang mengalami mastitis dimana warnanya kemerahan karena bercampur dengan darah. Sedangkan pada susu yang mengnadung kadar lemak rendah warnanya menjadi kebiruan. Pada susu kolostrum berwarna kekuningan agak kemerahan karena komposisinya agak berbeda dengan susu normal. Pada kolostrum banyak mengandung protein dalam bentuk globuli, vitamin A riboflavin dan asam askorbat, lemak dan laktosanya rendah.&lt;br /&gt;Bau susu normal khas seperti bau sapi dan juga dapat menyerap bau sekitarnya. Abnormalitas yang terjadi bisa karena faktor pakan dan fisiologis misaalnya mastitis akan menimbulkan bau amis. Pakan yang dimakan sapi, oleh bakteri tertentu akan dirubah agar dapat dicerna, hal ini yang dapat menimbulkan bau tengik. Susu juga menyerap bau dari lingkungan seperti bau cat, sabun, dan bau logam tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa susu adalah agak manis, dikarenakan susu mengandung laktosa yang merupakan gabungan dari glukosa dan galaktosa, sedangkan kandungan garam-garam mineral akan menyebabkan rasa asin. Abnormalitas susu yang menyebabkan terjadinya rasa pahit adalah karena adanya kuman peptone, rasa lobak karena adanya kuman coli sedangkan rasa seperti sabun adalah disebabkan bakteri Laktis saponacei. Rasa tengik pada susu disebabkan oleh kuman-kuman mentega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-5062813331497284879?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/5062813331497284879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/sifat-sifat-susu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/5062813331497284879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/5062813331497284879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/sifat-sifat-susu.html' title='Sifat - Sifat Susu'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-1940762511868577216</id><published>2009-07-14T15:43:00.002+07:00</published><updated>2009-07-14T15:55:16.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reproduksi Ternak'/><title type='text'>Alat Reproduksi Ternak</title><content type='html'>untuk materi tentang alat reproduksi ternak dapat langsung mendownloadnya, file dalam bentuk powerpoint (ppt) mudah-mudahan dapat membantu teman-teman semuanya&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%20%09%20http://www.ziddu.com/download/5601325/AlatReproduksiTernak.ppt.html"&gt;Download - Alat Reproduksi Ternak&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-1940762511868577216?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/1940762511868577216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/alat-reproduksi-ternak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/1940762511868577216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/1940762511868577216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/alat-reproduksi-ternak.html' title='Alat Reproduksi Ternak'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-1792061145983994546</id><published>2009-07-14T15:15:00.002+07:00</published><updated>2009-07-14T15:33:06.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam Petelur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seri Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ternak Unggas'/><title type='text'>Seri Budidaya : Budidaya Ternak Ayam Petelur</title><content type='html'>Seri Budidaya Ternak Ayam Petelur, dapat didownload disini, seri budidaya ini diantaranya membahas sejarah singkat Ayam Petelur, sentra peternakan Ayam Petelur, jenis Ayam Petelur, manfaat, persyaratn lokasi Ayam Petelur, pedoman teknis budidaya (penyiapan saran dan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, hama dan penyakit yang mungkin akan terjadi oleh Ayam Petelur dll yang berkaitan dengan Ayam Petelur&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%20%09%20http://www.ziddu.com/download/5601037/BUDIDAYAAYAMPETELUR.doc.html"&gt;Download - Budidaya Ternak Ayam Petelur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-1792061145983994546?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/1792061145983994546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seri-budidaya-budidaya-ternak-ayam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/1792061145983994546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/1792061145983994546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seri-budidaya-budidaya-ternak-ayam.html' title='Seri Budidaya : Budidaya Ternak Ayam Petelur'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-8009485261583626329</id><published>2009-07-12T23:47:00.001+07:00</published><updated>2009-07-12T23:56:26.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Itik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ternak Potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seri Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ternak Unggas'/><title type='text'>Seri Budidaya : Budidaya Ternak Itik</title><content type='html'>Seri Budidaya Ternak Itik, dapat didownload disini, seri budidaya ini diantaranya membahas sejarah singkat itik, sentra peternakan itik, jenis itik, manfaat, persyaratn lokasi itik, pedoman teknis budidaya (penyiapan saran dan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, hama dan penyakit yang mungkin akan terjadi oleh itik dll yang berkaitan dengan itik&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%20%09%20http://www.ziddu.com/download/5579158/BUDIDAYATERNAKITIK.doc.html"&gt;Download - Budidaya Ternak Itik&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-8009485261583626329?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/8009485261583626329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seri-budidaya-budidaya-ternak-itik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/8009485261583626329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/8009485261583626329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seri-budidaya-budidaya-ternak-itik.html' title='Seri Budidaya : Budidaya Ternak Itik'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-4368497471260213402</id><published>2009-07-12T13:53:00.003+07:00</published><updated>2009-07-12T23:38:55.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ternak Potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sapi Potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seri Budidaya'/><title type='text'>Seri Budidaya : Budidaya Ternak Sapi Potong</title><content type='html'>Seri Budidaya Ternak Sapi Potong, dapat didownload disini, seri budidaya ini diantaranya membahas sejarah singkat sapi potong, sentra peternakan sapi potong, jenis sapi potong, manfaat, persyaratn lokasi sapi potong, pedoman teknis budidaya (penyiapan saran dan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, hama dan penyakit yang mungkin akan terjadi oleh potong dll yang berkaitan dengan sapi potong&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5572230/BUDIDAYATERNAKSAPIPOTONG.doc.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=eJkYGwYvCSY%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=o7mtXtLupsw%3D&amp;amp;type=11&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download - Budidaya Ternak Sapi Potong&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-4368497471260213402?