Informasi Dunia Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Konservasi

Anti Kualitas

Di dalam bahan pakan terdapat suatu zat yang dapat menggangu kesehatan ternak bahkan dapat mematikan. Zat tersebut disebut anti kualitas atau disebut juga anti nutrien.
Anti kualitas atau anti nutrient pakan dapat dibagi menjadi:
1. Zat glukosida,
2. Zat alkaloid,
3. Asam-asam,
4. Asam amino,
5. Protein,
oleh karena itu cara pengurangan atau bahkan bila mungkin peniadaannya berbeda.

1. Zat glukosida
Peracun berupa glikosida yang mengandung HCN (asam prusi). Glukosida yang mengandung glukosida disebut glucosida cyanogenetik.
Contoh:
a. Phaseolunatin, terdapat pada Phaseolus lunatus (koro).
b. Monocrotalin, terdapat pada crotalaria (orok-orok).
c. Dhurrin, terdapat pada sorghum, cynodon.
d. Linamarin, terdapat pada ketela pohon.
Bila glukosida yang mengandung HCN dimakan  dalam usus dihirolisis  ion CN lepas masuk peredaran darah  masuk jaringan di paru-paru  dieliminir.
-- pada syaraf  sel-sel terganggu  menghambat pernafasan  sel syaraf kekurangan O2 (anoksia).
Hal ini terjadi karena kerja cytochromosidase untuk pernafasan terganggu. Apabila konsentrasi HCN dalam darah rendah  ion CN dapat didetoksikasi menjadi cyanat.
Ion CN + thiosulfat  thiocyanat (tidak beracun)  keluar lewat urine.
Apabila konsentrasi HCN dalam darah tinggi  ion CN tak mampu dinetralisir tubuh  keracunan, sehingga perlu tindakan medis.

2. Zat alkaloida
Peracun alkaloida ini berupa:
a. Hypericin, terdapat pada Brachiaria brizantha, Medicago sativa (alfalfa).
b. Hepatoxin, terdapat pada Panicum.
c. Solanine, terdapat pada kentang.

Alkaloid  masuk ke tubuh ternak 
dideposisikan di kulit  >>>  kulit meradang (nekrosa). Apabila kena mata (kelopak) dapat menyebakan buta Solanine terutama terdapat pada tunas, dapat menurunkan nafsu makan, mengakibatkan haus, konstipasi atau diarrhea. Solanine akan rusak bila direbus.

3. Asam-asam
Anti kualitas berupa asam antara lain:
3.1. Asam phytat
Asam phytat mi terdapat pada kedele mentah. Cara menghilangkan asam phytat dengan jalan dipanaskan 125 o C selama 1 jam.
Asam phytat dengan mineral akan membentuk garam phytat yang sukar dicerna oleh enzim pencernaan.
Pada ternak non ruminansia sering mengalami kekurangan mineral: P, Zn, Mn, dan Cu, karena mineral tersebut terikat sebagai garam phytat.
Pada ternak ruminansia tidak masalah, karena ada mikroorganisme rumen yang menghasilkan enzim phytase, yang mampu menghidrolisis asam phytat. Kandungan asam phytat dapat dikurangi dengan jalan difermentasi.

3.2. Asam Oxalat
Asam oxalat merupakan iritan penyebab distress, terdapat pada:
a. Setaria muda
b. Rumput raja muda
c. Jerami padi
Asam oxalat dengan mineral akan membentuk garam yang sukar larut yaitu Calsiumoxalat, sehingga dapat menyebabkan ternak kekurangan Ca, sedangkan bentuk garam yang lain (Naoxalat dan Koxalat) mudah larut.
Kandungan asam oxsalat dapat dikurangi dengan jalan dibuat silage.

4. Asam amino
Asam amino non esesial berupa mimosin = Leucaenine = Leucaenol terdapat pada lamtoro.
Rumus bangun leucaenine mirip dengan AA-tyrosin
mimosin
tyrosin

Tyrosin membentuk hormon thyroxin yang mempengaruhi metabolisme sel, mitosis sel, terutama sel rambut.
Apabila konsentrasi mimosin dalam tubuh tinggi  akan mendesak/menggeser kedudukan molekul tyrosin  pembelahan sel terhambat (kematian sel) terjadi kerontokan bulu/rambut (alopaecia).

Penyembuhan
Untuk penyembuhan alopaecia tambahkan:
a. Tyrosin atau
b. Phenylalanine atau
c. Ferro suhfat.
Pada ruminansia dewasa, berkat bantuan mikroorganisme rumen dapat menetralkan efek mimosine menjadi tak beracun.
Cara mengurangi kandungan mimosine dengan jalan dilayukan atau dijemur pada sinar matahari.

5. Protein
Biasanya terdapat dalam bahan pakan dalam bentuk enzim
Contoh : urease dalam kedele mentah
thiaminase pada ikan mentah
Adanya enzim urease akan mempercepat penguraian urea, oleh karenanya pemberian urea sebagai sumber N sebaiknya jangan bersamaan dengan kedele mentah.
Adanya thiaminase akan merusak atau menghirolisis thiamine, sehingga pengkonsumsi ikan mentah yang berkepanjangan dapat defisiensi thiamine. Cara mengurangi atau meniadakan anti kualitas berupa protein ini dengan jalan dipanaskan (direbus), karena dengan jalan dipanaskan protein akan mengalami koagolasi.



Kata Kunci Peternakan

klasifikasi bahan pakan , pembuatan sosis , ransum , reproduksi ternak , beternak sapi itik ayam bebek babi , ebook peternakan , budidaya ternak pengolahan kulit sel karbohidrat protein asam amino serat kasar abu rumput gajah legum leguminosa pakan ternak konsentrat uji van hoest bioteknologi sapi potong sapi perah manajemen ternak perah zat anti nutrisi pada pakan ternak konsentrat budidaya ternak perah unggas ayam potong broiler siklus estrus domestikasi tepung tulang tepung darah tepung panci gamal kaliandra turi leguminosa air bahan pakan dan formulasi ransunm hukum hardy weindberg heritabilitas palatabilitas


Komposisi Kimia Bahan Pakan

Untuk mengetahui komposisi susunan kimia dan kegunaannya suatu bahan pakan dilakukan analisis kimia yang disebut analisis proksimat. Cara ini dikembangkan dan Weende Experiment Station di Jerman oleh Henneberg dan Stokman pada tahun 1865, dengan menggolongkan komponen yang ada pada makanan.

1. Bahan kering
Bahan kering diperoleh dengan jalan memanaskan bahan pakan 105 selama beberapa jam sehingga semua air yang ada menguap. Kondisi ini disebut juga kering mutlak, kering oven, kering mutlak atau dry matter. Hijauan pakan segar berkadar air sangat tinggi, setelah dikeringkan 550 C sampai beratnya tetap diperoleh bahan pakan dalam kondisi kering udara, disebut juga berat kering, kering angin atau dry weight.
Bahan pakan konsentrat pada umumnya berada pada kondisi ini dan sering disebut kondisi as fed (keadaan apa adanya).

2. Abu
Abu atau mineral diperoleh dengan jalan membakar sempurna bahan pakan pada temperatur 5500 C sampai semua bahan oganik terbakar.

3. Ekstrak ether (EE)
Semua bahan organik yang larut dalam pelarut lemak termasuk lipida dan zat yang tidak berlemak. Dengan demikian bukan gambaran lemak yang sebenarnya (gliserol dan 3 asam lemak). Energi lemak adalah 9 kcal/g, bagaimana dengan EE?, apakah juga menghasilkan kalori sebesar 9 kcal/g.

