Limbah Pertanian : Klobot dan Daun Jagung

Posted by

Klobot Jagung
Salah satu limbah tanaman jagung yang digunakan sebagai pakan ternak terutama ruminansia yaitu klobot jagung. Menurut Wilson et al. (2004) secara kualitatif, klobot jagung mempunyai nilai palatabilitas yang tinggi. Selain berfungsi sebagai pakan ternak, klobot jagung juga berfungsi sebagai pelindung biji jagung dan tongkol untuk mempertahankan kesegaran biji dan tongkol sehingga tidak akan terlampau keras untuk dikunyah oleh ternak. Klobot dan tongkol bersifat sebagai hijauan. Komposisi nutrien klobot jagung dapat dilihat pada Tabel..

Tabel 1. Komposisi Nutrien Klobot Jagung Berdasarkan Bahan Kering
Nutrien
Kadar (%)
Abu
3,23
Protein Kasar
7,84
Lemak Kasar
0,65
Serat Kasar
32,25
BETN
56,03
TDN
54,29
Ca
0,21
P
0,44










Sumber : Furqaanida (2004)
Daun Jagung
Daun jagung mempunyai proporsi sebanyak 20% dari total limbah tanaman jagung. Daun jagung berbentuk memanjang dan muncul pada setiap buku batang. Jumlah daun terdiri dari 8-18 helaian, tergantung varietasnya. Panjang daun bervariasi yaitu antara 30-50 cm dengan lebar mencapai 15 cm (Sudjana et al., 1991). Daun terdiri dari tiga bagian yaitu kelopak daun, lidah daun dan helaian daun. Kelopak daun umumnya membungkus batang. Antara helaian dan kelopak terdapat lidah daun (ligula) yang berfungsi mencegah air masuk ke dalam kelopak daun dan batang. Tepi helaian daun halus dan kadang-kadang berombak. Bagian bawah daun tidak berbulu (glabrous) dan umumnya mengandung stomata yang lebih banyak dibanding di permukaan bagian atas (Muhadjir, 1988). Daun jagung mempunyai palatabilitas yang tinggi. Nilai palatabilitas tersebut diukur secara kualitatif dalam penelitian Wilson et al. (2004).


Daftar Pustaka
Furqaanida, N. 2004. Pemanfaatan klobot jagung sebagai substitusi sumber serat ditinjau dari kualitas fisik dan palatabilitas wafer ransum komplit untuk domba. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Muhadjir, F. 1988. Karakteristik tanaman jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman. Bogor :33-48.
Sudjana, A., A. Rifin, & M. Sudjadi. 1991. Jagung. Buletin Teknik No.3 Balitbang Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Pangan. 41 hal.

Wilson, C. B., G. E. Erickson, T. J. Klopfenstein, R. J. Rasby, D. C. Adams, & I. G. Rush. 2004. A review of corn stalk grazing on anial performance and crop yield. Nebraska Beef Cattle Reports. 13-15. http://digitalcommons.unl.edu/animalscinber/215. [29 Desember 2009].
loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 20:19

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...