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/4368497471260213402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seri-budidaya-budidaya-ternak-sapi_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/4368497471260213402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/4368497471260213402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seri-budidaya-budidaya-ternak-sapi_12.html' title='Seri Budidaya : Budidaya Ternak Sapi Potong'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-2875885115775652669</id><published>2009-07-12T13:36:00.002+07:00</published><updated>2009-07-12T13:58:40.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sapi Perah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ternak Perah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seri Budidaya'/><title type='text'>Seri Budidaya : Budidaya Ternak Sapi Perah</title><content type='html'>Seri Budidaya Ternak Sapi Perah, dapat didownload disini, seri budidaya ini diantaranya membahas sejarah singkat sapi perah, sentra peternakan sapi perah, jenis sapi perah, manfaat, persyaratn lokasi sapi perah, pedoman teknis budidaya (penyiapan saran dan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, hama dan penyakit yang mungkin akan terjadi oleh sapi perah dll yang berkaitan dengan sapi perah&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5572229/BUDIDAYATERNAKSAPIPERAH.doc.html"&gt;Download - Budidaya Ternak Sapi Perah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-2875885115775652669?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/2875885115775652669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seri-budidaya-budidaya-ternak-sapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/2875885115775652669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/2875885115775652669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seri-budidaya-budidaya-ternak-sapi.html' title='Seri Budidaya : Budidaya Ternak Sapi Perah'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-3498896731040949469</id><published>2009-07-12T11:48:00.005+07:00</published><updated>2009-07-12T11:56:28.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Pakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hijauan'/><title type='text'>HIJAUAN PAKAN TERNAK: Rumput Gajah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pennisetum purpureum Schumach.&lt;br /&gt;Nama daerah: Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal-usul dan persebaran geografi: Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SllsTVTWUTI/AAAAAAAAA08/o4xsgG3ovoA/s1600-h/king-grass.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SllsTVTWUTI/AAAAAAAAA08/o4xsgG3ovoA/s400/king-grass.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357432311125528882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rumput gajah 2 minggu setelah panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan diperbanyak secara vegetatif. Bila ditanam pada kondisi yang baik, bibit vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter dalam waktu 2 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput gajah ditanam pada lingkungan hawa panas yang lembab, tetapi tahan terhadap musim panas yang cukup tinggi dan dapat tumbuh dalam keadaan yang tidak seberapa dingin. Rumput ini juga dapat tumbuh dan beradaptasi pada berbagai macam tanah meskipun hasilnya akan berbeda. Akan tetapi rumput ini tidak tahan hidup di daerah hujan yang terus menerus. Secara alamiah rumput ini dapat dijumpai terutama di sepanjang pinggiran hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembang biakan vegetatif dilakukan baik dengan cara membagi rumpun akar dan bonggol maupun dengan stek batang (minimal 3 ruas, 2 ruas terbenam di tanah). Hal ini dapat dilakukan dengan tangan atau dengan peralatan seperti yang dilakukan pada penanaman tebu. Jarak antar barisan berkisar antara 50 – 200 cm. di daerah yang lebih kering jaraknya lebih lebar. Jarak dalam barisan bervariasi mulai dari 50 – 100 cm. penanaman yang dicampur dengan tanaman lain semisal ubi kayu dan pisang sering dilakukan di kebun rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan hasil dan ketahanan tinggi, rumput ini ditanam dengan pengairan yang teratur dan pemupukan yang cukup. Pemupukan yang banyak diterapkan biasanya bila rumput sering dipotong / dipanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan nutrien setiap ton bahan kering adalah N:10-30 kg; P:2-3 kg; K:30-50 kg; Ca:3-6 kg; Mg dan S:2-3 kg. dengan hasil bahan kering tiap tahun 20-40 ton/Ha, karenanya banyak zat diserap dari tanah. Jika tidak dipupuk hasilnya akan segera menurun drastis dan gulma akan menyerang. Walaupun rumput gajah jarang ditanam dengan polong-polongan (legume), namun tetap dapat dikombinasikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang biasa menyerang yaitu kutu Helminthosporium sacchari. Tindakan yang paling baik untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan kultivar yang tahan penyakit tersebut. Namun demikian secara umum kami tidak menemukan serangan hama pada rumput gajah yang ditanam. Kebanyakan hanya merupakan serangan belalang dan ulat yang masih bisa di tolerir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput gajah dapat dipanen sepanjang tahun. Biasanya rumput ini diberikan dalam bentuk segar, tetapi dapat juga diawetkan sebagai silase. Hasil bahan kering setiap tahun diharapkan berkisar 2 – 10 ton/hektar untuk tanaman yang tidak dipupuk atau dengan pupuk yang sedikit, tetapi yang menggunakan banyak pupuk N dan P hasilnya berkisar antara 6 – 40 ton/hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prospek rumput gajah cukup baik bila dilakukan pemupukan yang baik pula. Dengan memanen pada pertumbuhan yang masih muda atau dengan menggunakan kultivar yang baik akan mencapai nilai pakan yang tinggi. Keuntungan dari jenis ini adalah kemampuannya berproduksi, dapat ditanam dalam jumlah besar atau kecil, dan dapat diusahakan secara mekanis atau juga untuk pertanian/peternakan skala kecil.&lt;br /&gt;Hasil Pengamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami telah mencoba menanam rumput ini di berbagai tempat, baik di daerah pesisir pantai selatan pada ketinggian berkisar 0 – 200 m dpl, maupun di home base Manglayang Farm pada ketinggian 900 – 1100 m dpl. Dengan berbagai kondisi tanah / alam dan perlakuan yang berbeda. Hasil yang didapat pun berbeda beda tentunya .&lt;br /&gt;Yang menarik, di Indonesia ternyata ada lebih dari 1 jenis rumput gajah, apa saja ? langsung aja materi selanjutnya dapat di download langsung &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5571065/rumputgajah.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5571065/rumputgajah.doc.html"&gt;Download - Rumput Gajah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber :  http://nusataniterpadu.wordpress.com/2009/02/17/hijauan-pakan-ternak-rumput-gajah/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-3498896731040949469?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/3498896731040949469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/hijauan-pakan-ternak-rumput-gajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/3498896731040949469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/3498896731040949469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/hijauan-pakan-ternak-rumput-gajah.html' title='HIJAUAN PAKAN TERNAK: Rumput Gajah'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SllsTVTWUTI/AAAAAAAAA08/o4xsgG3ovoA/s72-c/king-grass.