4. Serat kasar (SK)
Serat kasar (SK) : adalah bahan organik yang tahan terhadap hidrolisis asam dan basa lemah.

5. Protein kasar (PK)
Protein kasar diperoleh dan hasil penetapan N X 6,25 (protein rata-rata mengandung N 16 %). Protein merupakan kumpulan asam amino yang saling diikatkan dengan ikatan peptida.
Energi protein 5,50 kcal/g, bila digunakan sebagai energi 1,25 kcal/g keluar sebagai urea dan setiap unit protein, tinggal 4,25 kcal/g. Oleh karena digesti protein tidak sempurna, nilai energi berkurang 0,25 kcal/g jadi tinggal 4 kcal/g.

6. Ekstrak tanpa nitrogen (ETN)
Ektrak tanpa nitrogen diperoleh dengan jalan sbb: 100 - (5K + FE + PK + Abu). Ekstrak tanpa nitrogen terdiri dan karbohidrat yang mudah larut terutama pati yang kecernaannya tinggi. Energi yang dihasilkan sekitar 3,75-4,75 kcal/g. Rata-rata karbohidrat mengandung energi 4 kcal/g.
Berdasarkan hasil analisis proksimat (analisis Weende) diperoleh nutrien yang terbagi dalam 7 komponen.
Zat organik :
1. karbohidrat
2. lemak
3. protein
4. vitamin
Zat anorganik:
5. air
6. udara
7. mineral

Selain analisis proksimat yang dikembangkan Weende, dapat pula dilakukan pemisahan komponen bahan pakan menggunakan pelarut detergent yang dikembangkan oleh Van Soest dan More. Mereka menemukan ternyata ada korelasi antara kecernaan in vivo dengan isi sel (Cell contents = neutral detergent solubies = NDS dinding sel (Cell walls = neutral detergent insoluble fiber = NDF).

Download - Ebook Bahan Pakan dan Formulasi Ransum

Pembuatan Sosis

PENDAHULUAN
Sosis adalah makanan yang dibuat dari daging ayam yang telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu, dimasukkan ke dalam pembungkus yang berbentuk bulat panjang yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan, dengan atau tanpa dimasak maupun diasapkan.
Pada pemasakan sosis ada beberapa tahap yang harus dikerjakan, yaitu kyuring, pembuatan adonan, pengisian selongsong, pengasapan, dan perebusan.

KYURING
Daging dipotong sebesar telapak tangan (10X10X2 cm)
Diolesi garam dan campuran gula (1%), garam kristal NaNO2 atau KNO2 (7,5 gram untuk 50 kg daging) dan sodium aritrobat sebanyak 22,5 gram untuk 50 kg daging.
Kyuring dikerjakan pada suhu 2 – 4 0C selama sehari semalam.
PEMBUATAN ADONAN
Pencincangan, pemberian bumbu-bumbu meliputi : garam, gula pasir, bawang putih, merica, sendawa, masako, Sodium Tripoliphosphat (STPP), binding, dan filling.

CASING
Selongsong pada umumnya terdiri dari usus sapi, kambing, domba, dan babi. Selongsong dapat pula berupa bahan lain yang khusus dibuat untuk itu, seperti sellulosa, kolagen atau plastik.

PEREBUSAN
Tujuan perebusan adalah memberikan rasa dan aroma tertentu pada sosis, memberikan warna yang lebih karena terbentuknya senyawa nitrosohemokhrom daya simpan. Sosis yang telah diasapkan, direbus dalam ketel dengan suhu 70 -75 0C, lama perebusan tegantung jenis sosis yang diproduksi.
Sagu merupakan bahan pangan dapat dimanfaatkan untuk campuran dalam pembuatan berbagai macam produk olahan pangan. Penambahan tepung ke dalam produk olahan daging berfungsi sebagai binding, shaping, dan extender serta berperan untuk mengurangi biaya produksi dalam pengolahan produk olahan daging. Bahan pengisi adalah bahan yang ditambahkan dalam proses pembuatan produk olahan daging yang harus mempunyai kemampuan mengikat sejumlah air.

ALAT
Squit
Panci
Kukusan
Kompor gas
Baskom
Timbangan duduk
Blender / gilingan daging
Pisau
Telenan
Benang
Termometer
Mika

BAHAN
Daging ayam 1 kg
Tepung sagu 150 gram
Susu skim 100 gram
Selongsong (casing) secukupnya
Bumbu :
Garam dapur 2,5 sdm
Gula pasir 60 gram
Lada/merica 15 gram
Bawang putih 20 gram
Sendawa 40 ml
Lemak ayam 200 gram
Minyak goreng 100 gram
Cuka 40 ml
Masako 2 bungkus
Jahe, pala 5 gram
STPP 0,25 sdm
Es batu 350 gram

PROSES PEMBUATAN SOSIS
1. Bersihkan daging ayam, pisahkan dari tulangnya lalu diiris halus.
2. Giling daging, garam, setengah bagian es, sendawa, dan STPP di dalam blender.
3. Masukkan lemak, tepung sagu, susu skim, bumbu, dan sisa es ke dalam blender, lalu giling kembali sambil ditambahkan minyak goreng.
4. Dinginkan adonan yang telah halus selama 10 menit, lalu masukkan ke dalam squit yang bagian ujungnya telah dipasang casing.
5. Masukkan adonan ke dalam casing, lalu ikat ujung casing menggunakan benang.
6. Rebus casing berisi adonan pada suhu 60 0C selama 45 menit.
7. Perebusan dilakukan dalam panci yang berisi air dan kontrol dengan termometer. Usahakan suhu tetap stabil selama 45 menit.
8. Sosis yang telah masak bisa dihidangkan untuk dikonsumsi.


PIE : Teori Perilaku Konsumen, Organisasi Bisnis, dan Teori Produksi

Teori Perilaku Konsumen-Pendekatan Kurva Kepuasan Sama

Indifferen Curve (IC) menggambarkan kombinasi barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya. Asumsi yang digunakan untuk melakukan analisis dengan menggunakan IC adalah:

1. Seluruh pendapatan dikonsumsikan hanya terhadap dua jenis barang;
2. Selera konsumen tidak berubah;
3. Terdapat kebebasan untuk memilih di antara kedua barang tersebut;


IC memiliki tiga sifat dasar, yaitu:

1. Mempunyai kemiringan yang negatif atau turun dari kiri atas ke kanan bawah;
2. IC cembung terhadap titik origin (0,0); dan
3. IC tidak saling berpotongan.

Seorang konsumen akan mencoba untuk mencapai IC tertinggi yang mencerminkan tingkat kepuasan tertinggi pula. Tetapi seorang individu mempunyai keterbatasan dalam sumber dana untuk mencapainya, sehingga kurva IC yang dapat dicapainya pun terbatas. Keterbatasan ini terjadi karena tiap barang dan jasa mempunyai harga dan untuk dapat membayarnya diperlukan pendapatan. Garis kendala anggaran (Budget Line/BL) mencerminkan kendala pendapatan dan harga yang dihadapi oleh seorang konsumen pada tingkat pendapatan dan harga tertentu dari masing-masing barang.

Kurva kepuasan sama (IC) dan garis kendala anggaran (BL) merupakan alat untuk dapat memperlihatkan pemaksimuman kepuasan yang dilakukan oleh konsumen. Jika BL menyinggung IC tertinggi, maka seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum.

Keseimbangan konsumen akan berubah jika variabel pendapatan atau harga berubah, dengan asumsi selera konsumen bersifat konstan. Jika terjadi perubahan pendapatan (naik atau turun) dengan asumsi harga barang tetap, maka IC akan bergeser. Tetapi jika harga salah satu barang berubah (naik atau turun) dengan asumsi tingkat pendapatan tetap, maka IC akan berputar. Kedua kejadian tersebut akan menyebabkan bergesernya keseimbangan konsumen dalam mencapai kepuasan maksimum.

