Informasi Dunia Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Konservasi

Sistematika dan Morfologi Rusa Timor

Rusa timor, merupakan salah satu rusa asli Indonesia dengan nama latin Rusa timorensis yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999, dengan klasifikasi sebagai berikut (IUCN 2012) :

Kerajaan                     : Animalia
Filum                           : Vertebarata
Sub filum                    : Chordata
Kelas                           : Mamalia
Ordo                            : Artiodactyla
Family                         : Cervidae
Genus                          : Rusa
Spesies                        : Rusa timorensis
Nama Indonesia          : Rusa timor.

Penyebaran rusa timor ini sendiri meliputi Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Papua New Guini dan Australia. Pada setiap daerah memiliki nama sub spesies yang disesuaikan dengan nama daerah tersebut.

Rusa jenis ini memiliki ciri rambut berwarna coklat kemerah-merahan hingga abu-abu kecoklatan dengan bagian perut dan ekor berwarna putih. Rusa betina cenderung memiliki pola warna yang lebih terang dibanding jantan, khususnya di bagian kerongkongan, dagu, perut, dada dan kaki (Pattiselanno et al. 2008). Pada umumnya rusa timor dewasa memiliki panjang badan berkisar antara 195-210 cm dengan tinggi badan mencapai 91-110 cm dan berat badan antara 103-115 kg. Berbeda dengan rusa betina, pada rusa jantan terdapat ranggah yang bercabang, yaitu salah satu tampilan karakter seksual sekunder yang khas pada rusa jantan setelah mencapai pubertas (Handarini 2006).

Ranggah tersebut akan tumbuh pertama kali pada anak jantan saat umur 8 bulan. Setelah dewasa, ranggah akan menjadi sempurna yang ditandai dengan terdapatnya 3 ujung runcing. Tidak sama seperti tanduk, ranggah tidak memiliki pusat core atau horny sheath. Ranggah tumbuh pada tonjolan tulang tengkorak yang disebut pesidel dan bagian dalam mampat, sedangkan tanduk pada bagian dalamnya kosong. Pada setiap periode waktu tertentu, ranggah akan tanggal dan tumbuh baru (Suyanto 2002).

Berdasarkan penelitian Pattiselanno et al. (2008), secara statistik rusa timor tidak memiliki perbedaan ukuran panjang kaki belakang, panjang telinga serta lebar telinga antara rusa timor jantan dan rusa timor betina. Sedangkan untuk berat badan, panjang badan, tinggi badan dan panjang ekor memiliki perbedaan yang sangat nyata. Karakter morfologi berupa ukuran dan bobot tubuh merupakan ukuran statistik vital yang biasanya digunakan sebagai indikator performance hewan ternak, yakni ukuran dan bobot tubuh akan lebih besar pada hewan ternak dewasa dibandingkan dengan hewan ternak muda. Oleh sebab itu, perbedaan umur antara rusa timor dapat mempengaruhi karakteristik morfologinya.


Daftar Pustaka

[IUCN] International Union for Conservation of the Nature and Natural Resources. 2012. The IUCN Red List of Threatened Species. www. www.iucnredlist.org. [30 Desember 2012].
Handarini Ristika. 2006. Pola dan Siklus Pertumbuhan Ranggah Rusa Timor Jantan (Cervus timorensis(The Pattern and Antler Development Cycle of Timor Stags [Cervus timorensis]). Jurnal Agribisnis Peternakan 2 (1).
Pattiselanno F, Tethool AN, Seseray DY. 2008. Karakteristik Morfologi dan Praktek Pemeliharaan Rusa Timor di Manokwari. Berkala Ilmiah Biologi 7 (2) : 61-67.
Suyanto A. 2002. Mamalia di TNGH Jawa Barat. Bogor : BPC-JICA.


Labels: Plasma Nutfah, Rusa, Ternak Potensial

Thanks for reading Sistematika dan Morfologi Rusa Timor . Please share...!

0 Comment for "Sistematika dan Morfologi Rusa Timor "

Back To Top