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-768644950433027064</id><published>2009-07-12T00:10:00.003+07:00</published><updated>2009-07-12T00:26:42.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leguminosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Pakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hijauan'/><title type='text'>HIJAUAN PAKAN TERNAK: Gamal (Gliricidia sepium)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Deskripsi Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamal adalah pribumi di kawasan Pantai Pasifik Amerika Tengah yang bermusim kering. Ditemukan mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 1200 meter. Akan tetapi, tumbuhan ini telah lama dibudidayakan dan bernaturalisasi di wilayah tropika Meksiko, Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan, sampai pada ketinggian 1.500 m. Jenis ini juga telah diangkut ke wilayah Karibia dan kemudian ke Afrika Barat. Ia di introduksikan ke Filipina oleh orang Spanyol pada awal tahun 1600-an, dan ke Sri Lanka dalam abad ke-18l dari sana tumbuhan ini mencapai negara Asia lain, termasuk Indonesia (kira-kira tahun 1900), Malaysia, Thailand dan India.&lt;br /&gt;Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan (Harian Umum Suara Karya, 19 Mei 1992).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SljKe9wAxAI/AAAAAAAAA0s/YBjhDWwSHec/s1600-h/gamal2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SljKe9wAxAI/AAAAAAAAA0s/YBjhDWwSHec/s400/gamal2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357254390078030850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;foto gamal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Pemanfaatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamal telah dimanfaatkan secara luas untuk berbagai keperluan. Kayunya dapat digunakan sebagai kayu bakar, arang atau juga sebagai bahan bangunan dan alat pertanian. Tanaman ini juga digunakan dalam berbagai sistem pertanaman, sebagai pohon pelindung dalam penanaman teh, cokelat atau kopi. Sebagai penyangga hidup untuk tanaman vanili, lada hitam dan ubi jalar. Yang lebih umum digunakan sebagai pagar hidup, tanaman pupuk hijau pada pola tanam tumpang sari, sebagai penahan tanah pada pola tanam lorong dan terasering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tanaman ini juga ternyata dapat digunakan untuk mereklamasi tanah atau lahan yang gundul atau tanah yang rapat ditumbuhi oleh alang alang (Imperata cylindrica). Bahkan konon, nama Gamal itu merupakan akronim dari Ganyang Mati Alang-alang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji, pepagan, daun dan akarnya dapat digunakan sebagai rodentisida dan pestisida setelah terlebih dahulu dilakukan fermentasi.&lt;br /&gt;Bunganya digunakan oleh lebah sebagai sumber nutrisi dan zat gula dalam pembuatan madu lebah. Bahkan di beberapa daerah, Gamal ditanam sebagai tumbuhan eksotik dan penghias taman karena memiliki bunga berwarna lembayung yang indah. Di beberapa tempat di Afrika, masyarakat disana memakan bunga gamal setelah terlebih dahulu di rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamal dipercaya sebagai tanaman multiguna yang paling banyak di budidayakan kedua terbanyak setelah Lamtoro (Leucaena leucocephala), dalam beberapa kasus Gamal dapat menghasilkan biomasa sama atau bahkan lebih banyak daripada Lamtoro (Stewart et al. 1992). Salah satu sebab mengapa Gamal ini cepat populer adalah resistensinya terhadap hama kutu loncat (Heteropsylla cubana) yang telah meluluhlantakan Lamtoro di berbagai belahan dunia tropis. (FAO 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin lebih jelas tentang gamal, bisa didownload langsung &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5566345/GamalGliricidiasepium.doc.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-768644950433027064?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/768644950433027064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/hijauan-pakan-ternak-gamal-gliricidia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/768644950433027064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/768644950433027064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/hijauan-pakan-ternak-gamal-gliricidia.html' title='HIJAUAN PAKAN TERNAK: Gamal (Gliricidia sepium)'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SljKe9wAxAI/AAAAAAAAA0s/YBjhDWwSHec/s72-c/gamal2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-5622470226010408113</id><published>2009-07-10T22:09:00.003+07:00</published><updated>2009-07-10T22:18:31.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Ekonomi Peternakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosiologi Pedesaan dan Perkotaan'/><title type='text'>Sosiologi, Interaksi, Nilai, Dan Norma</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Sosiologi dan pendapat Para Ahli Tentang Sosiologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin Socius yang artinya teman dan logos dari kata yunani yang bearti cerita,yang bukunya pertama kali beerjudul ”Cours De Philosophie Positif” karangan august Compte &lt;1798-1857&gt;. Dikembang pertama kali dieropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Auguste Comte&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahapan itu adalah :&lt;br /&gt;1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengertian sosiologi menurut para ahli sbb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Roucek dan Warren&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosilogi yaitu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Pitirim Sorokin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubunagan dan pengaruh timbal balik aneka maccanm manusia.jadi manusia ada yang beranggapan bahwa sosiologi adalah interaksi sosial dan proses sosial.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Soerjono Soekanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosiologi adalah ilmu bagaimana memusatkan perhatian pada segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha mendapatkan pola-pola hidup masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- William Kornblum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan prilaku sosial bawahannya dan menjadikan kehidupan masyarakat berkelompok atau berkondisi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- J.A.A Von Dorn dan C.J.Lammers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosilogi adalah ilmu pengetahuan tentang sruktur sosial dan hasil dari kelompok itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Paul B. Horton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosiologi adalah memusatkan penelaan pada kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Max Weber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosilogi adalah ilmu berupaya memahami tiondakan-tindakan sosial&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Charles Horton cooley&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Charles mengembankan konsep mengenai hubungan timbal balik atau interaksi dan tidak memisahkan individu denagan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Selo Sumardjan dan Soeleman Soemardi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosilogi adalah ilmu kemasyarakatan yang mengajari sruktur sosial dari hidup masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Alian Jhonson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan moral dari manusia .terutama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi selanjutnya dapat didownload &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5553195/SosiologiPedesaan.