Terjadinya perubahan harga salah satu barang sementara harga barang lainnya tetap, akan menyebabkan terjadinya perputaran garis kendala anggaran (BL), sehingga keseimbangan konsumen akan berubah. Terjadinya perubahan keseimbangan ini akan memberikan kombinasi dari kedua jenis barang yang berbeda. Perbedaan yang terjadi ini terdiri dari efek substitusi dan efek pendapatan akibat dari perubahan harga.


Organisasi Bisnis dan Teori Produksi

Organisasi bisnis diperlukan dalam peranannya menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan, sehingga kita bisa mendapatkannya dengan mudah, murah dan berkualitas. Hal ini terjadi karena organisasi bisnis melakukan produksi barang dengan lebih teratur dan dalam skala produksi yang besar, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien. Selain itu, kemampuan dalam mengembangkan teknologi proses dan penghimpunan dana menjadi lebih mudah dilakukan akibat dari spesialisasi yang terjadi.

Organisasi usaha yang memproduksi barang dan jasa dapat dikategorikan dalam tiga bentuk utama yaitu:
Perusahaan perseorangan
Firma
Perseroan Terbatas (PT)

Setiap produk dihasilkan melalui suatu proses produksi. Input produksi yang terdiri dari tenaga kerja (L), modal (K), sumber daya (R), teknologi (T), dan lainnya, akan diproses menjadi suatu output (Q) berupa barang atau jasa. Hubungan yang terjadi antara jumlah input produksi yang diperlukan dengan jumlah output yang dihasilkan disebut dengan fungsi produksi (production function). Fungsi produksi akan memberi gambaran kepada kita tentang jumlah maksimum output yang dapat dihasilkan, atas penggunaan sejumlah tertentu dari input-input produksi. Melalui fungsi produksi kita juga bisa melihat bagaimana komposisi dari berbagai kombinasi input, untuk menghasilkan jumlah tertentu dari output. Isocost dan Isoquant merupakan dua pendekatan yang memungkinkan untuk melakukan analisis optimasi faktor produksi, untuk menghasilkan output maksimum.

Dalam teori produksi ada tiga konsep penting, yaitu Produksi Total (Total Production/TP), yang menggambarkan jumlah keseluruhan produksi yang dihasilkan. Produksi Rata-rata (Average Product/AP) yaitu jumlah produksi dibagi dengan jumlah input produksi, dan Produksi Marginal (Marginal Product/MP) yang merupakan tambahan hasil produksi dari setiap penambahan satu unit input.

Biaya Produksi

Konsep biaya produksi menggambarkan bagaimana suatu perusahaan akan mencari tingkat output optimal dalam mencapai tingkat keuntungan maksimum. Menurut Sadono Sukirno, definisi dari biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.

Biaya produksi dapat dibedakan menjadi: pertama, biaya produksi jangka pendek yang diartikan bahwa sebagian faktor produksi yang digunakan adalah tetap atau tidak dapat ditambah jumlahnya. Kedua, biaya produksi panjang yang mempunyai pengertian bahwa semua biaya dapat berubah, sehingga tidak ada lagi biaya tetap.

Pada jangka pendek, total biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Sedangkan untuk jangka panjang semua biaya merupakan biaya variabel. Pada jangka panjang terjadi perubahan pada semua komponen biaya, sehingga total biaya hanya terdiri dari biaya variabel.


materi PIE selanjutnya dapat didownload disini

download - pengantar ilmu ekonomi

PIE : Defenisi Ilmu Ekonomi, Sistem Ekonomi, Pasar

Definisi dan Metode Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu

Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?

Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?

Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?

Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk mengyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi. Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.

Sedangkan ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.

Berkaitan dengan sistem ekonomi, ada tiga bentuk sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini, yaitu:

Sistem ekonomi pasar (Laissez-Faire Economy), merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti konsumsi dan produksi. Perekonomian akan menentukan titik keseimbangan dengan mengandalkan kemampuan pada sistem harga, yaitu tarik menarik antara permintaan dan penawaran. Keseimbangan harga serta jumlah barang dan jasa dalam perekonomian dibimbing oleh sesuatu yang tidak kelihatan (invisible hand).

Sistem ekonomi terpusat (sistem ekonomi sosialis) atau disebut Command Economy, yaitu sistem ekonomi dimana pemerintah membuat semua kebijakan menyangkut produksi, distribusi, dan konsumsi. Dengan kata lain, dalam sistem ekonomi sosial yang murni, pemerintah mengatur semua aspek kegiatan ekonomi.

Sistem ekonomi campuran yaitu gabungan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi campuran, kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan kegiatan ekonomi masih diakui, tetapi pemerintah ikut campur dalam perekonomian sebagai stabilisator ekonomi dengan memberlakukan berbagai kebijakan fiskal dan moneter.


Pasar dan Pemerintah dalam Ekonomi Modern

Perekonomian pasar merupakan sistem perekonomian yang mengandalkan harga sebagai variabel yang menentukan keseimbangan ekonomi. Berbagai keputusan ekonomi untuk menentukan barang dan jasa apa yang akan dibuat (What), bagaimana menghasilkannya (How) dan siapa saja yang akan mengkonsumsi barang dan jasa tersebut (for Whom), ditentukan oleh mekanisme pasar dengan bimbingan tangan gaib (invisible hand).

Secara umum pasar didefinisikan sebagai suatu mekanisme di mana penjual dan pembeli dapat menentukan harga secara bersama-sama untuk melakukan pertukaran. Pasar menentukan harga tiap barang dan jasa dalam perekonomian. Pasar dapat dikategorikan ke dalam dua besar, yaitu pasar barang dan jasa serta pasar faktor. Pasar faktor merupakan tempat interaksi antara penjual faktor produksi (sektor rumah tangga) yang memiliki tanah, modal, keterampilan dan lainnya, dengan yang meminta faktor produksi yaitu pihak perusahaan.

Pasar yang terjadi dalam perekonomian merupakan akumulasi dari berbagai pasar barang dan jasa serta pasar faktor produksi. Banyaknya jenis barang/jasa tersebut akan menimbulkan diversifikasi pekerjaan. Selanjutnya, diversifikasi pekerjaan akan menghasilkan spesialisasi, yang akan mendorong timbulnya teknologi atau cara menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang serendah-rendahnya.

Dalam kenyataannya, tidak semua barang dan jasa bisa dihasilkan melalui mekanisme pasar dengan ‘tangan gaibnya’. Namun terjadi persaingan yang tidak sempurna, yang akhirnya menimbulkan inefisiensi, sehingga harga yang terjadi menjadi demikian mahal atau bahkan sebaliknya dimana barang dan jasa menjadi tidak berharga. Kegagalan sistem ekonomi pasar akan menghasilkan pengaruh yang dapat merugikan perekonomian itu sendiri. Di samping akan menimbulkan pemusatan faktor produksi pada satu pihak tertentu dan mengakibatkan ketimpangan dalam pendapatan.

