Informasi Dunia Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Konservasi

Performa Mingguan Ayam Broiler CP 707

Ayam broiler adalah istilah yang biasa digunakan untuk menyebutkan ayam hasil budidaya teknologi peternakan dengan menyilangkan sesama jenisnya. Karekteristik ekonomi dari ayam broiler adalah pertumbuhan cepat serta penghasil daging dengan konversi pakan efisien. Bobot badan ayam broiler ini tergolong tinggi.

Ayam broiler merupakan tipe ayam pedaging dan umumnya digunakan untuk konsumsi sehari-hari sebagai pemenuhi kebutuhan protein hewani. Berdasarkan aspek pemuliaannya terdapat tiga jenis ayam penghasil daging, yaitu ayam Kampung, ayam petelur afkir dan ayam broiler. Ayam broiler umumnya dipanen pada umur sekitar 4-5 minggu dengan bobot badan antara 1,2-1,9 kg/ekor yang bertujuan sebagai sumber pedaging (Kartasudjana, 2005) dan ayam tersebut masih muda dan dagingnya lunak (North dan Bell, 1990). Ayam broiler mempunyai beberapa keunggulan seperti daging relatif lebih besar, harga terjangkau, dapat dikonsumsi segala lapisan masyarakat, dan cukup tersedia di pasaran (Sasongko, 2006).Standar Performa Mingguan Ayam Broiler CP 707 disajikan pada Tabel.

Minggu
Bobot Badan
(g/e)
Pertambahan Bobot Badan (g/e)
Konsumsi Pakan
Per hari (g/e)
Konsumsi
Kumulatif
 (g/e)
FCR
1
175,00
19,10
-
150,00
0,857
2
486,00
44,40
69,90
512,00
1,052
3
932,00
63,70
11,08
1167,00
1,252
4
1467,00
76,40
15,08
2105,00
1,435
5
2049,00
83,10
17,90
3283,00
1,602
6
2643,00
83,60
19,47
4604,00
1,748
Sumber : PT. Charoen Pokphand (2006)




Daftar Pustaka

Kartasudjana, R. 2005. Manajemen Ternak Unggas. Fakultas Peternakan. Universitas Padjajaran Press, Bandung.
North, M. O, & D.D. Bell. 1990. Commercial Chicken Production Manual. 4th Ed. the Avi Publishing Company Inc. Wesport, Connecticut.
PT. Charoen Pokphand Indonesia. 2006. Manajemen broiler modern. Kiat-kiat memperbaiki FCR. Technical Service dan Development Departement, Jakarta

Sasongko, W.R. 2006. Mutu karkas ayam potong. Triyanti. Prosiding Seminar Nasoinal Peternakan dan veteriner, Bogor.

Jenis Strain Ayam Pedaging atau Broiler

Ayam pedaging adalah ayam yang sangat efektif untuk menghasilkan daging. Karakteristik ayam pedaging bersifat tenang, bentuk tubuh besar, pertumbuhan tubuh cepat, bulu merapat ke tubuh, kulit putih, dan produksi telur rendah. Beberapa bangsa ayam ras pedaging yang termasuk kedalam kelas yaitu ayam Sussex, Cornish, Orpington, Australop dan Dorking. Bangsa ayam Cornish, terutama White Cornish biasanya digunakan sebagai pejantan untuk pembentukan ayam ras pedaging. Sementara contoh strain dari ayam pedaging adalah Arbor Arces, Hubbard, Cobb, Lohman dan Hybro (Susilorini et al. 2008).

Strain Cobb salah satu strain broiler paling populer di budidayakan di indonesia
Di Indoneasia, terdapat lima galur broiler modern, yaitu Cobb, Lohman, Ross, Hubbard dan Hybro. Strain ayam pedaging modern terutama berasal dari jenis White Plymouth Rock dan White Cornish. Semua strain tersebut terus mengalami perbaikan mutu genetik dan semakin efisien. Diantaranya ada yang diformulasikan agar pertumbuhannya cenderung lebih cepat di awal pemeliharaan, tetapi ada juga yang dibuat tumbuh lambat di awal yang kemudian berakselerasi cepat, sehingga mencapai berat ideal di akhir masa pemeliharaan (Mulyantono dan Isman 2008).

Berdasarkan cara pembuatan galur, material genetik setiap individu ayam indukan (parent stock / PS) dengan ayam komersial (final stock / FS) dan setiap galur adalah sama. Dengan demikian bila ayam peka terhadap infeksi virus tertentu maka ayam lainnya dalam galur yang sama juga berpeluang tinggi terinfeksi. Hal ini menyebabkan banyak ditemukannya kejadian kematian serempak dalam jumlah besar pada suatu peternakan ayam yang memelihara galur sama (Anonimus 2008).

Parent stock broiler (breeding farm) Cobb500
Ayam pedaging strain Cobb merupakan salah satu strain broiler yang ada di Indonesia yang memiliki titik tekan pada perbaikan feed consumption rate (FCR), pengembangan genetik diarahkan pada pembentukan daging dada, mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis (heat stress) serta produksinya yang efisien (bobot badan 1,8 – 2 kg; FCR 1,65). Saat ini bibit Cobb digunakan untuk produksi broiler di lebih dari 60 negara. Strain Hybro memilki fokus terhadap kekuatan dan daya hidup, menjaga keseimbangan antara sifat broiler dan breeder, performa bagus pada iklim tropis, tahan terhadap kasus ascites dan fokus pengembangan genetik pada hasil maupun produk karkas. Strain Ross memilki keunggulan berupa FCR lebih efisien, laju pertumbuhan lebih cepat, daya hidup lebih bagus, fokus pengembangan genetik pada kekuatan kaki sebagai penyeimbang berat badan (Anonimus 2006).

Berbeda dengan ayam pedaging (broiler) beberapa tahun lalu, broiler modern telah mengalami perubahan genetik yang luar biasa. Umur panen dengan berat yang sama menjadi semakin pendek. Berat panen 1,6-1,7 kg, sekitar 5-10 tahun lalu baru diperoleh pada umur 35 hari, sekarang hanya 30-31 hari. Ayam broiler ini merupakan hasil persilangan galur murni unggul dan rekayasa genetik dengan karakter pertumbuhan cepat dan selektif, yakni daging dada yang lebih banyak, serta FCR rendah, sehingga sangat efisien dalam mengubah pakan menjadi daging. Namun, broiler modern lebih peka terhadap perubahan iklim, mudah stres, pertumbuhan bulu lambat dan memerlukan pemenuhan nutrisi yang benar-benar tepat, sehingga kualitas pakan yang benar-benar baik sangat dibutuhkan (Mulyantono dan Isman 2008).



Daftar Pustaka :

Anonimus. 2006. Imunosupresi pada ayam broiler dan cara penanganannya. http://www.fmv.utl.pt/atlas/orglinfo/orglinfo_001.html

Anonimus. 2008. Menelusuri jejak strain ayam terpilih. Trobos edisi Mei:7-8

Mulyantono B dan Isman. 2008. Bertahan di tengah krisis. Jakarta: Agro Media Pustaka

Susilorini T E et al. 2008. Budidaya 22 Ternak Potensial. Jakarta: Penebar Swadaya


Back To Top