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-5622470226010408113?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/5622470226010408113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/sosiologi-interaksi-nilai-dan-norma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/5622470226010408113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/5622470226010408113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/sosiologi-interaksi-nilai-dan-norma.html' title='Sosiologi, Interaksi, Nilai, Dan Norma'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-7713534667874145601</id><published>2009-07-10T17:08:00.002+07:00</published><updated>2009-07-10T17:14:26.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='histologi ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fisiologi ternak'/><title type='text'>Sistem Ekresi</title><content type='html'>Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa  metabolisme tubuh, seperti CO2, H2O, NH3, zat warna empedu dan asam urat.&lt;br /&gt;Beberapa istilah yang erat kaitannya dengan ekskresi :&lt;br /&gt;- defekasi : yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makana yang disebut feses. Zat yang dikeluarkan belum pernah mengalami metabolisme di dalam jaringan. Zat yang dikeluarkan meliputi zat yang tidakl diserap usus sel epitel, usus yang rusak dan mikroba usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ekskresi : yaitu pengeluaran zat sampah sisa metabolisme yang tidak berguna lagi bagi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- sekresi : yaitu pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan. Getah yang dikeluarkan masih berguna bagi tubuh dan umumnya mengandun genzim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- eliminasi : yaitu proses pengeluaran zat dari rongga tubuh, baik dari rongga yang kecil (saluran air mata) maupun dari rongga yang besar (usus).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Organ atau alat-alat ekskresi pada  terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Paru-paru,&lt;br /&gt;2. Hati,&lt;br /&gt;3. Kulit, dan&lt;br /&gt;4. Ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi selengkapnya mengenai sistem ekresi dapat di download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5550066/sistemeskresi.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-7713534667874145601?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/7713534667874145601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/ekskresi-merupakan-proses-pengeluaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7713534667874145601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7713534667874145601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/ekskresi-merupakan-proses-pengeluaran.html' title='Sistem Ekresi'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-7694144011263465084</id><published>2009-07-10T16:50:00.002+07:00</published><updated>2009-07-10T17:17:38.038+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biokimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mikrobiologi'/><title type='text'>Asam Amino</title><content type='html'>Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;materi mengenai asam amino, baik struktur,fungsi dan lain-lain, bisa didownload &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5549974/asamamino.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-7694144011263465084?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/7694144011263465084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/asam-amino.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7694144011263465084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/7694144011263465084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/asam-amino.html' title='Asam Amino'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-6773526668213135266</id><published>2009-07-10T15:05:00.003+07:00</published><updated>2009-07-10T17:17:47.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biokimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mikrobiologi'/><title type='text'>Sel dan Perannya Dalam Biokimia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMPONEN UTAMA SEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membran Plasma (plasmalemma)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nukleous&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sitoplasma&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;# MEMBRAN PLASMA&lt;br /&gt; Sebagai pelindung sel, pengatur bentuk sel, pengatur transportasi zat (oksigen, Nutrien)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# NUKLEUS&lt;br /&gt; Sebagai pusat seluruh kegiataan sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# SITOPLASMA&lt;br /&gt; Terdiri atas cairan sel (sitosol/hialoplasma) bersifat koloid organel sel (organel, bentuk dan fungsi terspesialisasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ORGANEL SEL DAN FUNGSI MASING MASING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. dinding/membran sel berfungsi untuk memisahkan masing-masing sel, keluar masuknya zat dari sel, dan menerima informasi ari luar dalam sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Inti sel untuk menyimpan informasi genetik sebagai DNA dan kromosom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Nukleous merupakan tempat sintesis DNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ribosom = tempat sintesis protein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Retikulum endoplasma (endoplasmic retikulum) = terbagi 2 smooth endoplasmic retikulum (SER) dan rough endoplasmic retikulum (RER). SER berfungsi untuk sintesis lipid dan RER untuk sintesis protein dan lipid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apparatus golgi == tempat untuk mengepak isi sel seperti protein sebelum dikeluarkan dari sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mithocondria == tempat untuk memproduksi energi dalam bentuk ATP (adenosin tri phosphate) dan tempat berlangsungnya siklus kreb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kloroplas == tempat berlangsung fotosintesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Lysosom === tempat untuk pemecahan molekul komplek (protein, lemak dan karbohidrat) menjadi molekul sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Periksisome == tempat memproduksi enzim catalase yang berguna untuk mengubah H2O2 (perioksida) yang berbahaya menjadi H2O&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Cylosol == tempat untuk berlangsungnya reaksi metabolis seperti glikolis, lintasan pentosa fosfat, sintesis asam lemak dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Vakuola == tempat penyimpanan zat-zat makanan dan sisa-sisa metabolisme pada sel tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melihat materi ini selengkapnya dapat didownload &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5548809/SELDANPERANNYADALAMBIOKIMIAii.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-6773526668213135266?