Inefisiensi pasar ini memerlukan intervensi dari pemerintah. Pemerintah dalam aktivitasnya dalam perekonomian pasar dibatasi hanya pada beberapa kegiatan yang memang tidak bisa dilakukan oleh individu, seperti misalnya bidang keamanan dan pertahanan. Tetapi jika harus campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan mengembalikan efisiensi, maka pemerintah melakukan regulasi atau membuat kebijakan-kebijakan yang berfungsi mengatur jalannya perekonomian agar tetap efisien. P.A. Samuelson mengatakan bahwa pemerintah mempunyai tiga fungsi perekonomian, yaitu:

1. Mengoreksi kegagalan pasar demi efisiensi.

2. Membuat program untuk melakukan pemerataan pendapatan dengan menggunakan instrumen pajak dan pengeluaran pemerintah.

3. Membuat kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tangguh.


Download - Pengantar Ilmu Ekonomi


Ransum

Ransum merupakan campuran bahan pakan yang mengandung nutrisi bagi ternak, diberikan kepada ternak untuk kebutuhan selama 24 jam. Pakan adalah campuran berbagai macam bahan organik dan bahan anorganik yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi (Suprijatna et al., 2005).

Sedangkan bahan pakan ternak adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak baik dalam bentuk dapat dimakan seluruhnya atau sebagian dan tidak mengganggu kesehatan ternak yang bersangkutan. Bahan ternak ini dapat berupa butiran (jagung, sorghum, beras, kedelai), hijauan (kangkung, daun lamtoro, turi, rumput-rumputan) dan sisa industri pengolahan (ampas kecap, ampas tahu, bungkil, dedak) (Wahju, 1997).

Untuk memperoleh pakan dengan harga yang rendah tetapi dengan kualitas yang tinggi serta sesuai dengan kebutuhan unggas maka diperlukan penyusunan ransum. Makanan untuk ternak unggas terdiri dari bahan organik dan anorganik yang diberikan sebagian atau seluruhnya dan dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak (Tillman et al., 1994).

Anatomi, Fisiologi Dan Reproduksi Sel

Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong", setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop.

Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje; menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma.

Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel,Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).

ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL

Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).

1. Selaput Plasma (Plasmalemma)
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).

Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:
Protein - Lipid - Protein ----> Trilaminer Layer

Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).

Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.
Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.

Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).
Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan

selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain

Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

Materi selanjutnya dapat langsung didownload, disini..

Download - Anatomi Fisologi Sel

Sifat - Sifat Susu

Sifat susu terutama sifat fisiknya dipengrauhi oleh komposisi susu yang terbanyak mengandung air. Selain itu juga mengandung lemak, protein, mineral, dan laktosa. Protein pada susu misalnya casein, whey protein. Sedangkan lemak biasanya dalam bentuk trigliserida yang terikat dalam susu rantai pendek.


1. Sifat Pembentukan Krem
Bila susu dibiarkan dalam gelas beberapa waktu, terlihat selapis krem di permukaan susu karena butir-butir lemak mengapung di atas. Susu permulaan masa laktasi mengandung butir-butir lemak yang besar sehingga lebih cepat mengapung dari pada susu akhir masa laktasi yang mengandung butir-butir lemak lebih kecil. Kecepatan mengapung krem diatas permukaan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu :
a. Jumlah lemak
b. Ukuran atau diameter butir-butir lemak
c. Suhu atau pemanasan
Susu segar yang didinginkan pada suhu 4 derajat celcius akan memberikan lapisan krem yang maksimal dan paling jelas. Homogenisasi akan merusak sifat-sifat pembentukan krem. Sedangkan susu yang dipasteurisasi pada temperature 71,7 derajat celcius akan memperlihatkan kehilangan sifst-sifat pembentukan krem sama sekali.


2. Warna Susu
Warna normal susu adalah putih kekuningan atau keemasan tergantung pada macam makanan, jenis, bangsa sapi, jumlah lemak dan bahan padat yang terkandung dalam susu. Dalam jumlah susu yang banyak maka susu akan terlihat keruh, sedangkan pada jumlah yang sedikit susu akan terlihat transparan atau tembus cahaya. Pada susu yang telah diambil lemaknya atau rendah lemaknya akan berwarna kebiru-biruan.
Warna putih susu karena dispersi cahaya atau refleksi cahaya oleh butir-butir lemak, calcium caseinat dan calcium phosphate koloidal. Warna kuning susu karena substansi karoten yang berasal dari tanaman hijau sebagai pakannya. Warna susu sapi Guersey dan Jersey lebih kuning jika dibandingkan dengan sapi Airsey maupun Holstein.


3. Rasa dan Bau
Rasa susu sedikit manis tidak begitu mencolok, rasa manis ini berasal dari laktosa, sedangkan rasa asin berasal dari garam-garam mineral flourida dan sitrat. Bau yang normal seperti bau sapi. Sedangkan bau yang menyimpang dari susu normal dapat berasal dari :
a. Penyebab fisiologis : bau dari badan sapi yang dipindahkan ke dalam susu.
b. Penyebab enzimatis : menghasilkan bau tengik karena enzim lipase pada lemak susu
c. Penyebab bakteri : terjadinya fermentasi lactosa menjadi asam laktat dan hasil-hasil metbaolisme yang erasal dan bersifat volatile.
d. Penyebab kimia : karena oksidasi lemak susu
e. Penyebab mekanis : karena absorbsi bau-bauan yang berasal dari lingkungan seperti sabun, cat, larutan clorida.


4. Reaksi Amfoter
Kertas lakmus merah jika dimasukkan kedalam susu segar akan berubah warna menjadi biru. Sedangkan lakmus biru akan berubah warna menjadi merah. Keadaan ini dinamakan keadaan amfoter. Hal ini disebabkan karena protein dari asam amino yang mempunyai gugus amin yang bersifat basa dan gugus karboksil yang bersifat asam sehingga bersifat asam dan basa sehingga pH nya normal.


5. BJ Susu
Bj susu normal antara1,027 – 1,034 pada suhu 20 derajat celcius. Variasi ini karena adanya perbedaan kadar lemak dan bahan kering tanpa lemak, solid padat yang terkandung di dalam susu. Lama-kelamaan Bj nya akan meningkat dari pemerahan dan akan mencapai angka maksimal sampai 12 jam setelah pemerahan. Kenaikan Bj ini terutama terjadi karena pembebasan gas CO2 dan N2 yang terdapat dalam susu segar sebanyak 4-5%.

6. pH Susu
Susu segar mempunyai sifat sedikit asam mendekati netral antara 6,5-6,7. Sedangkan kolostrum agak lebih asam dari susu normal setelah 5 hari sesudah beranak pH akan normal kembali. Ph kolostrum 6,1-6,4. Pada akhir masa laktasi pada umumnya akan meningkatkan pH, sedangkan pH diatas 6,8 menunjukkan pH yang abnormal.

7. Titik Beku Susu
Air membeku pada suhu 0 derajat celcius, 32 derajat Fahrenheit. Sedangkan susu membeku pada suhu -55 derajat celcius sampai 0,61 derajat celcius. Titik beku susu dipengaruhi oleh zat-zat terlarut di dalamnya termasuk laktosa dan flourida. Alat yang digunakan untuk mengukur titik beku adalah prescope dari Corfet dan temperature Beckman.


8. Titik Didih Susu
Susu dengan gas-gas terlarut di dalamnya akan mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari air murni. Bahan yang larut dalam air akan menurunkan titik didih air, sedangkan bahan yang tidak larut air akan meningkatkan titik didih air susu. Titik didih air murni 100 derajat celcius sedangkan titik didih susu 100,11 derajat celcius.


9. Viscositas atau Kekentalan
Susu lebih kental dari air karena mengandung protein dan lemak. Oleh karena itu susu lebih kental dari pada skim milk yang tidak mengandung lemak. Temperatur juga mempengaruhi kekentalan susu sehingga susu yang dingin lebih kental bila dibandingkan dengan susu yang baru diperah.

