Informasi Dunia Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Konservasi

Degradasi in vitro Bahan Kering

https://www.eez.csic.es
Metode in vitro adalah suatu metode pendugaan kecernaan secara tidak langsung yang dilakukan di laboratorium dengan meniru proses yang terjadi di dalam saluran pencernaan ruminansia. Keuntungan metode in vitro adalah waktu lebih singkat dan biaya lebih murah apabila dibandingkan metode in vivo, pengaruh terhadap ternak sedikit serta dapat dikerjakan dengan menggunakan banyak sampel pakan sekaligus. Metode in vitro bersama dengan analisis kimia saling menunjang dalam membuat evaluasi pakan hijauan (Pell et al, 1993).

Kelebihan teknik in vitro di antaranya adalah degradasi dan fermentasi pakan terjadi di dalam rumen dapat diukur seara cepat dalam waktu relatif singkat, biaya ringan, jumlah sampel yang dievaluasi lebih banyak dan kondisi terkontrol. Salah satu kelemahan dari teknik in vitro diantaranya populasi bakteri dalam tabung fermentor selama masa pengukuran atau masa inkubasi sulit terjaga (Johnson, 1996).

Kecernaan in vitro dipengaruhi beberapa hal yaitu pencampuran pakan, cairan rumen dan inokulan, pH kondisi fermentasi, pengaturan suhu fermentasi, lamanya waktu inkubasi, ukuran partikel sampel dan buffer (Selly,1994).

Tingkat degradasi pakan dapat digunakan sebagai indikator kualitas pakan. Semakin tinggi degradasi bahan kering dan bahan organik pakan maka semakin tinggi nutrien yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak (Syahrir, 2012).

Degradasi bahan organik dipengaruhi adanya lignin dan silika yang terdapat pada dinding sel secara bersama-sama membentuk senyawa kompleks dengan sellulosa dan hemisellulosa. Senyawa kompleks ini sulit ditembus oleh enzim mikroba sehingga akan menghambat kecernaan dinding sel dan selanjutnya menurunkan kecernaan isi sel termasuk bahan organik didalamnya. Lignin merupakan komponen yang tidak dicerna, sehingga mempengaruhi kecernaan serat kasar (Van Soest, 1976)






DAFTAR PUSTAKA


Johnson, ER. 1996. Anatomical Factors Influencing Butt Shape Of Steers Prepared For The Australian Domestic. Proc. Aust. Soc. Anim. Prod. Vol 21, Melbourne.

Pell, A.D,. J.R. Cherney and J.S. Jones. 1993. Technical note: Forage In Vitro Dry Matter Digestibility as influenced by Fibre Source in The Donor Cow Diet. J. Animal Sci 71

Selly. 1994. Peningkatan Kualitas Pakan Serat Berkualitas Rendah dengan Amoniasi dan Inokulasi Digesta Rumen. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Syahrir, S., R, Islamiyati. 2010. Model Pemanfaatn Pemanfaatn Tanaman Murbei Sebagai Sumber Pakan Berkualitas Guna Meningkatkan Pendapatan Petani Serta Mendukung Produksi Ternak Berkelanjutan. Laporan akhir hibah kompetatif penelitian startegis nasional, lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat universitas hasanuddin, Makassar.


Van Soest P. J. 1976. New Chemical Methods for Analysis of Forages for The Purpose of Predicting Nutritive Value. Pref IX International Grassland Cong.
Labels: Bahan Kering, In Vitro

Thanks for reading Degradasi in vitro Bahan Kering. Please share...!

0 Comment for "Degradasi in vitro Bahan Kering"

Back To Top