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/6773526668213135266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/sel-dan-perannya-dalam-biokimia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6773526668213135266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6773526668213135266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/sel-dan-perannya-dalam-biokimia.html' title='Sel dan Perannya Dalam Biokimia'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-1604908081268057385</id><published>2009-07-10T11:39:00.002+07:00</published><updated>2009-07-10T11:43:15.594+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Pemuliaan Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seleksi'/><title type='text'>SELEKSI TERNAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Seleksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pemuliabiakan ternak seleksi adalah suatu proses memilih ternak yang disukai yang akan dijadikan sebagai tetua untuk generasi berikutnya. Tujuan umum dari seleksi adalah untuk meningkatkan produktivitas ternak melalui perbaikan mutu bibit. Dengan seleksi ternak yang mempunyai sifat yang diinginkan akan dipelihara, sedangkan ternak ternak yang mempunyai sifat yang tidak diinginkan akan diafkir.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa dua hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan seleksi:&lt;br /&gt;1. Tujuan seleksi harus jelas, misalnya kalau pada sapi apakah&lt;br /&gt;tujuannya untuk meningkatkan produksi susu atau produksi daging,&lt;br /&gt;atau keduanya.&lt;br /&gt;2. Seleksi perlu waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan seleksi dipengeruhi oleh beberapa faktor, misalnya:&lt;br /&gt;1. Seleksi diferensial&lt;br /&gt;2. Heritabilitas&lt;br /&gt;3. Interval generasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi selanjutnya, dapat di download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5546017/SELEKSITERNAK.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-1604908081268057385?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/1604908081268057385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seleksi-ternak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/1604908081268057385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/1604908081268057385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/seleksi-ternak.html' title='SELEKSI TERNAK'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-4026482652000775141</id><published>2009-07-10T11:33:00.003+07:00</published><updated>2009-07-10T11:39:13.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Pemuliaan Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Frekuensi Gen'/><title type='text'>Perubahan Frekuensi Gen</title><content type='html'>Disebabkan oleh 4 faktor :&lt;br /&gt;- Mutasi&lt;br /&gt;- Seleksi&lt;br /&gt;- Migrasi&lt;br /&gt;- Genetic drift (fluaktasi acak&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;1. Mutasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mutasi adalah perubahan susunan gen atau bagian kromosom, menjadi bentuk baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutasi yang mengubah frekuensi gen ada dua macam :&lt;br /&gt;1) Mutasi tak berulang&lt;br /&gt;2) Mutasi berulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutasi tak berulang jarang terjadi dan tidak menghasilkan perubahan berarti pada frekuensi gen. mutasi berulang lebih sering terjadi dan berulang secara teratur dalam jangka panjang. Mutasi berulang dapat menghubah frekuensi gen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;2. Seleksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seleksi adalah suatu tindakan untuk memilih ternak yang dianggap mempunyai mutu genetic baik untuk dikembangkan lebih lanjut serta menyingkirkan ternak yang kurang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan seleksi =====&gt; mengubah frekuensi gen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;3. Migrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sejumlah individu yang berasal dari suatu populasi dipindahkan (migrasi) dan bercampur dengan individu populasi lain (terjadi perkawinan) maka dapat terjadi perubahan frekuensi gen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dengan memasukkan gen-gen dari jenis sapi baru ke suatu Negara dengan inseminasi buatan (IB) dapat mengakibatkan perubahan frekuensi gen dari populasi sapi nasional secara drastic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi migrasi merupakan cara yang paling efektif penyebab perubahan genetic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Migrasi bermanfaat bila memenuhi persyaratan bermanfaat bila memenuhi persyaratan berikut :&lt;br /&gt;1). Tersedia populasi lain dengan gen-gen yang diinginkan&lt;br /&gt;2). Telah diketahui dengan pasti bahwa perubahan yang terjadi dapat bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;4. Genetic drift (fluktuasi acak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor generic drift biasanya terjadi secara kebetulan dan dapat mengubah frekuensi gen. dalam populasi kecil, fluktuasi acak yang mempunyai efek yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataan populasi ternak di pedesaan dapat berfluktuasi secara acak tak teratur karena pengaruh musim atau serangan wabah penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada sebagian besar populasi sehingga pada suatu saat populasi turun secara drastic. Ternak yang tersisa yang dapat bertahan akan mempengaruhi pengaruh yang menentukan terhadap frekuensi gen pada generasi beriukutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melihat materi tentang frekuensi gen selanjutnya dapat mendowloadnya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5545954/PerubahanFrekuensiGen.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-4026482652000775141?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/4026482652000775141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/disebabkan-oleh-4-faktor-mutasi-seleksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/4026482652000775141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/4026482652000775141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/disebabkan-oleh-4-faktor-mutasi-seleksi.html' title='Perubahan Frekuensi Gen'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-2474700286248323605</id><published>2009-07-10T11:18:00.002+07:00</published><updated>2009-07-10T11:29:40.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Hardy-Weinberg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Pemuliaan Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Frekuensi Gen'/><title type='text'>Frekuensi Gen</title><content type='html'>Didalam pemuliaan ternak, selain memperhatikan individu kita biasanya lebih tertarik pada perubahan-perubahan yang terjadi pada sifat-sifat populasi.sifat atau fenotipe seekor hewan dipengaruhi oleh genotipe atau gen-gen yang dimiliki hewan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi gen adalah perbandingan jumlah gen tertentu dengan jumlah seluruh gen yang terdapat pada lokus yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi gen adalah persentase sebuah alat tertentu dari 2n gen&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hukum Hardy-Weinberg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Noor menyatakan ada 2 hal yang diperhatikan dari Hukum Hardy-Weinberg :&lt;br /&gt;1. Jumlah frekuensi gen dominan dan resesif : (p+q) adalah 1&lt;br /&gt;2. Jumlah proporsi dari ketiga macam genotipe: (p2+2pq+q2) adalah 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melihat materi tentang frekuensi gen selanjutnya dapat mendowloadnya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5545800/FrekuensiGen.