ABNORMALITAS PADA SUSU

Abnormalitas warna pada susu dijumpai pada susu yang mengalami mastitis dimana warnanya kemerahan karena bercampur dengan darah. Sedangkan pada susu yang mengnadung kadar lemak rendah warnanya menjadi kebiruan. Pada susu kolostrum berwarna kekuningan agak kemerahan karena komposisinya agak berbeda dengan susu normal. Pada kolostrum banyak mengandung protein dalam bentuk globuli, vitamin A riboflavin dan asam askorbat, lemak dan laktosanya rendah.
Bau susu normal khas seperti bau sapi dan juga dapat menyerap bau sekitarnya. Abnormalitas yang terjadi bisa karena faktor pakan dan fisiologis misaalnya mastitis akan menimbulkan bau amis. Pakan yang dimakan sapi, oleh bakteri tertentu akan dirubah agar dapat dicerna, hal ini yang dapat menimbulkan bau tengik. Susu juga menyerap bau dari lingkungan seperti bau cat, sabun, dan bau logam tertentu.

Rasa susu adalah agak manis, dikarenakan susu mengandung laktosa yang merupakan gabungan dari glukosa dan galaktosa, sedangkan kandungan garam-garam mineral akan menyebabkan rasa asin. Abnormalitas susu yang menyebabkan terjadinya rasa pahit adalah karena adanya kuman peptone, rasa lobak karena adanya kuman coli sedangkan rasa seperti sabun adalah disebabkan bakteri Laktis saponacei. Rasa tengik pada susu disebabkan oleh kuman-kuman mentega.



Seri Budidaya : Budidaya Ternak Ayam Petelur

Seri Budidaya Ternak Ayam Petelur, dapat didownload disini, seri budidaya ini diantaranya membahas sejarah singkat Ayam Petelur, sentra peternakan Ayam Petelur, jenis Ayam Petelur, manfaat, persyaratn lokasi Ayam Petelur, pedoman teknis budidaya (penyiapan saran dan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, hama dan penyakit yang mungkin akan terjadi oleh Ayam Petelur dll yang berkaitan dengan Ayam Petelur

Seri Budidaya : Budidaya Ternak Itik

Seri Budidaya Ternak Itik, dapat didownload disini, seri budidaya ini diantaranya membahas sejarah singkat itik, sentra peternakan itik, jenis itik, manfaat, persyaratn lokasi itik, pedoman teknis budidaya (penyiapan saran dan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, hama dan penyakit yang mungkin akan terjadi oleh itik dll yang berkaitan dengan itik

Seri Budidaya : Budidaya Ternak Sapi Potong

Seri Budidaya Ternak Sapi Potong, dapat didownload disini, seri budidaya ini diantaranya membahas sejarah singkat sapi potong, sentra peternakan sapi potong, jenis sapi potong, manfaat, persyaratn lokasi sapi potong, pedoman teknis budidaya (penyiapan saran dan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, hama dan penyakit yang mungkin akan terjadi oleh potong dll yang berkaitan dengan sapi potong

Seri Budidaya : Budidaya Ternak Sapi Perah

Seri Budidaya Ternak Sapi Perah, dapat didownload disini, seri budidaya ini diantaranya membahas sejarah singkat sapi perah, sentra peternakan sapi perah, jenis sapi perah, manfaat, persyaratn lokasi sapi perah, pedoman teknis budidaya (penyiapan saran dan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, hama dan penyakit yang mungkin akan terjadi oleh sapi perah dll yang berkaitan dengan sapi perah

HIJAUAN PAKAN TERNAK: Rumput Gajah

Pengantar

Pennisetum purpureum Schumach.
Nama daerah: Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol.

Asal-usul dan persebaran geografi: Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.

Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik.

Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.


Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah

Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun).

Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.

Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.

Rumput gajah 2 minggu setelah panen

Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan diperbanyak secara vegetatif. Bila ditanam pada kondisi yang baik, bibit vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter dalam waktu 2 bulan.

Rumput gajah ditanam pada lingkungan hawa panas yang lembab, tetapi tahan terhadap musim panas yang cukup tinggi dan dapat tumbuh dalam keadaan yang tidak seberapa dingin. Rumput ini juga dapat tumbuh dan beradaptasi pada berbagai macam tanah meskipun hasilnya akan berbeda. Akan tetapi rumput ini tidak tahan hidup di daerah hujan yang terus menerus. Secara alamiah rumput ini dapat dijumpai terutama di sepanjang pinggiran hutan.

Perkembang biakan vegetatif dilakukan baik dengan cara membagi rumpun akar dan bonggol maupun dengan stek batang (minimal 3 ruas, 2 ruas terbenam di tanah). Hal ini dapat dilakukan dengan tangan atau dengan peralatan seperti yang dilakukan pada penanaman tebu. Jarak antar barisan berkisar antara 50 – 200 cm. di daerah yang lebih kering jaraknya lebih lebar. Jarak dalam barisan bervariasi mulai dari 50 – 100 cm. penanaman yang dicampur dengan tanaman lain semisal ubi kayu dan pisang sering dilakukan di kebun rumah.

Untuk mendapatkan hasil dan ketahanan tinggi, rumput ini ditanam dengan pengairan yang teratur dan pemupukan yang cukup. Pemupukan yang banyak diterapkan biasanya bila rumput sering dipotong / dipanen.

Kandungan nutrien setiap ton bahan kering adalah N:10-30 kg; P:2-3 kg; K:30-50 kg; Ca:3-6 kg; Mg dan S:2-3 kg. dengan hasil bahan kering tiap tahun 20-40 ton/Ha, karenanya banyak zat diserap dari tanah. Jika tidak dipupuk hasilnya akan segera menurun drastis dan gulma akan menyerang. Walaupun rumput gajah jarang ditanam dengan polong-polongan (legume), namun tetap dapat dikombinasikan dengan baik.

Penyakit yang biasa menyerang yaitu kutu Helminthosporium sacchari. Tindakan yang paling baik untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan kultivar yang tahan penyakit tersebut. Namun demikian secara umum kami tidak menemukan serangan hama pada rumput gajah yang ditanam. Kebanyakan hanya merupakan serangan belalang dan ulat yang masih bisa di tolerir.

Rumput gajah dapat dipanen sepanjang tahun. Biasanya rumput ini diberikan dalam bentuk segar, tetapi dapat juga diawetkan sebagai silase. Hasil bahan kering setiap tahun diharapkan berkisar 2 – 10 ton/hektar untuk tanaman yang tidak dipupuk atau dengan pupuk yang sedikit, tetapi yang menggunakan banyak pupuk N dan P hasilnya berkisar antara 6 – 40 ton/hektar.

