Informasi Dunia Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Konservasi

Anti Kualitas

Di dalam bahan pakan terdapat suatu zat yang dapat menggangu kesehatan ternak bahkan dapat mematikan. Zat tersebut disebut anti kualitas atau disebut juga anti nutrien.
Anti kualitas atau anti nutrient pakan dapat dibagi menjadi:
1. Zat glukosida,
2. Zat alkaloid,
3. Asam-asam,
4. Asam amino,
5. Protein,
oleh karena itu cara pengurangan atau bahkan bila mungkin peniadaannya berbeda.

1. Zat glukosida
Peracun berupa glikosida yang mengandung HCN (asam prusi). Glukosida yang mengandung glukosida disebut glucosida cyanogenetik.
Contoh:
a. Phaseolunatin, terdapat pada Phaseolus lunatus (koro).
b. Monocrotalin, terdapat pada crotalaria (orok-orok).
c. Dhurrin, terdapat pada sorghum, cynodon.
d. Linamarin, terdapat pada ketela pohon.
Bila glukosida yang mengandung HCN dimakan  dalam usus dihirolisis  ion CN lepas masuk peredaran darah  masuk jaringan di paru-paru  dieliminir.
-- pada syaraf  sel-sel terganggu  menghambat pernafasan  sel syaraf kekurangan O2 (anoksia).
Hal ini terjadi karena kerja cytochromosidase untuk pernafasan terganggu. Apabila konsentrasi HCN dalam darah rendah  ion CN dapat didetoksikasi menjadi cyanat.
Ion CN + thiosulfat  thiocyanat (tidak beracun)  keluar lewat urine.
Apabila konsentrasi HCN dalam darah tinggi  ion CN tak mampu dinetralisir tubuh  keracunan, sehingga perlu tindakan medis.

2. Zat alkaloida
Peracun alkaloida ini berupa:
a. Hypericin, terdapat pada Brachiaria brizantha, Medicago sativa (alfalfa).
b. Hepatoxin, terdapat pada Panicum.
c. Solanine, terdapat pada kentang.

Alkaloid  masuk ke tubuh ternak 
dideposisikan di kulit  >>>  kulit meradang (nekrosa). Apabila kena mata (kelopak) dapat menyebakan buta Solanine terutama terdapat pada tunas, dapat menurunkan nafsu makan, mengakibatkan haus, konstipasi atau diarrhea. Solanine akan rusak bila direbus.

3. Asam-asam
Anti kualitas berupa asam antara lain:
3.1. Asam phytat
Asam phytat mi terdapat pada kedele mentah. Cara menghilangkan asam phytat dengan jalan dipanaskan 125 o C selama 1 jam.
Asam phytat dengan mineral akan membentuk garam phytat yang sukar dicerna oleh enzim pencernaan.
Pada ternak non ruminansia sering mengalami kekurangan mineral: P, Zn, Mn, dan Cu, karena mineral tersebut terikat sebagai garam phytat.
Pada ternak ruminansia tidak masalah, karena ada mikroorganisme rumen yang menghasilkan enzim phytase, yang mampu menghidrolisis asam phytat. Kandungan asam phytat dapat dikurangi dengan jalan difermentasi.

3.2. Asam Oxalat
Asam oxalat merupakan iritan penyebab distress, terdapat pada:
a. Setaria muda
b. Rumput raja muda
c. Jerami padi
Asam oxalat dengan mineral akan membentuk garam yang sukar larut yaitu Calsiumoxalat, sehingga dapat menyebabkan ternak kekurangan Ca, sedangkan bentuk garam yang lain (Naoxalat dan Koxalat) mudah larut.
Kandungan asam oxsalat dapat dikurangi dengan jalan dibuat silage.

4. Asam amino
Asam amino non esesial berupa mimosin = Leucaenine = Leucaenol terdapat pada lamtoro.
Rumus bangun leucaenine mirip dengan AA-tyrosin
mimosin
tyrosin

Tyrosin membentuk hormon thyroxin yang mempengaruhi metabolisme sel, mitosis sel, terutama sel rambut.
Apabila konsentrasi mimosin dalam tubuh tinggi  akan mendesak/menggeser kedudukan molekul tyrosin  pembelahan sel terhambat (kematian sel) terjadi kerontokan bulu/rambut (alopaecia).

Penyembuhan
Untuk penyembuhan alopaecia tambahkan:
a. Tyrosin atau
b. Phenylalanine atau
c. Ferro suhfat.
Pada ruminansia dewasa, berkat bantuan mikroorganisme rumen dapat menetralkan efek mimosine menjadi tak beracun.
Cara mengurangi kandungan mimosine dengan jalan dilayukan atau dijemur pada sinar matahari.

5. Protein
Biasanya terdapat dalam bahan pakan dalam bentuk enzim
Contoh : urease dalam kedele mentah
thiaminase pada ikan mentah
Adanya enzim urease akan mempercepat penguraian urea, oleh karenanya pemberian urea sebagai sumber N sebaiknya jangan bersamaan dengan kedele mentah.
Adanya thiaminase akan merusak atau menghirolisis thiamine, sehingga pengkonsumsi ikan mentah yang berkepanjangan dapat defisiensi thiamine. Cara mengurangi atau meniadakan anti kualitas berupa protein ini dengan jalan dipanaskan (direbus), karena dengan jalan dipanaskan protein akan mengalami koagolasi.



Kata Kunci Peternakan

klasifikasi bahan pakan , pembuatan sosis , ransum , reproduksi ternak , beternak sapi itik ayam bebek babi , ebook peternakan , budidaya ternak pengolahan kulit sel karbohidrat protein asam amino serat kasar abu rumput gajah legum leguminosa pakan ternak konsentrat uji van hoest bioteknologi sapi potong sapi perah manajemen ternak perah zat anti nutrisi pada pakan ternak konsentrat budidaya ternak perah unggas ayam potong broiler siklus estrus domestikasi tepung tulang tepung darah tepung panci gamal kaliandra turi leguminosa air bahan pakan dan formulasi ransunm hukum hardy weindberg heritabilitas palatabilitas


Back To Top