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-2474700286248323605?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/2474700286248323605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/frekuensi-gen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/2474700286248323605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/2474700286248323605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/frekuensi-gen.html' title='Frekuensi Gen'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-6548694928033826348</id><published>2009-07-09T23:21:00.003+07:00</published><updated>2009-07-09T23:44:05.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Pakan'/><title type='text'>Mutu dan Evaluasi Bahan Pakan</title><content type='html'>Penentuan Kualitas Bahan Pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-       Pengujian secara fisik&lt;br /&gt; * Makroskopis&lt;br /&gt; * Mikroskopis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengujian secara kimia&lt;br /&gt; * uji proximat&lt;br /&gt; * uji van soest&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengujian secara biologis&lt;br /&gt; In vitro, in vivo, in sacco&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Makroskopis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengujian menggunkan panca indera, volume dan bobot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Butiran&lt;br /&gt;- warna biji yang dominan&lt;br /&gt;- jumlah kotoran (%)&lt;br /&gt;- Biji yang rusak&lt;br /&gt;- Berat 1000 biji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijauan&lt;br /&gt;- warna daun&lt;br /&gt;- panjang daun&lt;br /&gt;-  lebar daun&lt;br /&gt;-  perbandingan daun dan batang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung&lt;br /&gt;- warna&lt;br /&gt;- bau&lt;br /&gt;- ada tidaknya jamur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mikroskopis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dilakukan dengan menggunakan mikroskop, bahan yang diuji digiling halus dengan ukuran (mesh) tertentu, diamati strukturnya dibawah struktur dibawah mikroskop. Setiap bahan punya ciri-ciri struktur masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mikroskopis bertujuan untuk memeriksa ada tidaknya pemalsuan dalam bahan pakan komersial. Misalnya : dedak sering dipalsukan dengan sekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pengujian pemalsuan :&lt;br /&gt;- berdasarkan besar kecilnya ukuran partikel&lt;br /&gt;- berdasarkan berat ringannya partikel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Pengunjian secara kimia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Analisis Proksimat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- disebut juga dengan analisis weende&lt;br /&gt;- yang menemukan hennerberg dan Stohmann (1856-1863)&lt;br /&gt;- artinya analisis yang  mendekati dengan hasil yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Proksimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SlYdDrxzLgI/AAAAAAAAA0k/p6Dle6awyQ0/s1600-h/Graphic1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 446px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SlYdDrxzLgI/AAAAAAAAA0k/p6Dle6awyQ0/s400/Graphic1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356500755932196354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kadar Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditentukan sebagai % kehilangan bobot sampel bahan pakan makanan setelah dikeringkan dalam oven sampai bobotnya tidak susut lagi, pada tekanan 1 atm dan suhu 105o C (kira2 8 jam), Sampel yang digunakan untuk pengukuran kadar air jumlahnya 2 – 5 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan&lt;br /&gt;- berat sampel awal (a)&lt;br /&gt;- berat setelah oven 105 (b)&lt;br /&gt;- berat cawan yang digunakan (c)&lt;br /&gt;- kadar air =  (a+c) – b  x 100%&lt;br /&gt;                                                      a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan kadar air hujan&lt;br /&gt;- pengerjaannya dua tahap&lt;br /&gt;- tahap 1 pengeringan pada tahap oven 60 C&lt;br /&gt;- tahap 2 pengeringan pada tahap oven 105 C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh :&lt;br /&gt;- Berat rumput dilapangan = 1000 gram&lt;br /&gt;- Setelah dikeringkan oven 60 C = 890 gram&lt;br /&gt;- Kadar air oven 105 C 12,48% (sampel 5 gram)&lt;br /&gt;- Kadar air sesungguhnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Air yang terkandung dalam 5 gram sampel = 0,1248 x 5 gr&lt;br /&gt;Air dalam rumput =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= (1000 – 890) + (890/5 x 0,624)&lt;br /&gt;= 110   +    111,07&lt;br /&gt;= 221,07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar air = 221,07/1000 x 100%&lt;br /&gt;    = 22,11 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan Kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- dihitung sebagai selisih antara 100% dengan % kadar air&lt;br /&gt;- sebagian bahan kering mengandung bahan organik (mineral)&lt;br /&gt;- kadar air mineral ditentukan dengan membakar sampel bahan pakan pada tanur suhu 500-600 C selama 6 jam&lt;br /&gt;- semua bahan organik akan menguap, yang tinggal adalah abu&lt;br /&gt;- selisih bahan kering dengan abu = BO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan&lt;br /&gt;- Berat sampel = x&lt;br /&gt;- Berat cawan = y&lt;br /&gt;- Berat sampel setelah ditanur = z&lt;br /&gt;- Abu = z – y /x    x 100%&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-6548694928033826348?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/6548694928033826348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/mutu-dan-evaluasi-bahan-pakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6548694928033826348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6548694928033826348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/mutu-dan-evaluasi-bahan-pakan.html' title='Mutu dan Evaluasi Bahan Pakan'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/SlYdDrxzLgI/AAAAAAAAA0k/p6Dle6awyQ0/s72-c/Graphic1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-1396607509009970318</id><published>2009-07-09T22:53:00.002+07:00</published><updated>2009-07-09T23:20:25.