Prospek rumput gajah cukup baik bila dilakukan pemupukan yang baik pula. Dengan memanen pada pertumbuhan yang masih muda atau dengan menggunakan kultivar yang baik akan mencapai nilai pakan yang tinggi. Keuntungan dari jenis ini adalah kemampuannya berproduksi, dapat ditanam dalam jumlah besar atau kecil, dan dapat diusahakan secara mekanis atau juga untuk pertanian/peternakan skala kecil.
Hasil Pengamatan

Kami telah mencoba menanam rumput ini di berbagai tempat, baik di daerah pesisir pantai selatan pada ketinggian berkisar 0 – 200 m dpl, maupun di home base Manglayang Farm pada ketinggian 900 – 1100 m dpl. Dengan berbagai kondisi tanah / alam dan perlakuan yang berbeda. Hasil yang didapat pun berbeda beda tentunya .
Yang menarik, di Indonesia ternyata ada lebih dari 1 jenis rumput gajah, apa saja ? langsung aja materi selanjutnya dapat di download langsung disini

Download - Rumput Gajah

sumber : http://nusataniterpadu.wordpress.com/2009/02/17/hijauan-pakan-ternak-rumput-gajah/

HIJAUAN PAKAN TERNAK: Gamal (Gliricidia sepium)

Deskripsi Umum

Gamal adalah pribumi di kawasan Pantai Pasifik Amerika Tengah yang bermusim kering. Ditemukan mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 1200 meter. Akan tetapi, tumbuhan ini telah lama dibudidayakan dan bernaturalisasi di wilayah tropika Meksiko, Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan, sampai pada ketinggian 1.500 m. Jenis ini juga telah diangkut ke wilayah Karibia dan kemudian ke Afrika Barat. Ia di introduksikan ke Filipina oleh orang Spanyol pada awal tahun 1600-an, dan ke Sri Lanka dalam abad ke-18l dari sana tumbuhan ini mencapai negara Asia lain, termasuk Indonesia (kira-kira tahun 1900), Malaysia, Thailand dan India.
Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan (Harian Umum Suara Karya, 19 Mei 1992).

foto gamal


Pemanfaatan

Gamal telah dimanfaatkan secara luas untuk berbagai keperluan. Kayunya dapat digunakan sebagai kayu bakar, arang atau juga sebagai bahan bangunan dan alat pertanian. Tanaman ini juga digunakan dalam berbagai sistem pertanaman, sebagai pohon pelindung dalam penanaman teh, cokelat atau kopi. Sebagai penyangga hidup untuk tanaman vanili, lada hitam dan ubi jalar. Yang lebih umum digunakan sebagai pagar hidup, tanaman pupuk hijau pada pola tanam tumpang sari, sebagai penahan tanah pada pola tanam lorong dan terasering.

Selain itu, tanaman ini juga ternyata dapat digunakan untuk mereklamasi tanah atau lahan yang gundul atau tanah yang rapat ditumbuhi oleh alang alang (Imperata cylindrica). Bahkan konon, nama Gamal itu merupakan akronim dari Ganyang Mati Alang-alang.

Biji, pepagan, daun dan akarnya dapat digunakan sebagai rodentisida dan pestisida setelah terlebih dahulu dilakukan fermentasi.
Bunganya digunakan oleh lebah sebagai sumber nutrisi dan zat gula dalam pembuatan madu lebah. Bahkan di beberapa daerah, Gamal ditanam sebagai tumbuhan eksotik dan penghias taman karena memiliki bunga berwarna lembayung yang indah. Di beberapa tempat di Afrika, masyarakat disana memakan bunga gamal setelah terlebih dahulu di rebus.

Gamal dipercaya sebagai tanaman multiguna yang paling banyak di budidayakan kedua terbanyak setelah Lamtoro (Leucaena leucocephala), dalam beberapa kasus Gamal dapat menghasilkan biomasa sama atau bahkan lebih banyak daripada Lamtoro (Stewart et al. 1992). Salah satu sebab mengapa Gamal ini cepat populer adalah resistensinya terhadap hama kutu loncat (Heteropsylla cubana) yang telah meluluhlantakan Lamtoro di berbagai belahan dunia tropis. (FAO 1998)

ingin lebih jelas tentang gamal, bisa didownload langsung klik disini

Sosiologi, Interaksi, Nilai, Dan Norma

Pengertian Sosiologi dan pendapat Para Ahli Tentang Sosiologi)

Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin Socius yang artinya teman dan logos dari kata yunani yang bearti cerita,yang bukunya pertama kali beerjudul ”Cours De Philosophie Positif” karangan august Compte <1798-1857>. Dikembang pertama kali dieropa.


Auguste Comte
Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.

Tiga tahapan itu adalah :
1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.

2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.

3. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah

Beberapa pengertian sosiologi menurut para ahli sbb

- Roucek dan Warren
Sosilogi yaitu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
- Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubunagan dan pengaruh timbal balik aneka maccanm manusia.jadi manusia ada yang beranggapan bahwa sosiologi adalah interaksi sosial dan proses sosial.
- Soerjono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu bagaimana memusatkan perhatian pada segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha mendapatkan pola-pola hidup masyarakat tersebut.
- William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan prilaku sosial bawahannya dan menjadikan kehidupan masyarakat berkelompok atau berkondisi.
- J.A.A Von Dorn dan C.J.Lammers
Sosilogi adalah ilmu pengetahuan tentang sruktur sosial dan hasil dari kelompok itu.
- Paul B. Horton
Sosiologi adalah memusatkan penelaan pada kehidupan masyarakat.
- Max Weber
Sosilogi adalah ilmu berupaya memahami tiondakan-tindakan sosial
- Charles Horton cooley
Charles mengembankan konsep mengenai hubungan timbal balik atau interaksi dan tidak memisahkan individu denagan masyarakat.
- Selo Sumardjan dan Soeleman Soemardi
Sosilogi adalah ilmu kemasyarakatan yang mengajari sruktur sosial dari hidup masyarakat.
- Alian Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan moral dari manusia .terutama

materi selanjutnya dapat didownload disini

Sistem Ekresi

Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme tubuh, seperti CO2, H2O, NH3, zat warna empedu dan asam urat.
Beberapa istilah yang erat kaitannya dengan ekskresi :
- defekasi : yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makana yang disebut feses. Zat yang dikeluarkan belum pernah mengalami metabolisme di dalam jaringan. Zat yang dikeluarkan meliputi zat yang tidakl diserap usus sel epitel, usus yang rusak dan mikroba usus.

- ekskresi : yaitu pengeluaran zat sampah sisa metabolisme yang tidak berguna lagi bagi tubuh.

- sekresi : yaitu pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan. Getah yang dikeluarkan masih berguna bagi tubuh dan umumnya mengandun genzim.

- eliminasi : yaitu proses pengeluaran zat dari rongga tubuh, baik dari rongga yang kecil (saluran air mata) maupun dari rongga yang besar (usus).

Organ atau alat-alat ekskresi pada terdiri dari:
1. Paru-paru,
2. Hati,
3. Kulit, dan
4. Ginjal.

materi selengkapnya mengenai sistem ekresi dapat di download disini

Asam Amino

Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α).

Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

materi mengenai asam amino, baik struktur,fungsi dan lain-lain, bisa didownload disini

Sel dan Perannya Dalam Biokimia

KOMPONEN UTAMA SEL

  1. Membran Plasma (plasmalemma)
  2. Nukleous
  3. Sitoplasma

# MEMBRAN PLASMA
Sebagai pelindung sel, pengatur bentuk sel, pengatur transportasi zat (oksigen, Nutrien)

# NUKLEUS
Sebagai pusat seluruh kegiataan sel

# SITOPLASMA
Terdiri atas cairan sel (sitosol/hialoplasma) bersifat koloid organel sel (organel, bentuk dan fungsi terspesialisasi)


ORGANEL SEL DAN FUNGSI MASING MASING

1. dinding/membran sel berfungsi untuk memisahkan masing-masing sel, keluar masuknya zat dari sel, dan menerima informasi ari luar dalam sel.

2. Inti sel untuk menyimpan informasi genetik sebagai DNA dan kromosom.

3. Nukleous merupakan tempat sintesis DNA

4. Ribosom = tempat sintesis protein

5. Retikulum endoplasma (endoplasmic retikulum) = terbagi 2 smooth endoplasmic retikulum (SER) dan rough endoplasmic retikulum (RER). SER berfungsi untuk sintesis lipid dan RER untuk sintesis protein dan lipid

6. Apparatus golgi == tempat untuk mengepak isi sel seperti protein sebelum dikeluarkan dari sel.

7. Mithocondria == tempat untuk memproduksi energi dalam bentuk ATP (adenosin tri phosphate) dan tempat berlangsungnya siklus kreb

8. Kloroplas == tempat berlangsung fotosintesis

9. Lysosom === tempat untuk pemecahan molekul komplek (protein, lemak dan karbohidrat) menjadi molekul sederhana

10. Periksisome == tempat memproduksi enzim catalase yang berguna untuk mengubah H2O2 (perioksida) yang berbahaya menjadi H2O

11. Cylosol == tempat untuk berlangsungnya reaksi metabolis seperti glikolis, lintasan pentosa fosfat, sintesis asam lemak dll.