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Pakan'/><title type='text'>Klasifikasi Bahan Pakan</title><content type='html'>Bahan pakan adalah sesuatu yang bisa dimakan, dicerna seluruh/sebagian tubuh dan tidak menggangu kesehatan ternak yang memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen dari bahan makanan yang dapat dicerna/diserab dan digunakan dalam tubuh ternak yang terdiri dari:&lt;br /&gt;- air&lt;br /&gt;- karbohidrat&lt;br /&gt;- protein&lt;br /&gt;- lemak&lt;br /&gt;- vitamin&lt;br /&gt;- mineral&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pakan diklasifikasin berdasarkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- asalnya&lt;br /&gt;- bentuk fisiknya&lt;br /&gt;- kandungan ZM dominan dan fungsinya (SI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Klasifikasi Berdasarkan Asalnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. Pakan nabati :&lt;/span&gt; pakan yang berasal dari tumbuhan/tanaman&lt;br /&gt;  - kandungan karbohidrat tinggi&lt;br /&gt;  - kualitas proteinnya lebih rendah dari pakan hewani&lt;br /&gt;  - Fospor berada dalam ikatan asam fitat&lt;br /&gt;  - contoh : jagung bungkil kedele, dedak, rumput, bungkil, kelapa dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. Pakan hewani : &lt;/span&gt;pakan yang berasal dari hewan&lt;br /&gt;  - kandungan dan kualitas proteinnya tinggi&lt;br /&gt;  - kandungan lemak cukup tinggi&lt;br /&gt;  - kandungan mineral cukup tinggi&lt;br /&gt;  - contoh : tepung ikan, tepung bekicot, cacing tanah, tepung buku, tepung darah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Klasifikasi Berdasarkan Bentuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. Bahan makanan bentuk asli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; - diberikan pada ternak seperti bentuk asalnya dalam keadaan segar dan biasanya dicincang/potong-potong lebih dahulu.&lt;br /&gt; - contoh: umbian, hijauan, empelur sagu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. Bahan makanan bentuk tepung dan remah (mash)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; - hasil penggilingan atau olahan&lt;br /&gt; - contoh : jagung halus, tp. Ikan, dedak halus, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3. Bahan makanan bentuk crumble dan pellet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; - modifikasi dari bentuk tepung berbentuk slinder (pellet) dan bentuk cairan (crumble)&lt;br /&gt; - dilakukan pemadatan dan pencetakan pakan tepung menjadi butiran2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4. Bahan makanan bentuk butiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; - bentuk asli atau pecahan kasar dari buah sercelia dan leguminansia&lt;br /&gt; - contoh : jagung pecah, padi, juwawut, kacang hijau, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berdasarkan kandungan ZM dominan Standar Internasional:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Bahan Pakan Sumber Energ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Bahan makanan yang  menangdung BETN yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic;"&gt;2. Bahan Pakan Sumber Protein&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;Bahan makanan asal tumb/hewan mengandung PK≥20 % BK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Bahan Pakan Sumber Vitamin  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Bahan Pakan Sumber Mineral  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5. Hijauan Segar (pasture)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahan makanan asal tumbhan dgn kadar air 50-0% dan 5K&gt;18% &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;6. Hijuan kering (forage/ Roughage kering/ hay)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Bahan makanan yg dikeringkan dan 5K&gt;18%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;7. Kelas Silase&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Bahan makan asli tnman yg merupakan produk fermentasi dlm keadaan an aerob pada tempat silo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;8. Bahan makan additive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Bahan makanan yang ditambah dalam jumlah sedikit, dengan tujuan untuk memacu pertumbuhan, pengobatan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Pakan Sumber Energi :&lt;br /&gt;Pakan yang mengandung karbohidran (BETN)&lt;br /&gt;- jenis butiran&lt;br /&gt;- jenis umbian&lt;br /&gt;- hasil ikutan dan limbah industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan sumber Protein : PK &gt; 20%&lt;br /&gt;- nabati&lt;br /&gt;- hewani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan Sumber Vitamin,&lt;br /&gt;- mengandung satu atau lebih jenis-jenis vitamin dalam jumlah yang cukup besar&lt;br /&gt;- Bisa nabati, hewani, maupun sintesis&lt;br /&gt;- Pkn hewani : kaya akan vitamin A,D,E, niasin, asam pantotenat, dan asam folat.&lt;br /&gt;- Pkn nabati : kaya akan vitamin K, C, B1, B2, B6, biotin, asam folat, dan prekuesor, vitamin A.&lt;br /&gt;- Feed suplement: baik sintesis maupun isolasi dari sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan Sumber Mineral&lt;br /&gt;- mengandung satu atau lebih jenis2 mineral dalam jumlah ckp besar&lt;br /&gt;- umumnya dari hewani, batuan alam, dan mineral alami&lt;br /&gt;- dari hewani: tepung kerang, tepung tulang, tepung ikan, tepung pensi, cangkang bekicot, dll.&lt;br /&gt;- Mineral alami: batu kapur (limestone), CaCO3, kalsium fosfat, fospal koloidad, NaCl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Hay&lt;br /&gt; -  dibuat karena hijauan sedang surplus&lt;br /&gt; -  dibuat untuk dimanfaat di musim kemarau (atau dingin)&lt;br /&gt; -  tanaman dipotong sebelum masa berbunga, utk kmudian dikeringkan&lt;br /&gt; -  dengan demikian kualitas gizi hay baik&lt;br /&gt; -  dilakukan dengan cara pengiringan yang cepat&lt;br /&gt; -  menggunakan cahaya matahari yang minimal&lt;br /&gt; -  dikeringkan diatas para – para yg diberi atap. Hijauan yg dikeringkan harus sering dibolak balik &lt;br /&gt; - dalam proses pemubuatan hay, hijauan harus dihindari dari terkena air hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Jerami&lt;br /&gt; - hasil ikutan tanaman setelah dipanen (produk utama: jagung, padi, sorghum, gandum, dll)&lt;br /&gt; -  kualitasnya rendah karena tanaman tersebut telah tua (buahnya telah masak)&lt;br /&gt; - Sehingga serat kasarnya tinggi, mengandung lignin yang tinggi, proteinnya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silase Adalah hijauan segar yang diawetkan dg cara penyimpanan pada keadaan anaerob di dalam silo. (Silo = tempat pembuat dan penyimpan silase)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enilase  = proses pembuatan silase; terjadi karena aktivitas bakteri penghasil asam laktis (lasktisi acid, streptococcus lactis) pada pH 4 dan kondisi anaerob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses enilase, terjadi karena enzim yang dihasilkan bakteri akan mendegradasi karbohidrat dan protein bahan (rumput/hijauan ) Sewaktu proses enilase berlangsung, udara dalam silo makin berkurang (oksigen semakin habis) sehingga terciptanya suasana anaerob. Keadaan anaerob memungkinkan silase menjadi awet untuk disimpan beberapa bulan karena dalam kondisi ini jamur tidak pernah tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feed Additive&lt;br /&gt;- senyawa yang dibutuhkan tidak sebagai zat makanan, melainkan untuk tujuan lain yg ditambahakan ke dlm ransum.&lt;br /&gt;- contoh: Antibiotik&lt;br /&gt;- urea tidak dianggap sebagai feed additive karena menyediakan sumber protein ransum (dlm bentuk nitrogen)&lt;br /&gt;- Additives digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperbaiki kesehatan&lt;br /&gt;- feed additives digunakan dalam jumlah kecil&lt;br /&gt;- dapat menyebabkan toksiitas dan akumulatif residu pada produk akhir&lt;br /&gt;- industri pakan menggembangkan premix untuk penggunaan yang aman dan efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh feed additive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Primary Effects&lt;br /&gt; Meningingkatkan efesiensi ransum dan/atau pertambahan berat badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Secondary Effects&lt;br /&gt; Menurunkan asiodosis, coccidiosis, kembung, abses hati, suppres estrus dan control foot rot.