12. Vakuola == tempat penyimpanan zat-zat makanan dan sisa-sisa metabolisme pada sel tanaman

untuk melihat materi ini selengkapnya dapat didownload disini

SELEKSI TERNAK

Pengertian Seleksi

Dalam konteks pemuliabiakan ternak seleksi adalah suatu proses memilih ternak yang disukai yang akan dijadikan sebagai tetua untuk generasi berikutnya. Tujuan umum dari seleksi adalah untuk meningkatkan produktivitas ternak melalui perbaikan mutu bibit. Dengan seleksi ternak yang mempunyai sifat yang diinginkan akan dipelihara, sedangkan ternak ternak yang mempunyai sifat yang tidak diinginkan akan diafkir.

Ada beberapa dua hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan seleksi:
1. Tujuan seleksi harus jelas, misalnya kalau pada sapi apakah
tujuannya untuk meningkatkan produksi susu atau produksi daging,
atau keduanya.
2. Seleksi perlu waktu

Kemajuan seleksi dipengeruhi oleh beberapa faktor, misalnya:
1. Seleksi diferensial
2. Heritabilitas
3. Interval generasi

materi selanjutnya, dapat di download disini

Perubahan Frekuensi Gen

Disebabkan oleh 4 faktor :
- Mutasi
- Seleksi
- Migrasi
- Genetic drift (fluaktasi acak

1. Mutasi

Mutasi adalah perubahan susunan gen atau bagian kromosom, menjadi bentuk baru.

Mutasi yang mengubah frekuensi gen ada dua macam :
1) Mutasi tak berulang
2) Mutasi berulang

Mutasi tak berulang jarang terjadi dan tidak menghasilkan perubahan berarti pada frekuensi gen. mutasi berulang lebih sering terjadi dan berulang secara teratur dalam jangka panjang. Mutasi berulang dapat menghubah frekuensi gen.


2. Seleksi

Seleksi adalah suatu tindakan untuk memilih ternak yang dianggap mempunyai mutu genetic baik untuk dikembangkan lebih lanjut serta menyingkirkan ternak yang kurang baik.

Tujuan seleksi =====> mengubah frekuensi gen


3. Migrasi

Bila sejumlah individu yang berasal dari suatu populasi dipindahkan (migrasi) dan bercampur dengan individu populasi lain (terjadi perkawinan) maka dapat terjadi perubahan frekuensi gen.

Misalnya, dengan memasukkan gen-gen dari jenis sapi baru ke suatu Negara dengan inseminasi buatan (IB) dapat mengakibatkan perubahan frekuensi gen dari populasi sapi nasional secara drastic.

Jadi migrasi merupakan cara yang paling efektif penyebab perubahan genetic

Migrasi bermanfaat bila memenuhi persyaratan bermanfaat bila memenuhi persyaratan berikut :
1). Tersedia populasi lain dengan gen-gen yang diinginkan
2). Telah diketahui dengan pasti bahwa perubahan yang terjadi dapat bermanfaat


4. Genetic drift (fluktuasi acak)

Faktor generic drift biasanya terjadi secara kebetulan dan dapat mengubah frekuensi gen. dalam populasi kecil, fluktuasi acak yang mempunyai efek yang penting.

Dalam kenyataan populasi ternak di pedesaan dapat berfluktuasi secara acak tak teratur karena pengaruh musim atau serangan wabah penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada sebagian besar populasi sehingga pada suatu saat populasi turun secara drastic. Ternak yang tersisa yang dapat bertahan akan mempengaruhi pengaruh yang menentukan terhadap frekuensi gen pada generasi beriukutnya

untuk melihat materi tentang frekuensi gen selanjutnya dapat mendowloadnya disini.

terima kasih...

Frekuensi Gen

Didalam pemuliaan ternak, selain memperhatikan individu kita biasanya lebih tertarik pada perubahan-perubahan yang terjadi pada sifat-sifat populasi.sifat atau fenotipe seekor hewan dipengaruhi oleh genotipe atau gen-gen yang dimiliki hewan tersebut.

Frekuensi gen adalah perbandingan jumlah gen tertentu dengan jumlah seluruh gen yang terdapat pada lokus yang sama.

Frekuensi gen adalah persentase sebuah alat tertentu dari 2n gen

Hukum Hardy-Weinberg

Noor menyatakan ada 2 hal yang diperhatikan dari Hukum Hardy-Weinberg :
1. Jumlah frekuensi gen dominan dan resesif : (p+q) adalah 1
2. Jumlah proporsi dari ketiga macam genotipe: (p2+2pq+q2) adalah 1

untuk melihat materi tentang frekuensi gen selanjutnya dapat mendowloadnya disini.

terima kasih



Mutu dan Evaluasi Bahan Pakan

Penentuan Kualitas Bahan Pakan

- Pengujian secara fisik
* Makroskopis
* Mikroskopis

- Pengujian secara kimia
* uji proximat
* uji van soest

- Pengujian secara biologis
In vitro, in vivo, in sacco


Makroskopis

Pengujian menggunkan panca indera, volume dan bobot.

Contoh :
Butiran
- warna biji yang dominan
- jumlah kotoran (%)
- Biji yang rusak
- Berat 1000 biji

Hijauan
- warna daun
- panjang daun
- lebar daun
- perbandingan daun dan batang

Tepung
- warna
- bau
- ada tidaknya jamur


Mikroskopis

Dilakukan dengan menggunakan mikroskop, bahan yang diuji digiling halus dengan ukuran (mesh) tertentu, diamati strukturnya dibawah struktur dibawah mikroskop. Setiap bahan punya ciri-ciri struktur masing-masing.

Mikroskopis bertujuan untuk memeriksa ada tidaknya pemalsuan dalam bahan pakan komersial. Misalnya : dedak sering dipalsukan dengan sekam.

Cara pengujian pemalsuan :
- berdasarkan besar kecilnya ukuran partikel
- berdasarkan berat ringannya partikel

Pengunjian secara kimia

Analisis Proksimat
- disebut juga dengan analisis weende
- yang menemukan hennerberg dan Stohmann (1856-1863)
- artinya analisis yang mendekati dengan hasil yang sesungguhnya.

Analisis Proksimat


Kadar Air

Ditentukan sebagai % kehilangan bobot sampel bahan pakan makanan setelah dikeringkan dalam oven sampai bobotnya tidak susut lagi, pada tekanan 1 atm dan suhu 105o C (kira2 8 jam), Sampel yang digunakan untuk pengukuran kadar air jumlahnya 2 – 5 gram.


Perhitungan
- berat sampel awal (a)
- berat setelah oven 105 (b)
- berat cawan yang digunakan (c)
- kadar air = (a+c) – b x 100%
a

Menentukan kadar air hujan
- pengerjaannya dua tahap
- tahap 1 pengeringan pada tahap oven 60 C
- tahap 2 pengeringan pada tahap oven 105 C

contoh :
- Berat rumput dilapangan = 1000 gram
- Setelah dikeringkan oven 60 C = 890 gram
- Kadar air oven 105 C 12,48% (sampel 5 gram)
- Kadar air sesungguhnya ?

Air yang terkandung dalam 5 gram sampel = 0,1248 x 5 gr
Air dalam rumput =

= (1000 – 890) + (890/5 x 0,624)
= 110 + 111,07
= 221,07

Kadar air = 221,07/1000 x 100%
= 22,11 %


Bahan Kering

- dihitung sebagai selisih antara 100% dengan % kadar air
- sebagian bahan kering mengandung bahan organik (mineral)
- kadar air mineral ditentukan dengan membakar sampel bahan pakan pada tanur suhu 500-600 C selama 6 jam
- semua bahan organik akan menguap, yang tinggal adalah abu
- selisih bahan kering dengan abu = BO

Perhitungan
- Berat sampel = x
- Berat cawan = y
- Berat sampel setelah ditanur = z
- Abu = z – y /x x 100%




Klasifikasi Bahan Pakan

Bahan pakan adalah sesuatu yang bisa dimakan, dicerna seluruh/sebagian tubuh dan tidak menggangu kesehatan ternak yang memakannya.

Zat makanan

Komponen dari bahan makanan yang dapat dicerna/diserab dan digunakan dalam tubuh ternak yang terdiri dari:
- air
- karbohidrat
- protein
- lemak
- vitamin
- mineral

Pakan diklasifikasin berdasarkan :
- asalnya
- bentuk fisiknya
- kandungan ZM dominan dan fungsinya (SI)


Klasifikasi Berdasarkan Asalnya:
1. Pakan nabati : pakan yang berasal dari tumbuhan/tanaman
- kandungan karbohidrat tinggi
- kualitas proteinnya lebih rendah dari pakan hewani
- Fospor berada dalam ikatan asam fitat
- contoh : jagung bungkil kedele, dedak, rumput, bungkil, kelapa dll.

2. Pakan hewani : pakan yang berasal dari hewan
- kandungan dan kualitas proteinnya tinggi
- kandungan lemak cukup tinggi
- kandungan mineral cukup tinggi
- contoh : tepung ikan, tepung bekicot, cacing tanah, tepung buku, tepung darah dll.


Klasifikasi Berdasarkan Bentuk
1. Bahan makanan bentuk asli
- diberikan pada ternak seperti bentuk asalnya dalam keadaan segar dan biasanya dicincang/potong-potong lebih dahulu.
- contoh: umbian, hijauan, empelur sagu, dll.

2. Bahan makanan bentuk tepung dan remah (mash)
- hasil penggilingan atau olahan
- contoh : jagung halus, tp. Ikan, dedak halus, dll.

3. Bahan makanan bentuk crumble dan pellet
- modifikasi dari bentuk tepung berbentuk slinder (pellet) dan bentuk cairan (crumble)
- dilakukan pemadatan dan pencetakan pakan tepung menjadi butiran2...

4. Bahan makanan bentuk butiran
- bentuk asli atau pecahan kasar dari buah sercelia dan leguminansia
- contoh : jagung pecah, padi, juwawut, kacang hijau, dll.


Berdasarkan kandungan ZM dominan Standar Internasional:

1. Bahan Pakan Sumber Energi
Bahan makanan yang menangdung BETN yang tinggi

2. Bahan Pakan Sumber Protein
Bahan makanan asal tumb/hewan mengandung PK≥20 % BK

3. Bahan Pakan Sumber Vitamin

4. Bahan Pakan Sumber Mineral

5. Hijauan Segar (pasture)
Bahan makanan asal tumbhan dgn kadar air 50-0% dan 5K>18%

6. Hijuan kering (forage/ Roughage kering/ hay)
Bahan makanan yg dikeringkan dan 5K>18%

7. Kelas Silase
Bahan makan asli tnman yg merupakan produk fermentasi dlm keadaan an aerob pada tempat silo

8. Bahan makan additive
Bahan makanan yang ditambah dalam jumlah sedikit, dengan tujuan untuk memacu pertumbuhan, pengobatan dll.


Bahan Pakan Sumber Energi :
Pakan yang mengandung karbohidran (BETN)
- jenis butiran
- jenis umbian
- hasil ikutan dan limbah industri

Pakan sumber Protein : PK > 20%
- nabati
- hewani

Pakan Sumber Vitamin,
- mengandung satu atau lebih jenis-jenis vitamin dalam jumlah yang cukup besar
- Bisa nabati, hewani, maupun sintesis
- Pkn hewani : kaya akan vitamin A,D,E, niasin, asam pantotenat, dan asam folat.
- Pkn nabati : kaya akan vitamin K, C, B1, B2, B6, biotin, asam folat, dan prekuesor, vitamin A.
- Feed suplement: baik sintesis maupun isolasi dari sumbernya.

Pakan Sumber Mineral
- mengandung satu atau lebih jenis2 mineral dalam jumlah ckp besar
- umumnya dari hewani, batuan alam, dan mineral alami
- dari hewani: tepung kerang, tepung tulang, tepung ikan, tepung pensi, cangkang bekicot, dll.
- Mineral alami: batu kapur (limestone), CaCO3, kalsium fosfat, fospal koloidad, NaCl


A. Hay
- dibuat karena hijauan sedang surplus
- dibuat untuk dimanfaat di musim kemarau (atau dingin)
- tanaman dipotong sebelum masa berbunga, utk kmudian dikeringkan
- dengan demikian kualitas gizi hay baik
- dilakukan dengan cara pengiringan yang cepat
- menggunakan cahaya matahari yang minimal
- dikeringkan diatas para – para yg diberi atap. Hijauan yg dikeringkan harus sering dibolak balik
- dalam proses pemubuatan hay, hijauan harus dihindari dari terkena air hujan.

B. Jerami
- hasil ikutan tanaman setelah dipanen (produk utama: jagung, padi, sorghum, gandum, dll)
- kualitasnya rendah karena tanaman tersebut telah tua (buahnya telah masak)
- Sehingga serat kasarnya tinggi, mengandung lignin yang tinggi, proteinnya rendah.

Silase Adalah hijauan segar yang diawetkan dg cara penyimpanan pada keadaan anaerob di dalam silo. (Silo = tempat pembuat dan penyimpan silase)

Enilase = proses pembuatan silase; terjadi karena aktivitas bakteri penghasil asam laktis (lasktisi acid, streptococcus lactis) pada pH 4 dan kondisi anaerob.

Proses enilase, terjadi karena enzim yang dihasilkan bakteri akan mendegradasi karbohidrat dan protein bahan (rumput/hijauan ) Sewaktu proses enilase berlangsung, udara dalam silo makin berkurang (oksigen semakin habis) sehingga terciptanya suasana anaerob. Keadaan anaerob memungkinkan silase menjadi awet untuk disimpan beberapa bulan karena dalam kondisi ini jamur tidak pernah tumbuh.


Feed Additive
- senyawa yang dibutuhkan tidak sebagai zat makanan, melainkan untuk tujuan lain yg ditambahakan ke dlm ransum.
- contoh: Antibiotik
- urea tidak dianggap sebagai feed additive karena menyediakan sumber protein ransum (dlm bentuk nitrogen)
- Additives digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperbaiki kesehatan
- feed additives digunakan dalam jumlah kecil
- dapat menyebabkan toksiitas dan akumulatif residu pada produk akhir
- industri pakan menggembangkan premix untuk penggunaan yang aman dan efektif


Pengaruh feed additive

- Primary Effects
Meningingkatkan efesiensi ransum dan/atau pertambahan berat badan

- Secondary Effects
Menurunkan asiodosis, coccidiosis, kembung, abses hati, suppres estrus dan control foot rot.



Back To Top