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-1396607509009970318?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/1396607509009970318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/klasifikasi-bahan-pakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/1396607509009970318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/1396607509009970318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2009/07/klasifikasi-bahan-pakan.html' title='Klasifikasi Bahan Pakan'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-6207043829723220286</id><published>2008-12-17T21:41:00.002+07:00</published><updated>2009-07-12T11:26:30.450+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ransum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><title type='text'>MEMBUAT RANSUM PAKAN TERNAK dari LIMBAH</title><content type='html'>Produksi tahu, tempe, tapioca, kecambah, dan huller penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga seperti pembuatan minyak kelapa di pedesaan. Limbah atau sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah produksi di pedesaan. Kadang ampas atau limbah produksi pada musim basah tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan untuk membuat 20 kg ransum basah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dedak 3 kg; ampas (tahu, kelapa, ubi) 3 kg/masing-masing bagian; sisa-sisa tanaman dan hijauan 4 kg; tapioca ½ kg; garam dapur 100 gr; air bersih 10 liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Ransum Basah:&lt;br /&gt;Serat – karbohidrat – protein – garam – dan air (untuk membuat ransum dalam jumlah besar/banyak bahan tinggal mengalikan kelipatan jumlahnya saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat:&lt;br /&gt;1. Semua bahan yang sudah ditakar sesuai dengan bahan yang akan dibuat ransum, bahan-bahan dicampur dan diaduk jadi satu pada bak atau wadah besar atau yang lebih baik menggunakan drum yang bersih sekaligus menjadi tempat untuk memasaknya di atas tungku api.&lt;br /&gt;2. Bila adonan sudah menjadi seperti bubur encer, panaskan sampai mengental.&lt;br /&gt;3. Aduk terus selama proses memasak/memanaskan di atas api, jaga jangan sampai hangus pada bagian bawah dan atasnya.&lt;br /&gt;4. Proses pemanasan cukup sampai mengental/padat.&lt;br /&gt;5. Angkat dan dinginkan di lantai.&lt;br /&gt;6. Cetak adonan masak/pakan pada alas jemur bedek bambu. Ukuran tebal 2,5 – 3 cm, panjang 30 cm dan lebar (ukuran kertas polio). Cetakan dapat dibuat dari bingkai bambu.&lt;br /&gt;7. jemur dan bolak balik sesuai keadaan.&lt;br /&gt;8. kekeringan kadar air sampai 14%.&lt;br /&gt;9. simpan ransum pada kaleng dan tutup rapat untuk persediaan ransum sehari-hari ternak peliharaan.&lt;br /&gt;10. berikan ransum ternak sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pemberian Ransum pada Ternak:&lt;br /&gt;1. Bila tidak melakukan penjemuran/mengeringkan ransum/ransum basah setelah dimasak dapat langsung diberikan dengan cara tambahkan lagi air dingin agar ransum menjadi bubur encer dan berikan pada ternak.&lt;br /&gt;2. ransum padat/kering seduh/rendam dengan air panas/dingin, bila sudah hancur buat seperti bubur hancur dan berikan pada ternak sapi, kuda, kambing, babi dan unggas bebek, angsa dan kalkun (dosis 1 kg ransum + 5 liter air) untuk 1 x makan tambahan per hari per ekor sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Sinar Tani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-6207043829723220286?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/6207043829723220286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2008/12/produksi-tahu-tempe-tapioca-kecambah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6207043829723220286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/6207043829723220286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2008/12/produksi-tahu-tempe-tapioca-kecambah.html' title='MEMBUAT RANSUM PAKAN TERNAK dari LIMBAH'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3450355746696648173.post-4823001614359081510</id><published>2008-12-14T15:15:00.000+07:00</published><updated>2009-07-12T11:26:30.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ransum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Ternak'/><title type='text'>Ramuan Pakan Tambahan Ayam Pedaging</title><content type='html'>Pakan tambahan bagi ternak biasanya terbuaut dari hasil limbah olahan, seperti: tepung limbah udang, ampas tahu, tepung tulang, dan lain-lain, bahan-bahan pakan tambahan tersebut dirasa cukup mahal dan cukup menguras kantong kita, untuk itu ada pakan tambahan alternatif yang dapat kita berikan sebagai pakan ternak ayam pedaging yang terdiri dari bahan-bahan herbal yang biasa digunakan untuk minuman kesehatan bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini kita coba mengulas bagaimana cara membuat pakan alternatif yang terbuat dari bahan herbal dan apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan yang diperlukan antara lain : kencur, temu kunci, lengkuas, jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, bengkuang, daun sirih, sereh, belimbing wuluh, kemangi, temu lawak, temu hitam, siapkan semua bahan masing-masing sebanyak 0,25 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pembuatannya :&lt;br /&gt;1. Bahan-bahan dicuci sampai bersih.&lt;br /&gt;2. Tiriskan bahan-bahan tadi tipis-tipis, lalu digiling.&lt;br /&gt;3. Hasil gilingan tersebut dimasukkan kedalam jerigen ukuran 20 liter dan ditambahkan dengan 1 liter milaosse dan 1 liter EM-4.&lt;br /&gt;4. Lalu tambahkan air bersih sampai penuh.&lt;br /&gt;5. Kocok bahan-bahan yang telah dicampur tadi sampai merata.&lt;br /&gt;6. Tutup rapat jerigen untuk proses permentasi secara anaerob.&lt;br /&gt;7. Biarkan proses permentasi berlangsung selama 2 minggu, namun selama proses permentasi berlangsung sebaiknya gas dibuang dengan membuka tutup jerigen dan menutup kembali dengan rapat.&lt;br /&gt;8. Setelah 2 minggu, hasil permentasi disaring dan disimpan secara anaerob ditempat sejuk sehingga kita bisa menggunakannya kapan kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemberian : dalam pemberian ramuan yang telah dibuat tadi ada baiknya diberikan pada minuman ayam dengan dosis pemberian untuk 1 liter air minum ditambahkan 2,5 ml bahan yang telah kita buat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramuan tadi dapat bermanfaat bagi peningkatan kerja organ pencernaan, meningkatkan nafsu makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3450355746696648173-4823001614359081510?l=kamicintapeternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/feeds/4823001614359081510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2008/12/ramuan-pakan-tambahan-ayam-pedaging.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/4823001614359081510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3450355746696648173/posts/default/4823001614359081510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamicintapeternakan.blogspot.com/2008/12/ramuan-pakan-tambahan-ayam-pedaging.html' title='Ramuan Pakan Tambahan Ayam Pedaging'/><author><name>Isdarmady</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04349241805905644614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_lvv8xci_C80/ShUuUdkhxDI/AAAAAAAAAzE/C1T_LoHhs1Y/S220/4176_1066273216637_1220222975_1311842_3915082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
